Nasib Gamawan Fauzi Bisa Seperti Sri Mulyani Sabtu, 18 Desember 2010 - 08:00 wib Muhammad Saifullah - Okezone Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
***JAKARTA* - Kementerian Dalam Negeri merupakan salah satu pos kunci dalam kabinet, sehingga diperlukan sosok yang mumpuni menggawangi posisi tersebut. Dipilihnya Gamawan Fauzi menduduki posisi Mendagri tentu setelah melalui seleksi ketat dengan proses yang panjang. Demikian diungkapkan pengamat politik LIPI Siti Zuhro kepada *okezone* di Jakarta, Sabtu (18/12/2010). “Pos Mendagri sangat vital di kabinet, hampir sama dengan Kemenlu,” ungkapnya. Kendati demikian, tidak berarti sang pengampu kementerian akan kebal dengan kemungkinan terkena *reshuffle*. Bekal kapabilitas serta integritas personal saja tidak cukup dijadikan benteng pertahanan dari kemungkinan di-*reshuffle *. Siti mencontohkan sosok Sri Mulyani yang begitu lihai di bidangnya. Namun kemampuan dan kinerjanya ternyata terbukti tak mampu menyelamatkan dirinya dari *reshuffle*, setelah tersandung skandal Century. “Menurut saya, Pak SBY senang bereksperimen, contohnya Bu Sri Mulyani, kurang apa dia, kinerjanya bagus, jam terbangnya juga tinggi, tapi tetap di- *reshuffle*,” ungkapnya. Siti menduga digantinya Sri Mulyani tak lepas dari tekanan politik dan publik. Situasi serupa bisa saja menimpa Mendagri Gamawan Fauzi bila badai politik terus menerjangnya. “Kalau desakannya amat signifikan, presiden kan tidak punya pilihan lain, kecuali mengakomodasi tuntutan itu *(reshuffle)*,” ujarnya. “Ketika publik resah pasti Presiden juga akan resah.” Siti merujuk pada insiden disuruh turunnya Mendagri dari podium DPR oleh sejumlah anggota dewan saat sidang paripurna pada Rabu, 15 Desember 2010, usai menyampaikan draf RUU Keistimewaan Yogyakarta. “Insiden semacam itu akan menjadi perhatian presiden,” ungkapnya. Belum lagi adanya perbedaan pandangan antara Gamawan dengan Partai Demokrat terkait draf RUU Pilkada. Gamawan melalui Kemendagri mengutarakan pemilihan gubernur oleh DPRD merupakan opsi tepat. Sementara Ketua Umum DPP Partai Demokrat menilai pemilihan langsung masih merupakan opsi terbaik. “Kalau ada masukan *(reshuffle)* dari partai, khususnya Demokrat, pasti akan dipertimbangkan, tak mungkin presiden lepas dari tuntutan publik,” tandasnya.*(ful)* -- http://wempi.nokspi.com -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
