Dinda Riri sarato Sanak sa Palanta

Kalau pendidikan SD sampai SMA yang  gratis tis tis :), di beberapa kab/kota
di luar Sumatra Barat juga ada, antara lain di Kab Tabanan, Bali dan Kab
Ogan Homering hilir di Sumsel. Tetapi kalau jaminan kesehatan baru kali ini
saya dengar (CMIIW). 

Dengan 'keeping in mind' bahwa Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Gratis
Kota Padangpanjang ini masih dalam tahap gestasi, beberapa hal dapat dicatat
di sini.

(1)   Ini merupakan salah satu bukti bahwa 'demokrasi ekonomi' yang digagas
Hatta bukan hanya reaonable, tetapi juga  implementable, dan Insya Allah,
sustainable. Hanya sekarang bahasanya tidak lagi 'demokrasi ekonomi', tetapi
"hak-hak ekonomi' yang merupakan bagian dari HAM.

(2)   Hal ini merupakan salah satu penjelas, mengapa IPM Sumbar tahun 2008
bisa melebihi Bali secara cukup signifikan: 72,96 vs 70,98, atau hampir 2
poin. Kalau cara perhitungan baru diterapkan terhadap data 2008, maka 'gap'
itu akan semakin melebar.

(3)   Kota Padangpanjang berhasil mewujudkan tujuan otonomi daerah:
mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Sebenarnya ini kan program
nasional dan sudah ada UU-nya. Tapi kan lain Obamacare, lain pula Angku
Gadangcare :).

Tapi 'bottom line'-nya adalah , proyek ini, khususnya Pelayanan Kesehatan
Gratis, bukan 'proyek ecek-ecek'. Proyek ini (saya sengaja menggunakan
istilah 'proyek'---minimal---menyumbang kepada perekonomian (PDRB)
Padangpanjang/Sumbar dalam bentuk:

(1)   Meningkatnya konsumsi rumah tangga sebagai akibat bertambahnya
disposable income; ada saving rumah tangga karena pengobatan/perawatan yang
sebelumnya ditanggung sendiri, sekarang ditanggung pemerintah (dalam
analisis ekonomi proyek, ini disebut foregone cost).

(2)   Perbaikan kesehatan akan meningkatkan jumlah waktu produktif
masyarakat, sehingga lebih banyak lagi barang-barang dan jasa yang
dihasilkan.

Itu yang 'countable' (sebenarnya masih ada lagi kalau dicari-cari). Tetapi
yang dua itu saja sudah cukup. Hanya yang perlu dicatat, multiplier effect
dari peningkatan konsumsi tersebut terjadi di Padangpanjang atau Sumbar.

Yang 'uncountable' , banyak. Salah satu contoh: Angku Sutan Bandaro Kayo nan
namonyo pernah diumumkan di pengeras suara masjid :)---karena kemanakannya
Armen sudah 2 bulan  menunggak cicilan BMT Nagari :)---sakit darah tinggi.
Dek indak ado pitih untuak barubek si Angku ko karjonyo berang-berang se ka
si Etek, Akibatnya si Etek 'manggok'. Kok malam si Angku marintih 'sakit
maag':), si Etek tidak menjawab: "to the point aja":), tapi  buru-buru
pindah tidua ka kamar anak gadihnyo. Akibatnya darah tinggi si Angku ko
samakain manjadi-jadi :).

Eniwe, mudah-mudahan, saran Riri agar program ini dikopi oleh kabupaten/kota
lainnya di Sumbar, tidak hanya "menguap begitu saja ditelan waktu". 

Wallahualam bissawab

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67+)   

Asal Padangpanjang, suku Panyalai, tinggal di Depok, Jawa Barat 

 

. 


 
<http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/132715;_ylc=X3oDMTJzaDkxM2x
yBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzExMjAxMjcEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MzI5NzI5BG1zZ0lkAzEzMjc
xNQRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMjkyMjI0MDIx> [...@ntau-net] Pelayanan
Kesehatan dan Pendidikan Gratis, Why not 


Posted by: "Riri Mairizal Chaidir"
<mailto:[email protected]?subject=%20re%3a%20%5br%40ntau-net%5d%20p
elayanan%20Kesehatan%20dan%20Pendidikan%20Gratis%2C%20Why%20not>
[email protected] 


Sun Dec 12, 2010 11:07 pm (PST) 




Dunsanak Sadonyo,

Ambo baru telponan jo kamanakan nan sadang dirawat di rumah sakik
Padangpanjang
dalam rangka operasi.

Carito nan ambo dapek dari kamanakan tu, biaya rumah sakiknyo gratis tis
tis,
karano ditangguang Pemkot melalaui asuransi kesehatan untuk seluruh penduduk

Ota kami berkembang, ternyata bukan cuma pelayanan kesehatan, tapi juga
pendidikan. SD sampai SMA juga gratis tis tis.

Ambo tanyo, apo ndak sarupo pengalaman anak ambo SD kelas 1 di Jakarta dulu?
SPP
gratis, tapi dll nyo banyak.

Jawaban kamanakan ambo: Not at All. Bahkan kalau paralu ado les sore pun
gratis.

Nah, ambo pikia2, kalau suatu pemerintahan amuah pulo menerapkan iko,
prasyaratnyo ado duo. Partamo database nan rancak, kaduo pitih.

Kalau nan kaduo, harusnyo ndak paralu cameh, kalau PAD kurang, kan ado dana
perimbangan dari Pemerintah (pusat).

Kalau nan partamo, harusnyo pun ndak sulik bana do, karano penduduk kota dan
kabupaten di Sumbar tu relatif ndak banyak.

Mudah2an kota dan kabupaten lainnya segera menyusul.

Riri

Powered by Iuran Bulanan

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke