Pak Abraham, saya hanya pernah melintas di jalan raya dekat Bukit Marapalam tersebut, dan mendengar - serta membaca - tentang patung-patung tersebut. Mengingat demikian pentingnya posisi historis bukit ini sebagai lokasi lahirnya ajaran ABS SBK, sungguh sayang kalau situs ini tidak terawat. Tapi, adakah situs sejarah yang memang kita rawat baik-baik ? Siapakah yg merawatnya? Apa peranannya dalam kehidupan masyarakat Minangkabau masa kini ? ------Original Message------ From: Abraham Ilyas Sender: Rantau Net To: Rantau Net Cc: Abraham Ilyas ReplyTo: Rantau Net Subject: [...@ntau-net] Bukti otentik konflik yang pernah terjadi di Minang Kabau Sent: Dec 17, 2010 14:00
Dunsanak di palanta nan ambo hormati. Dari konsep "Pedoman Pengamalan ABS-SBK, bab Pendahuluan, tentang Minangkabau dalam lintasan sejarah" dituliskan sbb: ... Setelah mengalami konflik yang berkepanjangan yang disusul o;eh perang saudara yang dahsyat antara 1803 - 1821 yang disusul oleh perang Minangkabau 1821 - 1838 untuk menghadapi balatentara kolonial Hindia Belanda, pada tahun 1932 Tuanku Imam Bonjol memberikan fatwa ishlah yang menjadi dasar untuk pengembangan ajaran Adat basabdi Syarak, syarak basandi kitabbullah, syarak mangato, adat mamakai, yang kemudian dilengkapi alam takambang jadi guru sebagi nilai dasar dalam menata masyarakat Minang Kabau. Fatwa Tuanku Imam Bonjol ini kemudian dikukuhkan dalam sumpah satie Bukik Marapalam pada tahun 1837 di pncak Pato, perbatasan Lintau dengan kecamatan Sungayang. Nan ambo komentari iolah lokasi di puncak Pato tersebut adanya bukti bahwa telah terjadi pertempuran antara pribumi dengan bangsa asing/belanda yaitu berupa kuburan Kapitan (begitu dinamakan oleh penduduk setempat). Dulu kuburan tersebut dibiarkan begitu saja alias tidak dirawat sebagai situs yang bernilai sejarah. Kini malah sedang dirusak dengan dibangunnya jalan (proyek pemerintah !), dengan demikian bukti tersebut akan hilang samasekali sebagai mana hilangnya prasasti banda bapahek di Bunduang (Saruoaso). Sebalik pemerintah (untuk keperluan galeh pariwisata ?) membangun patung patung yang tak bernilai sejarah (pernah dilewakan oleh Andiko beberapa waktu yl.) di palanta RN ini. Keterangan foto: tampak tembok kuburan yang sudah rusak karena pembuatan jalan baru. Tanah di sekitar kuburan telah dimiliki secara pribadi dan dijadikan kebun sayur. Yang menuturkan berita ini iolah orang berbaju hitam (usia 85 th), orang tua penyadap niro. Foto Andiko Sutan Mancayo - Sumpah Sati Bukik Marapalam Komentar: Patuang urang MK saisuak sadang baiyo batido (sumpah sati di Bukik Marapalam) sambia tagak he, he !!! Salam Abraham Ilyas lk 65 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
