Kemenangan indonesia dari Filipines  ditentukan oleh gol yang diciptakan
oleh Christian Gonzalez dari Uruguay. tapi yang menarik lagi adalah dia
seorang mualaf, informasinya sebagai berikut:


http://emaridial-acak.blogspot.com/2010/12/kesuksesan-gonzales-karena-islam.html


 kesuksesan GOnzales karena ISLAM...!!

<http://muallaf-online.blogspot.com/2009/06/di-balik-kesuksesan-gonzales.html><http://4.bp.blogspot.com/_lCm9glNYtTw/SksdDRRFvQI/AAAAAAAAAQg/H18vZAHZpmo/s1600-h/g.JPG>
Muallaf Christian Gonzales
Christian Gonzales, pemain cemerlang bertabur bintang dengan gelar peraih
top skor 4 tahun berturut-turut merupakan sosok yang tak asing lagi di dunia
persepakbolaan tanah air Indonesia. Namun siapa menyangka, dibalik
kesuksesan Gonzales terdapat suatu kekuatan yang menyemangati hidupnya,
terlebih setelah ia menjadi Muallaf, kekuatan itu tidak lain adalah kekuatan
doa.

Gonzales atau yang memiliki nama lengkap Christian Gerard Alfaro Gonzales
dilahirkan di Monteveido, Uruguay pada tanggal 30 Agustus 1976 dari seorang
ayah angkatan militer bernama Eduardo Alfaro dan ibu seorang suster di rumah
sakit Montevideo bernama Meriam Gonzales.

Kedua pasangan ini, khususnya sang ibu adalah penganut agama Katolik yang
taat. Gambar Bunda Maria selalu menempel di setiap sudut ruangan rumah dan
tempat kerjanya. Bahkan saking fanatiknya, gambar Bunda Maria kerap dibawa
kemana-mana oleh ibunya.

Ketaatan dari sang ibu nampaknya berpengaruh pada diri Gonzales, anak ketiga
dari enam saudara ini kerap pergi ke Gereja dua sampai tiga kali dalam
seminggu, oleh karena itu tidak heran jika Gonzales dikenal sebagai anak
yang taat dalam beragama.

Perkenalannya dengan dunia sepak bola, dimulai ketika Gonzales berusia 6
tahun. Semula ayahnya berharap Gonzales dapat meneruskan jejaknya menjadi
seorang militer, namun karena kegilaannya terhadap dunia sepak bola, harapan
itu tak terpenuhi.

Menginjak usia ke 18 tahun, pria yang menyukai warna hitam ini bertemu
dengan seorang wanita beragama Islam asal Indonesia, Eva Nurida Siregar di
Cile, Amerika latin pada tahun 1994. Saat itu Eva menekuni salsa di sekolah
Vinadelmar. Lama berkenalan akhirnya Gonzales menyimpan hati pada Eva. Dan
tak lama kemudian Cintanya berbalas.

Sebagai penganut Katolik, lelaki yang dikenal pendiam ini sama sekali tidak
mengenal agama Islam yang dianut pujaan hatinya, begitu pun dengan sang ibu.
“Sebelum ketemu istri, saya sama sekali tidak tahu Islam” ungkap pria
penggemar Rivaldo. Maka peran Eva pun menjadi berat, ia berulang kali
menjelaskan tentang ajaran Islam yang dianutnya.

Usaha wanita kelahiran Pekanbaru ini akhirnya berhasil. Eva Nurida Siregar
yang beragama Islam dan Christian Gerard Alfaro Gonzales yang beragama
Katolik menikah dan hidup bersama di Uruguay pada tahun 1995.

Karir pria yang memiliki tinggi badan 177 Cm ini di dalam persepak bolaan
terus berkembang, mulai dari Klub Penarol Uruguay (1988-1991), South Amerika
(1994-1995), Huracan de Carientes Argentina (1997) dan Deportivo Maldonado
(2000-2002) pernah dijajaikinya.
Perkembangan karir ini sebetulnya tidak lepas dari peran Eva. Setiap kali
pemain sepak bola yang dijuluku elloco (si gila) ini mau berangkat
bertanding, wanita yang biasa dipanggil Amor oleh Gonzales ini selalu
memanjatkan doa kepada Allah SWT. Dalam berdoa terkadang Eva sengaja
mengeraskan suara dengan harapan Gonzales dapat mendengarnya.

Kebiasaan inilah yang membuat Gonzales mulai tertarik dengan ajaran Islam.
Ia sendiri tidak akan beranjak pergi sebelum kekasihnya selesai berdoa.
Karena dari doa inilah Gonzales menemukan kedamaian dan ketenangan yang
selama ini tidak didapatkan dari agama yang dianut sebelumnya. Doa ini pula
yang membuat dirinya semakin bersemangat dan optimis setiap kali bertanding
di lapangan hijau.

Tidak hanya itu, Gonzales terkadang memperhatikan kebiasaan Eva yang selalu
mengucapkan bismilah ketika mau melakukan sesuatu atau mengucapkan istighfar
ketika dihadapkan pada konflik, serta ucapan lainnya yang menjadi doa umat
Islam.

Pada tahun 2002 pria yang menyukai aktor Tom Cruise ini menerima sebuah
tawaran dari agen sepak bola untuk bermain di Indonesia. Ia pun tertarik dan
akhirnya menerima tawaran tersebut dengan merumput di Indonesia bersama PSM
Makassar pada tahun 2003.

Indonesia merupakan negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, selama
ini Gonzales hanya mengenal Islam melalui istrinya dan ini dirasa tidak
cukup. Sekarang pemain yang doyan sup ayam ini bisa langsung menemukan Islam
dari para penganutnya.

“Saya tidak pernah memaksa Gonzales masuk Islam”. Ungkap Eva “Kadang-kadang
setelah saya baca buku tentang ajaran Islam, saya simpan buku itu di meja
dan Christian diam-diam membacanya, maka dia kemudian tau bagaimana sikap
suami terhadap istrinya dalam Islam dan bagaimana sikap istri terhadap
suaminya” Lanjutnya mengenang saat pertama kali tinggal di Indonesia bersama
Gonzales.

Maka tepat pada tanggal 9 Oktober 2003 Christian Gonzales memutuskan untuk
masuk Islam atas dasar kemauan sendiri dengan disaksikan oleh ustadz Mustafa
di Mesjid Agung al Akbar Surabaya. Christian Gerard Alfaro Gonzales kemudian
diberi nama Mustafa Habibi. Nama Mustafa diambil dari guru spiritualnya,
ustadz Mustafa sedangkan Habibi (cintaku) diambil karena rasa cinta sang
istri amat besar kepada Christian Gonzales.

Islam memiliki kesan tersendiri bagi Gonzales “Karena di dalam Islam setiap
ada sesuatu ada ucapan doanya seperti ketika masuk rumah mengucapkan
assalamualaikum, ketika mau melakukan sesuatu diawali dengan basmalah, dan
setiap melangkah dalam Islam selalu aja ada bacaan. Dan ini menjadi hati
saya merasa tenang” Ungkap Eva mengutip ucapan Gonzales.

keislaman pria penggemar Manchester United ini kemudian dilegalkan di Kediri
dengan Piagam muallaf dari Urusan agama setempat sekaligus melegalkan
pernikahan antara Christian Gonzales dengan Eva Siregar.

Sang ibu, Meriam Gonzales saat dikabarkan keislaman anaknya, menerima dengan
ikhlas agama yang dipilih anak tercintanya, ia hanya berharap anaknya meraih
kesuksesan di masa depan. Namun untuk menjalin hubungan keluarga, Gonzales
dan Eva setiap hari tidak ketinggalan menghubungi ibunya, hanya sekedar
menanyakan kabar dari negara nun jauh di sana.

Seakan menemukan air di gurun sahara, begitulah kondisi pemain yang mencetak
33 gol untuk PSM Makassar saat itu. Dengan bimbingan Ustadz Mustafa,
Gonzales mulai mengenal Islam lebih dalam. Selain itu Hj Fatimah, ulama
terkenal asal Mojosari dan Hj. Nurhasanah turut menjadi guru spiritual
Gonzales. Bahkan Majlis Ulama Gresik sendiri sampai mengangkat Gonzales
beserta keluarganya sebagai anak angkat mereka.

Hj. Nurhasanah biasa dipanggil Bunda, selalu menyemangati Gonzales dengan
nasehat untuk selalu berdoa. “Kamu harus kuat-kuat doa” kenang Eva menirukan
ucapan Hj. Nurhasanah. Begitu pun Hj Fatimah, ustadzah yang membangun mesjid
dengan nama Gonzali ini baik via telephone atau tatap muka selalu
menyemangati Gonzales dengan doa sambil menangis.

Selama di Kediri, ayah empat anak ini bermain membela Persik Kediri dan
tinggal di perumahan Taman Persada. Rumah ini menjadi awal kehidupan baru
bagi Mustafa Habibi. Islam telah banyak merubah dirinya. Setiap tengah malam
ia terbiasa membangunkan istrinya untuk shalat tahajud atau sekedar berdoa.

Setiap kali pertandingan akan digelar keesokan harinya, Eva sang istri
selalu mengadakan pengajian yang dihadiri oleh ibu-ibu sekitar rumahnya dan
diakhiri dengan pembacaan doa. Sementara pengajian berlangsung, Gonzales
selalu memperhatikan pengajian dan duduk disamping Eva atau terkadang ia
duduk di belakang ibu-ibu pengajian. Maka tidak heran jika Eva lupa tidak
mempersiapkan pengajian orang yang pertama kali menegurnya adalah suaminya
sendiri.
Namun Gonzales bukanlah manusia yang sempurna, sama seperti pemain lainnya
dalam pertandingan sepak bola, konflik kadang tidak bisa dihindari. Tercatat
pada tahun 2004, Gonzales pernah memiliki masalah dengan Abu Shaleh Pengurus
Pengda PSSI Banten saat PSM Makassar menjamu Persikota Tanggerang. Tahun
2006, Gonzales bermasalah dengan Emanuel de Porras striker PSIS. Setahun
kemudian Gonzales berurusan dengan wasit Rahmat Hidayat saat melawan Pelita
Jaya Jawabarat dan pada tahun 2008 Gonzales berurusan dengan Erwinsyah
Hasibuan bek dari PSMS.

Tentunya permaslahan ini berujung pada sanski yang dikeluarkan tim disiplin
PSSI, mulai dari denda sampai larangan bermain. Sanksi ini bagi Gonzales
merupakan ujian berat, dan pada saat yang sama guru-guru spiritual Gonzales
selalu membingbing dan menyemangati Gonzales untuk tetap bangkit dan
bersabar menerima cobaan. Terbukti, nasehat ini berhasil membawa Gonzales
terus bangkit dan kembali berlaga untuk menciptakan gol di lapangan hijau.

Popularitas dan harta yang melimpah ruah tidak begitu mempengaruhi Gonzales,
ia bukanlah tipe orang yang suka menghambur hamburkan uang. Bahkan ia akan
sangat marah jika ada orang yang mengajaknya ke klub atau tempat hiburan
malam dan tak segan Gonzales akan memutuskan hubungan dengan orang tersebut.

Harta yang ia raih dari perjuangannya di persepakbolaan lebih suka ia
berikan kepada anak yatim, fakir miskin dan ibu-ibu pengajian sebagai zakat
dan shadaqah. Hal ini dilakukan karena Gonzales mengetahui kewajiban zakat
yang ia baca dari buku-buku keislaman milik istrinya.

Sempat Gonzales beserta istrinya berkeinginan untuk menunaikan haji tahun
2008, namun Allah berkehendak lain uang yang di dapatkan dari peralihan top
skor sebanyak 50 juta digunakan guna membiayai operasi istrinya untuk
melahirkan anak keempat, Vanesa Siregar Gonzales .

Menyangkut kebiasaanya dalam pertandingan sepak bola, pemain yang rajin
bersih-bersih rumah ini setiap kali berangkat bertanding selalu membawa
tasbih di dalam tasnya dan beberapa buku doa sebagai perbekalan. Selain itu
tidak seperti pemain muslim lainnya yang sujud syukur ketika menciptakan
gol, bagi Gonzales bentuk rasa syukur ketika berhasil mencetak gol adalah
dengan mengangkat telunjuknya ke mulut seraya menengadah ke langit, hal ini
merupakan isyarat rasa syukur terhadap Allah yang Maha Esa.

Bahkan pada saat membela tim Persib Bandung, pria berkalung ayat kursi ini
menggunakan nomor punggung 99. Nomor ini dipilih bukan tanpa alasan, 99
merupakan isyarat asma Allah yang dikenal dengan asmaul husna.

Terkait harapannya ke depan, Gonzales sangat perhatian dengan keluarga “Saya
berharap anak-anak menjadi anak yang shaleh dan sehat wal afiyat, semoga
Allah melindungi, supaya ketika masalah datang ya cepat hilang” demikian
keinginan Gonzales.
Muhammad Yasin

Biodata
Nama Lengkap : Christian Genard Alfaro Gonzales
Istri : Eva Siregar
Anak : Amanda Gonzales ()
Michael Gonzales ()
Fernando`Alvaro ()
Vanesa Siregar Gonzales ()
Karir Klub : 1988-1991 Penarol (Uruguay)
1994-1995 South America (Uruguay)
1995-1998 Huracan de Carientes (Argentina)
1998-2000 South America (Uruguay)
2000-2001 Sport Moldonado (Uruguay)
2001-2002 Campo Mayor (Portugal)
2003-2004 PSM Makassar
2005-2008 Persik Kediri
2009 Persib Bandung
Prestasi : Top Scorer Liga Indonesia (Persik) 2005
Top Scorer Liga Indonesia (Persik) 2006
Top Scorer Liga Indonesia (Persik) 2007
Top Scorer LSI (Persib)2009

sumber:
http://muallaf-online.blogspot.com/2009/06/di-balik-kesuksesan-gonzales.html
 Artikel Terkait
*Artikel*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke