Tulisan yang hebat Pastilah ibu dari bapak Herfim bangga sekali kepada anaknya ini
Hanifah ikut senang membacanya. Salam Hanifah Pada 22 Desember 2010 11.04, Herfim <[email protected]> menulis: > Bunda... > Seandainyanya air laut ku kuras habis > Seandainya gunung kuratakan dengan tanganku sendiri > Seandainyanya aku mampu memetik bintang untukmu > Semuanya tak akan mampu membalas pengorbananmu untukku > > Bunda... > Trimakasih untuk setiap tetes air susumu > Trimakasih untuk Setiap waktumu yg tersita > Trimakasih untuk pengorbanan mu yg tak kenal lelah > Trimakasih untuk setiap doa dan cinta yg kau baluri tubuhku > Trimakasih untuk kasih sayangmu yg kau jaga sepanjang jalan > > Bunda... > Tak ada yg bisa kuberikan untukmu > Tak ada yg bisa kupersembahkan kepadamu > Tak ada yg bisa ku untai untukmu > Selain doa tulusku untukmu > Yang menjadikan aku amanah bagimu > > Wahai Sang Maha Cinta > DihadapanMU ku bersimpuh > Dengan rasa yg ingin kutuangkan kepada_MU > Cintai, sayangi, kasihani dan lindungi Bundaku > Jangan biarkan kesusahan selalu membalut kehidupannya > Jangan biarkan kepedihan menghiasinya > Jangan biarkan airmata selalu tumpah dari matanya > > Wahai Dzat Yang Penuh Cinta > Lindungi bundaku > Jaga Bundaku > Seperti dia yg selalu melindungi dan menjagaku > Penuhi hatinya dengan ASMAMU di ujung usianya > Agar bundaku selalu damai didekatMU > > Bunda.. > Bila mentari terbit esok pagi > Dan angin mulai menerpa wajahmu dengan lembut > Hingga panasnya menyentuhmu > Ku ingin disaat matamu mulai terbuka > Kau akan mendapatkan aku dihadapanmu > Tersenyum dengan airmata haru > Karean ALLAH telah memberikan aku bunda sepertimu > Bunda yg selalu ada dalam hati dan jiwaku > Bunda yg selalu mengiringiku dengan doa-doamu > > Bunda... > Aku sayang dan bangga padamu > Karena Allah telah menitipkan aku kepadamu > > (Selamat hari Ibu 22 Desember 2010, untuk seluruh bunda di bumi Allah) > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > ------------------------------ > *From:* "[email protected]" <[email protected]> > > ***Subject:* [...@ntau-net] BUNDA KENAPA ENGKAU MENANGIS > > Tolong dibaca aturan di footer dibawah > -------------------------------------- > > > BUNDA KENAPA ENGKAU MENANGIS > Oleh : K Suheimi > > Pagi ini saya dengar sebuah nyanyian yang menusuk kalbu > > Kulihat ibu pertiwi, sedang bersusah hati > Air matanya berlinang, bak intan putus karang > Hutan sawah ladang lautan simpanan kekayaan > Kini Ibu serdang lara Merintih dan berdoa > Pada hari ibu ini saya teringat akan sebuah Resonansi jiwa yang saya dengar > di > Radio Classy FM, ceritra yang sangat menyentuh dan seperti ada kaitannya dg > > hari ibu, Untuk itu saya ajak pembaca mencoba menikmatinya sebagaimana saya > sangat menikmati. > > Suatu ketika ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada Ibunya, ibu > mengapa > ibu menangis, ibunya mnjawab, karena ibu adalah seorang wanita nak, dan > sianak > agak sedikit bingung, aku tidak mengerti bu, ibunya hanya tersenyum dan > memeluk > erat. Anakku kamu memang tidak akan pernah mengerti, kemudian anaknya > bertanya > pada ayanya. Ayah kenapa ibu menangis, sepertinya ibu menangis karena tanpa > ada > sebab yang jelas, ayahnya menjawab semua wanita memang menangis tanpa ada > alasan, hanya itu jawaban yang bisa diberikan oleh sang ayah, tak lama > kemudian > anak itu tumbuh dan menjadi dewasa dan tetap bertanya-tanya. mengapa wanita > menangis. pada suatu malam ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan. Tuhan > mengapa > wanita itu mudah sekali menangis, dan didalam mimpinya tuhan menjawab, saat > kuciptakannya wanita, aku menjadikannya sangat utama, kuciptakan bahunya > agar > mampu menahan semua beban dunia dan isinya. Walaupun bahu itu cukup nyaman > dan > lembut untuk menahan bayi yang tertidur, > kuciptakan wanita kuat agar dapat menahan dan mengeluarkan bayi dari > rahimnya. > walau seringkali ia menerima cerca dari anaknya itu, kuberikan keperkasaan > agar > ia tetap bertahan, pantang menyerah pada saat semua orang sudah putus asa. > pada > wanita kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, lelah > tanpa > keluh kesah. Kuberikan pada wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk > mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun dan situasi apapun, walau > tidak > jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya itu. perasaan itulah yang > menjadikan > bayi-bayi yang terkantuk lelap, sentuhan ini lah yang memberikan kenyamanan > saat > ia dekat dengap lembut olehnya, kuberikan pada wanita kekuatan untuk > membimbing > suaminya, melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya, bukankah > tulang > rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tidak terkoyak. > kuberikan > kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan > menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang > tidak pernah melukai hati istrinya, walaupun kebijaksanaan itu akan menguji > setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar > saling > melengkapi dan saling menyayangi dan akhirnya kuberikan ia air mata agar > dapat > mencurahkan perasaannya inilah yang khusus kuberikan pada wanita > > Perbedaan lelaki dan perempuan yang menonjol adalah pada kemampuan > perempuan mengandung melahirkan dan menyusukan juga pada perasaan yang > lebih > halus dan yang kesemuanya membawa mereka mampu menghadapi anak dan > mendidiknya,akan sangat tercermin pada kemampuannya mempersiapkan generasi > yang > akan datang. Syorga dibawah telapak kaki ibu, sabda Sang Rasul, berarti Ibu > > memegang peranan penting dalam mendidik dan memprogram agar anak-anak yang > di > lahirkan dari rahimnya agar bisa masuk ke dalam syorga. > Islam bahkan memandang fungsi keibuan seorang perempuan > sebagai sesuatu yang paling penting dalam kehidupan manusia. Peranan > seorang ibu sangat menentukan dan memberikan pengaruh pada saat-saat paling > kritis dalam kehidupan manusia. Peranan laki-laki dalam proses reproduksi > berlangsung singkat, sementara peranan perempuan berlanjut sampai 280 hari > attau 9 bulan -- masa kehamilan -- dihitung dari hari permulaan haid yang > terakhir. > Kepada rahim kaum perempuan Allah menitipkan janin yang > lembut dan lemah di saat-saat pengembangannya > Makanya saya lihat ada Hari ibu, tak ada hari Bapak, Ada ibu pertiwi, tak > ada > bapak pertiwi. Ada bahasa ibu tapi tak ada bahasa bapak. Ada dokter > spesialis > wanita tapi tak ada dokter spesialis pria. Ada Ibu Jari tapi tak ada bapak > Jari > Orang Minang mengatakan ibu itu sebagai Limpapeh Rumah dnan gadang . > Limpapeh > adalah tonggak utama tempat bersendinya semua paran dan atap.. Pusek jalo > tumpuan ikan . Pai tampek batanyo, pulang bakeh babarito. > Ibu di sebut Woman Kira baca dengan Double U u Man dua kali pria.. > Bekerja suami siang malam untuk memberi harta pada wanita. Beli tanah dan > rumah atas nama wanita. Kalau terjadi perceraian pria yang harus turun dari > > rumah. > Allah, Nabi dan Agama mengangkatkaan derjat wanita. > Banyak pekerjaan wanita yang tak bisa dikerjakan laki-laki, sebaliknya > hampir semua pekerjaan laki-laki dapat dilerjakan oleh wanita. > Dihari ini saya ucapkan Selamat hari iBu > Untuk itu ingin saya petikkan Firman suciNya dalam Al Qur'an > Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu > bagi > yang ingin menyempurnakan pernyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan > pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma'ruf. Seseorang tidak dibebani > melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang inu menderita > kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun > berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) > dengan kerelaan kkeduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas > keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak > ada > dosa bagimu bila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah > kamu > kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu > kerjakan. > (QS. 2:233) > > Pekanbaru 22 Desember 2010 > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
