Tentang ibadah, Islam cukup berbeda dengan agama-agama lain. Kalau agama lain, ibadah adalah urusan masing-masing, sedangkan dalam Islam tidak sepenuhnya begitu. Masalah ibadah tetap punya konsekuensi di dunia, tidak hanya di akhirat.
Sebagai contoh, jima' antara suami - istri bernilai ibadah, sedangkan jika dilakukan oleh pasangan bukan suami - istri adalah zina. Jika dari zina dilahirkan seorang anak, maka ada konsekuensi hukum di dunia yaitu anak itu tidak dinisbatkan ke bapak biologisnya dan tidak pula menerima waris. Sedangkan bagi pelaku zina ada hukuman di dunia berupa dera 100 kali bagi pelaku yang belum pernah menikah, sedangkan bagi pelaku zina yang pernah menikah hukumannya adalah hukuman rajam. Pelaksanaan hukuman di dunia memiliki konsekuensi di akhirat yaitu pengampunan dosa pelaku yang bertaubat. Begitu juga dengan shalat. Jika ada seseorang yang mengaku muslim tidak melaksanakan shalat karena menolak kewajibannya, maka ada konsekuensinya di dunia yaitu harus diperintah shalat dan jika menolak, hukumannya adalah hukuman mati, karena dia telah murtad. Itu semua adalah pelaksanaan hukum Allah yang telah ditetapkan. Penegakan hukum Allah tidaklah hanya di akhirat, tetapi juga telah diwajibkan atas manusia melalui syari'at yang disampaikan Rasul-Nya. Oleh karena itu, dalam Islam, amar ma'ruf nahyu munkar juga meliputi pelaksanaan ibadah, apalagi ketika pelaksanaan ibadah itu disebarluaskan ke umum. Tentunya amar ma'ruf nahyu munkar harus mengikuti adab-adabnya. Juga, ketika seseorang ber-amar ma'ruf nahyu munkar, tidak berarti bahwa dirinya lebih baik secara mutlak dari orang lain, tetapi tentu jika dia meninggalkan amar ma'ruf nahyu munkar, itu lebih buruk. Kita harus takut terhadap 'adzab Allah yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim (zhalim = menempatkan sesuatu bukan pada yang semestinya). "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Aali Imraan 3.104) "Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS. Aali Imraan 3.110) "Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang lalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya." (QS. al-Anfaal 8.25) Allahu Ta'aala a'laam. Wassalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh, -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
