بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Nyamuk dan kipas
Oleh K Suheimi 

Saya sering dibisingkan oleh nyamuk yang mendenging ditelinga, dia menganggu 
nyenyak tidurku. Sengatannya yang perih dan gatal juga menyiksa. Dan 
menimbulkan kesal ketika saya gagal menepis dan membunuhnya.
Kemudian bahaya penyakit yang telah menyerang anak dan menantu saya.

Bermacam obat antinyamuk dan olesan saya lakukan pada keluarga. Sampai 
memelihara ikan di pekarangan yang memusnahkan dan membasmi jentik nyamuk. 
Memang di pekarangan tak ada lagi nyamuk, tapi nyamuk datang dari pekarangan 
dan tanah kosong di sekeliling rumah.

Saya sadari setiap kali menyemprotkan  obat antinyamuk dan olesan, semua 
mengandung racun, walaupun dia harum semerbak, sewaktu menyemprotkannya kita 
harus menjauh dan keluar dari kamar. 

Walaupun setiap hari  obat antinyamuk dan olesan di oleskan namun nyamuk itu 
datang dan datang lagi.    

obat antinyamuk adalah bahwa zat yang dipakai itu RACUN, dan tidak ada racun 
yang benar-benar aman. 
Keberadaan obat antinyamuk sangat dibutuhkan setiap keluarga. Bukan hanya untuk 
melindungi diri dari gigitan nyamuk agar tidur malam terasa nyenyak, juga untuk 
mencegah terjangkitnya penyakit akibat gigitan nyamuk yang bisa membahayakan 
nyawa, seperti malaria dan demam berdarah. Nyamuk berkembang biak dengan pesat 
dan penyakit demam berdarah mengintai di mana-mana, obat antinyamuk menjadi 
barang yang vital. 

Tapi ternyata obat nyamuk ini tidak betul-betul melindungi. Sebaliknya, malah 
berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih berat dan berbahaya. Hal 
ini disebabkan obat antinyamuk dibuat dari bahan-bahan kimia yang tidak seratus 
persen aman bagi kesehatan. Awal mulanya bahan-bahan kimia ini dianggap tidak 
bermasalah. Belakangan, seriring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan 
gencarnya riset yang dilakukan, diketahui satu per satu bahan kimia yang 
terdapat dalam obat antinyamuk terbukti merugikan penggunaanya. Sayang, 
kerugian in tidak disadari masyarakat karena sebagian besar efek negatifnya 
baru terasa beberapa tahun kemudian. Benar-benar merusak tubuh secara bertahap, 
perlahan dan diam-diam.

Saya khawatir dan saya cemas, . Sampai satu hari terbaca dalam detik com 
penjelasan yang bagus  tentang kipas angin.
Mudah2an bermanfaat untuk kita semua

Kipas Angin Sama Ampuhnya dengan Obat Nyamuk

AN Uyung Pramudiarja : detikHealth

detikcom - East Lansing, Tidak perlu bingung bila kehabisan stok obat nyamuk 
di rumah sebab kipas angin sama ampuhnya dalam mengusir serangga nyamuk. Kipas 
angin juga lebih aman asalkan Anda tak gampang masuk angin. 

Penggunaan kipas angin tidak mempunyai efek samping kecuali bagi yang gampang 
masuk angin. Itupun bisa diatasi dengan mengatur arah hembusan, agar tidak 
langsung mengarah ke tubuh. 

Setidaknya bila dibandingkan obat nyamuk bakar, kipas angin tidak menyebabkan 
sesak napas. Dibandingkan lotion obat nyamuk, kipas angin tidak memiliki risiko 
iritasi kulit dan terutama sekali tidak mengandung bahan beracun. 

Mengapa nyamuk takut pada kipas angin? 

Alasan paling sederhana adalah bahwa kipas angin efektif untuk mengacaukan 
'penerbangan' para nyamuk. Seperti saat badai atau cuaca buruk, nyamuk ibarat 
pesawat ringan yang akan kesulitan untuk mendarat di kulit manusia. 

Tentu saja itu bukan satu-satunya alasan. Dikutip dari Livescience, Senin 
(19/7/2010), kipas angin juga membuat karbon dioksida (CO2) dari sisa 
pernapasan manusia menyebar ke seluruh ruangan atau bahkan keluar. 

Karena orang yang tidak berada dalam lingkungan yang banyak mengandung CO2 
biasanya jarang didatangi nyamuk. Sebaliknya, semakin banyak CO2 di sekitarnya 
maka akan lebih banyak nyamuk berdatangan. 

Gas CO2 adalah salah satu unsur kimia yang menarik perhatian nyamuk. Peneliti 
dari Michigan State University pernah mengembangkan sebuah perangkap nyamuk, 
dengan alat penghasil CO2 di dalamnya yang berfungsi sebagai umpan untuk 
menarik perhatian. 

Kipas angin juga bisa membuat tubuh manusia menjadi lebih sejuk. Akibatnya 
produksi keringat menjadi berkurang, dan lagi-lagi hal ini mengalihkan 
perhatian para nyamuk yang lebih menyukai bau asam dari keringat.

Selamaini kami pakai AC, listriknya mahal tapi tak bisa membunuh nyamuk. Dengan 
kipas angin udara akan segar CO2 akan berkurang, keringat menguap, kulit segar, 
dan nyamukpun hengkang.

 
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Sucinya dalam Al_Qur'an 

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang 
lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa 
perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: 
'Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?'. Dengan perumpamaan itu 
banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak 
orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali 
orang-orang yang fasik, (2,26)

Pekanbaru 30 des 2010

Terima kasih yang telah kepada AN Uyung Pramudiarja : detikHealth
Yang telah menulis di detik com
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke