Reni dan dunsanak Palanta RN

Terima kasih sekali atas postingan ini, awalnya saya chit chat di YM dengan 
Miko, kata teman sekolah saya ini ada tulisan bagus dan menyentuh jepe (ES Ito) 
saya minta ke Miko agar dikirim japri ke akun email saya dalam bentuk 
jadi,bukan Link

Tapi Reni telah mempostingnya, ya ini tulisan  yang dimasud sangat indah sekali

Seperti ulasan saya sebelumnya, kegembiraan dan kesedihan nanti hasilnya di leg 
2 final AFF Cup adalah buat kita bersama masyarakat dan bangsa Indonesia, 
itulah pesta kegembiraan dan kesedihan SEJATI dari sebuah sepakbola, sebuah 
olah raga universal, lintas agama, suku dan ras di dunia yang fana ini

Kita bisa saksikan ketika Ronaldo dkk memberikan kegembiraan merebut piala 
dunia ke lima kalinya mereka persembahkan buat seluruh rakyat Brasil dengan 
pesta rakyat tumpah ruah di jalanan menari samba

Ketika Brasil terhempas di dua edisi piala dunia (2006 dan 2010) maka itu juga 
"pesta kesedihan" rakyat Brasil


Inilah "roh" sepakbola itu sesungguhnya yang begitu indah dilukiskan oleh ES 
Ito, kegembiraan itu sendiri dalam bermain dan mempersembahkannya buat semua 
orang bukan buat segelintir orang yang berjiwa picik di negara dan bangsa 
Indonesia

Tuhan telah menunjukan pada mereka ketika mereka -mereka elit2 bangsa ini 
memanfaatkan sistuasi kegembiraan lolos ke final seakan2 mereka sudah yakin 
timnas kita jadi juara, faktanya mereka harus kecewa, kegembiraan dan pesta 
mereka-mereka itu jelas sekali "SEMU"

Kegembiraan sejati itu ada ditangan kita masyarakat indonesia dari berbagai 
lapisan, semoga kita usai laga leg 2 kedua itu menemukan sebuah KEGEMBIRAAN DAN 
PESTA YANG SEJATI


Selamat berjuang Firman Utina dkk, bacalah tulisan ES Ito ini dengan sepenuh 
hati sehingga bisa menusuk hati alam bawah sadar anda dan kawan-kawan,  
masyarakat indonesia memang mencintai kalian dalam kondisi apapun, satu  nyawa 
pemulung yang melayang antri membeli tiket buat menyaksikan kegembiraan kalian 
bermain adalah bukti nyata cinta masyarakat banyak buat kalian, bukan cinta 
semu elit-elit bangsa dan pemimpin kalian

Kami semua masyarakat Indonesia mencintai kalian semua, kami memang tidak punya 
uang banyak dan berlimpah buat kalian, tapi yang kami punyai adalah cinta yang 
tulus dalam berbagi kegembiraan dan kesedihan

Wass-Jepe
Pecinta dan penikmat olahraga Sepakbola dan melihatnya dari berbagai sisi dan 
aspek kehidupan
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Reni Sisri Yanti <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 27 Dec 2010 22:54:02 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] Surat Untuk Firman

Surat Untuk Firmanhttp://itonesia.com/surat-untuk-firman/



Posted on December 28, 2010 under Uncategorized


Kawan, kita sebaya. Hanya bulan yang membedakan usia. Kita  tumbuh di tengah 
sebuah generasi dimana tawa bersama itu sangat langka.  Kaki kita menapaki 
jalan 
panjang dengan langkah payah menyeret sejuta  beban yang seringkali bukan 
urusan 
kita. Kita disibukkan dengan beragam  masalah yang sialnya juga bukan urusan 
kita. Kita adalah anak-anak muda  yang dipaksa tua oleh televisi yang tiada 
henti mengabarkan kebencian.  Sementara adik-adik kita tidak tumbuh sebagaimana 
mestinya, narkoba  politik uang membunuh nurani mereka. Orang tua, pendahulu 
kita dan  mereka yang memegang tampuk kekuasaan adalah generasi gagal. Suatu  
generasi yang hidup dalam bayang-bayang rencana yang mereka khianati  sendiri. 
Kawan, akankah kita berhenti lantas mengorbankan diri kita  untuk menjadi 
seperti mereka?
Di negeri permai ini, cinta hanyalah kata-kata sementara benci menjadi  
kenyataan. Kita tidak pernah mencintai apapun yang kita lakukan, kita  hanya 
ingin mendapatkan hasilnya dengan cepat. Kita tidak mensyukuri  berkah yang 
kita 
dapatkan, kita hanya ingin menghabiskannya. Kita enggan  berbagi kebahagiaan, 
sebab kemalangan orang lain adalah sumber utama  kebahagiaan kita. Kawan, 
inilah 
kenyataan memilukan yang kita hadapi,  karena kita hidup tanpa cinta maka 
bahagia bersama menjadi langka.  Bayangkan adik-adik kita, lupakan mereka yang 
tua, bagaimana mereka bisa  tumbuh dalam keadaan demikian. Kawan, cinta adalah 
persoalan kegemaran.  Cinta juga masalah prinsip. Bila kau mencintai sesuatu 
maka kau tidak  akan peduli dengan yang lainnya. Tidak kepada poster dan 
umbul-umbul,  tidak kepada para kriminal yang suka mencuci muka apalagi kepada 
kuli  kamera yang menimbulkan kolera.  Cinta adalah kesungguhan yang tidak  
dibatasi oleh menang dan kalah.
Hari-hari belakangan ini keadaan tampak semakin tidak menentu.  Keramaian 
puluhan ribu orang antre tidak mendapatkan tiket. Jutaan orang  lantang 
bersuara 
demi sepakbola. Segelintir elit menyiapkan rencana  jahat untuk menghancurkan 
kegembiraan rakyat. Kakimu, kawan, telah  memberi makna solidaritas. Gocekanmu 
kawan, telah mengundang tarian  massal tanpa saweran. Terobosanmu, kawan, 
menghidupkan harapan kepada  adik-adik kita bahwa masa depan itu masih ada. 
Tendanganmu kawan,  membuat orang-orang percaya bahwa kata “bisa” belum punah 
dari kehidupan  kita. Tetapi inilah buruknya hidup di tengah bangsa yang 
frustasi,  semua beban diletakkan ke pundakmu. Seragammu hendak digunakan untuk 
 
mencuci dosa politik. Kegembiraanmu hendak dipunahkan oleh iming-iming  bonus 
dan hadiah. Di Bukit Jalil kemarin, ada yang mengatakan kau  terkapar, tetapi 
aku percaya kau tengah belajar. Di Senayan esok, mereka  bilang kau akan 
membalas, tetapi aku berharap kau cukup bermain dengan  gembira.
Firman Utina, kapten tim nasional sepak bola Indonesia, bermain bola  lah dan 
tidak usah memikirkan apa-apa lagi. Sepak bola tidak ada  urusannya dengan 
garuda di dadamu, sebab simbol hanya akan menggerus  kegembiraan. Sepak bola 
tidak urusannya dengan harga diri bangsa, sebab  harga diri tumbuh dari sikap 
dan bukan harapan. Di lapangan kau tidak  mewakili siapa-siapa, kau 
memperjuangkan kegembiraanmu sendiri. Di  pinggir lapangan, kau tidak perlu 
menoleh siapa-siapa, kecuali Tuan  Riedl yang percaya sepak bola bukan dagangan 
para pecundang. Berlarilah  Firman, Okto, Ridwan dan Arif, seolah-olah kalian 
adalah kanak-kanak  yang tidak mengerti urusan orang dewasa. Berjibakulah 
Maman, 
Hamzah,  Zulkifli dan Nasuha seolah-olah kalian mempertahankan kegembiraan yang 
 
hendak direnggut lawan. Tenanglah Markus, gawang bukan semata-mata  persoalan 
kebobolan tetapi masalah kegembiraan membuyarkan impian lawan.  Gonzales dan 
Irvan, bersikaplah layaknya orang asing yang memberikan  contoh kepada bangsa 
yang miskin teladan.
Kawan,  aku berbicara tidak mewakili siapa-siapa. Ini hanyalah surat  dari 
seorang pengolah kata kepada seorang penggocek bola. Sejujurnya,  kami tidak 
mengharapkan Piala darimu. Kami hanya menginginkan  kegembiraan bersama dimana 
tawa seorang tukang becak sama bahagianya  dengan tawa seorang pemimpin Negara. 
Tidak, kami tidak butuh piala,  bermainlah dengan gembira sebagaimana biasanya. 
Biarkan bola mengalir,  menarilah kawan, urusan gol seringkali masalah 
keberuntungan. Esok di  Senayan, kabarkan kepada seluruh bangsa bahwa 
kebahagiaan bukan urusan  menang dan kalah. Tetapi kebahagiaan bersumber pada 
cinta dan  solidaritas. Berjuanglah layaknya seorang laki-laki, kawan. 
Adik-adik  
kita akan menjadikan kalian teladan!


      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke