Kanda Zultan dan Ridha

Sangat menarik sekali penjelsan Ridha ini, sisi menariknya bukan pada
angka2 yang didapat secara perhitungan Matematis tapi ini sesuai
dengan analogi Kanda Zultan tentang berbagai program Televisi tersebut

Dalam hal ini seperti yang disampaikan Ridha kita bisa memilih di
rentang camilan yang tersedia sesuai dengan uang yang tersisa,
berbagai kemungkinan dan cukup banyak pilihan

terakhir jika Kanda Zultan berkata  "Satu-satunya cara penonton
menyelamatkan diri: "matikan TV!" Hehehe"

analoginya

Ya jika tak satupun dari aneka camilan/snek ini disuka
jangan dibeli simpan saja duit anda baik-baik he he he

Menarik dari segi Philosophy

Itulah saya suka akan Metematika atau Statistika itu

artinya kita harus bisa membaca apa arti angka atau hasil perhitungan itu

masih ingat saya dalam ilmu klimatologi

ketika berbicara Statistik oleh dosen tersebut

Mungkin kah besok hujan

Jika saya jawab "tidak akan hujan"

dosen ini akan marah, itu bukan jawaban

tapi ketika mengolah data-data yang ada secara statistik
Maka jawaban yang tepat "kemungkinan hujan sekian persen"

kalaupun "tidak tidak hujan " maka jawabnya "peluang tidak hujan besok 0 persen

***
Seperti saya pernah bercerita dengan kanda Zultan jumpa di Pekanbaru
ketika petugas statistik (sensus) di rumah saya hanya menempel stiker
saja di depan pintu saya dengan berbagai indikator dan tanda tangan
padahal menurut istri saya yang sering keluar rumah tidak sedikitpun
para petugas itu bertanya dan melakukan pendataan sesuai dengan data2
angka yang diinginkannya

saya lalu berpikir..sungguh miris saya atas kejadian sensus seperti
ini, dalam pikiran "pantasan salah melulu-melulu pemerintah kita ini
dalam mengambil kebijaksanaan pembangunan karena data-data tersebut
boleh dikatakan tidak akurat, bisa jadi banyak hal2 seperti ini
dilakukan dari pada petugas sensus yang serius mendatangi dan mendata
dari rumah ke rumah"

sungguh sebuah sikap yang jauh dari profesional, jika banyak petugas
sensus berlaku seperti ini sekedar mendapatkan honor dan target yang
dibebani saja dan sangat sia-sia belaka angka-angka yang mereka
tampilkan itu adalah fiktif dan semu belaka, bagi yang mengolah data
toleransi errornya tentu tak lebih dari 5 persen tapi faktanya
toleransi error tersebut diolah dari data yang fiktif, cilakalah para
pembaca angka tersebut dalam menterjemahkan apa maksudnya untuk
mengambil langkah2 kebijakan pembangunan disegala bidang

Bagaimana pendapat kanda Zultan dan Ridha tentang hal ini

Begitu kira2, maaf nih Ridha dan Kanda Zultan yang ahli Statistik jika
pemahaman saya terasa dangkal

Wass-Jepe


Pada 1 Januari 2011 23.15, Ahmad Ridha <[email protected]> menulis:
>
> 2011/1/1 ZulTan <[email protected]>
>
>> Yang ingin kita ketahui lebih lanjut, bagaimana cara menemukan
>> jawaban-jawaban tersebut dengan cepat?
>
> Saya pakai cara seperti ini, Pak:
>
> Pisang -> a = 300
> Godok -> b = 200
> Ubi -> c = 150
> Tempe -> d = 200
> Tahu -> e = 250
>
> a + b + c + d + e = 1100
> max(1100n) <= 10000
> n = 9
> target belanja = 9900
> bagian untuk a -> 3/11 * 9900 = 2700 = 9a
> bagian untuk b -> 2/11 * 9900 = 1800 = 9b
> bagian untuk c -> 1,5/11 * 9900 = 1350 = 9c
> bagian untuk d -> 2/11 * 9900 = 1800 = 9d
> bagian untuk e -> 2,5/11 * 9900 = 2250 = 9e
>
> sisa uang = 100 maka agar habis harus ada yang dialihkan, misalnya e
> dikurang satu maka sisa menjadi 100 + 250 = 350.  Sisa 350 itu lalu bisa
> didistribusikan lagi untuk membeli dua gorengan yang berharga 200 dan 150
> misalnya b & c atau c & d. Jadilah hasil:
>
> Pisang : 9 = 2700
> Godok : 10 = 2000
> Ubi : 10 = 1500
> Tempe : 9 = 1800
> Tahu : 8 = 2000
>
> atau kalau lebih suka tempe daripada godok, bisa:
>
> Pisang : 9 = 2700
> Godok : 9 = 1800
> Ubi : 10 = 1500
> Tempe : 10 = 2000
> Tahu : 8 = 2000
>
> Pendekatan sebaliknya dengan cara mengasumsikan bahwa masing-masing gorengan
> 10 buah. namun totalnya menjadi Rp. 11.000,- melebihi uang yang tersedia
> (Rp. 10.000,-) maka langkah selanjutnya adalah mengurangi pembelian sebesar
> Rp. 1000. Pengurangan 1000 itu bisa diambil dari:
> - 2 pisang, 1 godok, dan 1 tempe; atau
> - 2 pisang, 2 godok; atau
> - 2 pisang, 2 tempe; atau
> - 2 pisang, 1 ubi, dan 1 tahu; atau
> - 2 ubi, 1 godok, dan 1 tempe; atau
> - lainnya sesuai selera. : )
>
> --
> Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
> (l. 1400 H/1980 M)
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke