Setahu saya, dalam Islam pengertian dusta adalah mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataannya, baik disengaja atau tidak (sehingga orang yang menyampaikan lagi segala sesuatu yang didengarnya dikatakan pendusta). Ada kasus-kasus tertentu yang dikecualikan darinya (yakni tidak disebut sebagai dusta).
Dari Ummu Kultsum radhiyallahu 'anha berkata: "Aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan keringanan pada sesuatu yang diucapkan manusia dari kedustaan kecuali pada tiga hal: pada peperangan; mendamaikan di antara manusia; dan pembicaraan seorang suami kepada istrinya dan pembicaraan seorang istri kepada suaminya." (HR. Muslim) Allahu Ta'aala a'laam. Wassalaamu'alaykum, -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
