Reni

Terima kasih lagi atas posstingan tuisan BePe

Menjadi sesuatu yang sangat spesial saya membacanya dari atas speboat yang 
melaju dengan kecepatan penuh

Dari cara dan gaya menulis BePe ini sungguh dia seorang yang cerdas, berwawasan 
dan berjiwa pemimpin, bolehla BePe disebut intelektul sepakbola tidak saja mahi 
memainkan si kulit bundar tapi mahir juga memberi motivasi buat kawan2nya

BePe pantas jadi kapten timnas yang 100 persen "local content"

Selamat berjuang Be Pe

Wass-Jepe
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Reni Sisri Yanti <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 27 Dec 2010 23:16:28 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] “Indonesia Masih Bisa” (cerita seor
        ang BEPE)

Ditulis Oleh: Bepe, waktu: 28 December 2010, pada kategori:Tim Nasional

 
“Football is an unpredictable thing.. Some results will  make you shock, but 
that’s the thing that makes it passionate, the  mystery in it”
Kekalahan Indonesia dari Malaysia di stadion Bukit Jalil dua hari yg  lalu, 
bagai sebuah tamparan keras bagi bangsa Indonesia. Tidak hanya  seluruh 
punggawa 
tim nasional yg terkejut, akan tetapi seluruh pendukung  merah-putih pun saya 
yakin juga masih merasa tidak percaya dengan hasil  minor tersebut..
Di tengah optimisme akan kebangkitan persepakbolaan kita yg begitu  melambung 
tinggi, kekalahan telak tersebut bak sebuah petir di siang  bolong. Sebuah 
dentuman keras, yg seakan membangunkan kita dari sebuah  mimpi indah di siang 
hari. Sebuah kalahan memang akan selalu mengintai  dalam setiap pertandingan, 
akan tetapi dengan skor 0:3 melawan Malaysia,  tentu tidak pernah terlintas 
dalam benak saya untuk saat ini..
Ketika itu, suasana di ruang ganti tampak berbeda 180 derajat dari 5  
pertandingan yg telah kita lewati sebelumnya. Semua pemain nampak  tertunduk 
lesu memandangi lantai ruang ganti yg basah dan kotor oleh  tanah dan rumput 
lapangan. Keceriaan dan teriakan kemenangan itu tidak  terdengar lagi, yg 
samar-samar terdengar hanyalah suara hembusan napas  panjang dan decakan 
penyesalan yg keluar para pemain yg masih nampak  setengah tidak percaya..
Raut muka si Opa (begitulah kami biasa memanggil Alfred Riedl) masih  nampak 
dingin dan tenang seperti biasa, Riedl memang sebuah pribadi yg  selalu 
terlihat 
tenang, dingin dan sangat fokus dalam apapun keadaannya.  Sebuah kalimat keluar 
dari mulut Riedl saat itu, “Hey,, saya tidak  ingin melihat kalian semua 
berjalan tertunduk saat keluar dari ruangan  ini. Malam ini kita memang tidak 
bermain baik, akan tetapi perjuangan  ini masih belum selesai dan kalian semua 
harus ingat itu”..
Sesaat sebelum memimpin doa penutup, saya meminta waktu kepada Riedl  untuk 
berbicara di depan semua pemain. Dengan setengah berteriak saya  berkata 
“Rekan-rekan kekalahan ini harus berhenti di ruangan ini. Kita  tidak 
memerlukan 
pembahasan yg lebih panjang mengenai apa yg terjadi  malam ini, tidak ada 
saling 
menyalahkan tentang apa yg terjadi di  lapangan tadi. Kita menang bersama-sama 
dan sudah seharusnya kita juga  kalah bersama-sama”. Saat itu saya memberikan 
semangat dengan  berbertepuk tangan, yg seketika disambut dengan tepukan dari 
semua yg  berada dalam ruangan tersebut sambil berteriak, ayooooo…!!!..
Dalam sebuah pertandingan sepakbola. Setiap kemenangan akan membuat  kita 
menjadi lebih percaya diri dan lebih baik sebagai sebuah tim. Akan  tetapi 
setiap kekalahan juga mampu membuat kita menjadi lebih dewasa dan  kebih kuat, 
jika kita mampu menyikapinya dengan cara yg bijaksana. Akan  selalu ada 
pelajaran yg dapat kita petik dalam setiap kekalahan..
Dan lebih daripada itu, bukankan kita masih mempunyai satu  pertandingan final 
lagi di Jakarta. Dimana kita akan bermain di depan  kurang lebih 80 ribu 
pendukung garuda yg sangat fanatik dan militan.  Tempat dimana kita (Dalam 5 
pertandingan terakhir), selalu mampu  menghadirkan kegembiraan bagi pendukung 
merah-putih di seluruh pelosok  negeri. Jadi sangat tidak beralasan dan kurang 
bertanggung jawab  rasanya, jika saat ini kita tertunduk lesu dan patah 
semangat..
Kita tentu masih ingat saat partai final UCL di tahun 2004, ketika  sebuah tim 
bernama Liverpool mampu menyarangkan 3 gol ke gawang Nelson  de Jesus Silva 
(Dida) hanya dalam waktu 45 menit. Sehingga memaksa AC  Milan menjalani 
perpanjangan waktu 2 x 15 menit, dan akhirnya harus  menyerah melalui adu 
tendangan pinalty…
Beberapa waktu yg lalu kita juga disuguhi sebuah kejadian yg terkesan  janggal. 
Ketika tim sekelas Real Madrid dengan sederet  bintang-bintangnya serta pelatih 
sekaliber Jose Mourinho, harus  tersungkur oleh kedigdayaan Barcelona dengan 
skor 5:0 di Camp Nou. Hal  tersebut membuktikan jika sepakbola itu penuh dengan 
misteri, dan akan  selalu demikian sampai kapanpun..
Indonesia memang sangat jauh dari gambaran kekuatan Liverpool maupun  
Barcelona. 
Akan tetapi saya juga sangat yakin jika Malaysia tidak sekuat  dan setangguh AC 
Milan ataupun Real Madrid. Sehingga kemungkinan bagi  kita (Indonesia) untuk 
dapat memukul Malaysia dengan skor telak di  Gelora Bung Karno, juga masih 
sangat terbuka lebar…
Beberapa contoh diatas, adalah gambaran magis dari sebuah olahraga  bernama 
sepakbola. Dimana dalam setiap menit atau bahkan detiknya penuh  dengan kejutan 
dan kejadian-kejadian yg sarat akan emosi. Sepakbola,  akan selalu dikelilingi 
dengan misteri-misteri yg terkadang susah di  mengerti dengan hanya sekedar 
akal 
sehat. Dan hal-hal tersebutlah yg  sebenarnya membuat olahraga ini menjadi 
sangat menggairahkan..
Maka, sangat beralasan rasanya jika setelah kekalahan 0:3 dari  Malaysia 
tersebut, keesokan harinya saya berteriak dengan lantang  melalui corong akun 
twitter saya sebagai berikut:
@bepe20: Bukankah masih ada 90 menit lagi di Jakarta kawan-kawan.. Tetap 
Semangat…!!! #Indonesiamasihbisa
Terus berusaha keras, adalah jalan satu-satunya yg harus kita tempuh  pada tgl 
29 desember nanti, di Stadion Utama Gelora Bung Karno.“Karena dengan berhenti 
berusaha, maka kita tidak lebih baik dari seorang pengecut”.  Dan apapun hasil 
dari pertandingan leg kedua nanti, mari kita pastikan  jika kita telah 
mengeluarkan semua kemampuan terbaik kita untuk coba  memenangkan pertandingan 
tersebut. Karena kesempatan ini tidak akan  datang dua kali kawan, iya tidak 
akan datang dua kali..
Selamat berjuang untuk kita semua. Ini adalah final ke 4, setelah  pada 3 final 
sebelumnya kita selalu gagal. Mari kita satukan tekat dan  saling bahu-membahu 
untuk mewujudkan impian itu menjadi sebuah  kenyataan. Memang tidak mudah untuk 
mengejar defisit 3 gol, akan tetapi  hal tersebut rasanya juga bukan menjadi 
sebuah hal yg tidak mungkin  kawan, “It’s time to show from what we are made of”
Akhir sekali, ijinkan saya untuk mengutip sebuah Quote, dari seorang  tokoh 
besar dunia yg bernama Sir Winston Leonard Spencer Churchil atau  lebih kita 
kenal dengan nama Winston Churchill, yg berisi demikian;
“Success consists of going from failure to failure without loss of enthusiasm”
Maka, tetaplah semangat kawan-kawan seperjuanganku. Karena kita semua masih 
percaya, jika;
“Indonesia Masih Bisa”
Selesai…


      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke