Ass.ww. Pak Saaf dan dunsanak nan lainnya. Menuruik ambo kebiasaan untuk meminta maaf harus menjadi sebuah tradisi terutama di lingkungan sesama anggota keluarga, sesuku ataupun dalam komunitas yang lebih besar. JANGANLAH MERASA MALU untuk meminta MAAF kepada orang lain, kendati orang tersebut jauh lebih muda dari segi usia, mungkin indak bapangkaik, indak kayo atau tidak memiliki status sosial yang tinggi, apabila kebiasaan ini dilakukan pada saat memperingati Hari Raya Idul Fitri ataupun pada hari-hari biasa.
Tidaklah Susah ataupun HIna untuk menyatakan Permohonan Maaf kepada orang lain terutama di lingkungan keluarga. Nan agak barek tantu dek "Urang-urang nan Ongeh, Uju, Sombong, Kareh tangkurak, Angkuh apolai Urang-urang nan maraso dirinyo nan paliang bana. Sakian dulu. Ramadhanil Pitopang 47 tahun. Palu --- Pada Sen, 3/1/11, Dr. Saafroedin BAHAR <[email protected]> menulis: Dari: Dr. Saafroedin BAHAR <[email protected]> Judul: [...@ntau-net] Silaturrahmi di Kampung Batak. Kepada: "rantaunet rantaunet rantaunet" <[email protected]> Tanggal: Senin, 3 Januari, 2011, 4:36 AM Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta, Bagaimana pendapat Sanak terhadap kebiasaan ini : mengadakan refleksi tahunan, bersyukur terhadap rahmat yang telah diperoleh, dan saling meminta maaf atas segala kesalahan? Bisakah kita manfaatkan kebiasaan ini -- misalnya pada malam menjelang Idul Fitri -- untuk lebih mendekatkan silaturrahmi sesama kita, bermula sesuku [dilengkapi dengan mengundang para 'anak pisang'], lalu se nagari, se kecamatan, se kabupaten, se provinsi, lalu se Indonesia: ? Wassalam, Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo (Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita. TOBA SAMOSIR Silaturahim di Kampung Batak Kompas, Minggu, 2 Januari 2011 | 03:07 WIB Mara Siagian (72) berwajah serius ketika meminta maaf kepada istrinya, Renata br Marpaung (70). ”Saya minta maaf da Inang karena sering menyuruh, padahal kita sudah sama-sama tua,” kata Mara dalam bahasa Batak. Kakek 22 cucu itu juga meminta maaf kepada anak-anak dan cucunya karena selama ini tidak bisa memberikan yang terbaik kepada mereka. Ucapan itu disampaikan Mara Sabtu (1/1) dini hari sesaat setelah tahun 2011 tiba di depan istri dan sebagian anak serta cucunya yang ”pulang kampung” tahun baru ini. Ia mengajak istrinya berjabat tangan yang diterima hangat oleh istrinya. Seluruh anggota keluarga yang hadir, dimulai dari yang paling muda, mengucapkan refleksi mereka akan tahun yang telah berlalu, meminta maaf kepada seluruh anggota keluarga, terutama pada yang paling ”bermusuhan”. Acara malam itu tak hanya terjadi di rumah Mara, tetapi pada hampir semua keluarga- keluarga Batak di mana pun mereka berada. Mereka berdoa bersama dan melakukan refleksi atas tahun yang sudah berjalan. Tak jarang cucuran air mata, tawa, kekesalan, atau senyum pahit mendera para anggota keluarga. Abang tertua pada keluarga Siagian itu misalnya. Ia berefleksi bahwa Tuhan memberikan banyak kebaikan kepadanya tahun lalu. Salah satunya sebuah promosi jabatan yang sudah keluar SK-nya tetapi batal terjadi. Anggota keluarga yang lain tercekat sekaligus merasa bangga. ”Saya bersyukur atas apa yang terjadi. Saya menghormati para atasan saya, maka saya tak mau membayar kedudukan itu. Kalau saya membayar, penghormatan saya terbatas apa yang dibayarkan itu,” ujarnya. Robinson Siagian (69), mantan Kepala Desa Marsangap, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, mengatakan, seingatnya tradisi bertahun baru di rumah dengan doa dan refleksi dimulai sejak 1970-an. ”Dulu awalnya di gereja,” tutur Robinson. Lain dengan keluarga Ragam Siagian, warga asli Desa Marsangap yang merantau ke Riau. Malam tahun baru ini adalah sejarah baru bagi keluarga delapan bersaudara itu karena merupakan tahun baru dengan kehadiran keluarga terbanyak. Enam dari delapan bersaudara berikut keturunannya yang tersebar di Sumatera dan Jawa datang. Selepas doa bersama pada tengah malam, pagi-pagi mereka berziarah ke makam orangtua mereka. Selain ziarah dan silaturahim, inti dari pertemuan ini untuk mengenalkan kerabat kepada seluruh anggota keluarga, selain menjadi sarana orangtua mengajarkan sejarah leluhurnya kepada anak-anak. ”Kami mengenalkan kepada anak-anak bahwa kami ini anak petani, tetapi orangtua menyekolahkan walau hanya berbekal pacul,” kata Maju Siagian. (Aufrida Wismi Warastri) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
