Pak Zul,
Kurang lebih sama fenomenanya dengan Pariaman. Cina pai abih dari kota tu. 
Tapi, Pariaman, bakambang e lambek jadinyo. Tantang kulikaik padagang awak di 
situ acok takah tu pulo. Sampai2 ka padagang nasi di tapi lauik. 
 
Jadi, baa lai? Kok ka dipabia Cino antah, kok ka dilarang tu mah akibaiknyo:  
acok kurang manjemo kota tu. Maju kena mundur taaantuak...
 
Salam,
Suryadi

--- Pada Rab, 22/12/10, zul amri <[email protected]> menulis:


Dari: zul amri <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] Catatan kecil tentang Solok
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 22 Desember, 2010, 12:23 AM




Sewaktu saya pulkam  ke Solok banyak hal yang saya amati , dan telah saya 
ungkapkan dalam beberapa buah tulisan di rantaunet , namun masih ada yang 
tercecer seperti yang akan saya tuliskan berikut ini : 



Kota Solok termasuk salah satu kota di Sumbar yang seluruh sektor riel 
perekonomian dikuasai dan didominasi oleh urang awak sendiri . Dan tentunya hal 
ini berbeda sekali kalau kita bandingkan dengan kota kota lainnya di Jawa dan 
Bali . Kenapa hal ini bisa terjadi ? apakah disebabkan oleh bakat orang awak 
yang pintar berdagang , dan mengakibatkan orang lain ( Cina ) sulit masuk 
kesini . Sepanjang yang saya tahu , semenjak saya kecil memang keberadaan orang 
Cina di Solok ini boleh dikata tidak berarti , hanya ada beberapa keluarga saja 
, dan setelah 45 tahun berlalu keberadaan orang cina semakin berkurang , 
mungkin pindah kedaerah lain atau telah berasimilasi dengan penduduk setempat 
yakni melalui perkawinan . Tapi apakah dengan dikuasainya sektor perekonomian 
oleh orang awak , terus konsumen atau pembeli merasa diuntungkan . Ternyata 
tidak , sebab tabiat orang awak kalau berdagang belum  meniru orang Cina . 
Orang kita hanya ingin menarik keuntungan
 sesaat , jarang yang ingin membangun kesinambungan antara penjual dan pembeli 
sebagai langganan tetap , adakalanya berlaku main tembak kalau tahu pembelinya 
orang baru . Nah inilah bedanya kalau dibandingkan dengan orang Cina . Belum 
lagi tidak seragamnya harga antara satu toko dengan toko lainnya . Pengalaman 
saya membuktikan sewaktu saya ingin membeli sebuah lampu emergency ( maklum PLN 
) sering padam . Saya diberitahu oleh seorang teman kalau harganya antara 
120.000 rb sampai 150.000 ribu rupiah . Pas saya datang kesebuah toko di Pasar 
Solok , pedagang menawarkan dengan harga 200.000 rb . Saya bingung mau menawar 
berapa , akhirnya tidak jadi saya tawar dan pergi ketoko berikutnya yang hanya 
berjarak 4 toko dari toko pertama . Disini pedagang  langsung membuka harga 
dengan 140.000 ribu setelah saya tawar akhirnya jadi 125.000 rb . Kalau 
diperhatikan harga disatu toko dengan toko lainnya begitu besar beda . Dan 
kalau kita tidak jeli , besar
 kemungkinan akan tertipu  . Sekarang coba bandingkan dengan  toko Cina yang 
menjual orderdil kendaraan bermotor misalnya , dimana pun kita beli harganya 
hampir sama dan kalau terjadi perbedaan tidak terlalu banyak .
Satu lagi yang dari dulu saya amati , sampai kini belum satupun  gereja berdiri 
di Solok . Dimasa lalu sekitar tahun 1962 pernah saya dengar isu tentang 
Kristenisasi dan pendirian gereja disuatu negari di Solok , namun hal tersebut 
rupanya hanya sebatas issu , yang sampai kini belum terbukti . Dan mudahan 
mudahan hal ini akan tetap bertahan  . Kalau NAD disebut dengan serambi Mekkah 
, apakah pantas Kota Solok bisa dijuluki  dengan Serambi Madinah ?? Wallahualam 
.
 
Wassalam : Zul Amry Piliang , Warga  Bali asal Solok.

-- 
.



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke