Assalamu Alaikum W. W.
Taringek dek bundo mak bundo pernah bacarito tetangan RASUNA SAID waktu
disebuah kongres Muhammadiah/Aisyiah di Padang Panjang (disekitar tahun
1930).Tampil di podium seorang singa podium perempuan yang berpantun.
Baparak kaparak urang
Indak buliah batanam dama
Pagaran dirunduakkannyo
Bamamak kamamk urang
Indak buliah kato nan bana
Nan bukan ditujuakkannyo.
Setelah habis kaliamt tersebut dia di stop berbicara dan dibelenggu dibawa
keluar ruangan. Sekarang namanya tak terdengar lagi. Kenapa ya?
Kemungkinan waktu PRRI dia tak ikut tapi diperalat pemerintah Pusat untuk
memadamkan PRRI. Namanya menjadi jalan protolol terkenal. Dan kita di RN ini
tak pernah mengenangnya sama sekali.
Hayatun Nismah Rumzy
Notes:
Dari Wikipedia
HR Rasuna Said (1910-1965)
Orator, Srikandi Kemerdekaan
HR Rasuna Said (Hajjah Rangkayo Rasuna Said) seorang orator, pejuang (srikandi)
kemerdekaan Indonesia. Pahlawan nasional Indonesia ini lahir di Maninjau, Agam,
Sumatera Barat, 15 September 1910 dan wafat di Jakarta, 2 November 1965
dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Seorang puteri terbaik bangsa yang tak
hanya sekadar memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan wanita.
HR Rasuna Said diangkat sebagai Pahlawan Nasional dengan Surat Keputusan
Presiden R.I. No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974. Selain itu,
sebagai penghormatan atas perjuangannya, namanya diabadikan sebagai salah satu
nama jalan protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, termasuk bagian segi
tiga emas Jakarta.
Dia pejuang yang berpandangan luas dan berkemauan keras. Sejak muda berjuang
melalui Sarekat Rakyat sebagai Sekretaris Cabang. Kemudian aktif sebagai
anggota Persatuan Muslim Indonesia (PERMI). Dia seorang orator yang sering kali
mengecam tajam kekejaman dan ketidakadilan pemerintah Belanda. Dia tak gentar
kendati akibatnya harus ditangkap ditangkap dan dipenjara pada tahun 1932 di
Semarang.
Ketika pendudukan Jepang, Hajjah Rangkayo Rasuna Said ikut serta sebagai
pendiri organisasi pemuda Nippon Raya di Padang. Organisasi ini pun kemudian
dibubarkan oleh Pemerintah Jepang.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan dia aktif sebagai anggota Dewan Perwakilan
Sumatera mewakili daerah Sumatera Barat. Kemudian terpilih sebagai anggota
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS). Tahun 1959,
kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung sampai akhir hayatnya 1965.
Dia meninggalkan seorang putri Auda Zaschkya Duski dan 6 cucu: Kurnia Tiara
Agusta, Anugerah Mutia Rusda, Moh. Ibrahim, Moh. Yusuf, Rommel Abdillah dan
Natasha Quratul'Ain. ► ti/mlp
*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.