Mamak Darwin

Tarimo kasih ulasannyo. Salah seorang putra Minangkabau pernah menulis
sesuatu yang manuruik ambo cukup spektakuler di awal keruntuhan ORBA, judul
buku baliau adolah kiro2 "Rente Ekonomi Kayu di Indonesia". Sajak itu,
kajian-kajian ekonomi politik sumberdaya alam, marak dilakukan. Baliau
banamo DR. Mubarik Achmad, terakhir ambo batamu baliau beberapa bulan lalu
di salah satu forum Perubahan Iklim di Jakarta.

Menarik sekali pendekatan ekonomi politik iko untuak mengupas sebuah
eksploitasi sumberdaya alam di Indonesia. Namun sayang, peradilan kito agak
rijid memandang iko, pendekatannyo adolah pembktian hukum. Sahinggo dalil
indikasi adonyo bau tidak sedap dalam izin 13 perusahaan tambang nan masuak
kawasan linduang dengan perubahan UU Kehutanan nan pernah kami ajukan ka
Mahkamah Konstitusi, di tolak, alasannyo, harus di buktikan dulu secara
pidana, baru bisa di pertimbangkan di MK.

Sakali lai, tarimo kasih, kalau ado soft file literatur yang menyangkut ‘Teori
Perburuan Rente Ekonomi’ (*Theory of Economic Rent-seeking*) ata paper2
kajian nan mamakai teori iko sebagai pisau analisanyo, buliah juo mamak
kirimkan ka ambo. Sebagai bahan untuak baraja lebih jauh.

Salam

andiko

Pada 3 Januari 2011 00.13, Darwin Bahar <[email protected]> menulis:

> Nakan Tan Mancayo sarato Sanak sa Palanta
>
> Saya mengerti dengan apa yang Tan Mancayo maksud dengan istilah ‘rente
> ekonomi’ dalam kalimat “*Salain itu tantulah rente ekonomi lado ko lebih
> menguntungkan pedagang dari pado petaninyo*”. Namun istilah yang lebih
> tepat digunakan adalah ‘durian runtuh’ atau yang dalam ilmu ekonomi dikenal
> *windfall profit*. Dugaan saya Tan Mancayo menggunakan istilah *rente*(atau 
> riba, ingat istilah rentenir) karena sebagian pedagang yang
> diuntungkan oleh ‘durian runtuh’ tersebut adalah para tengkulak yang dengan
> kekuatan modalnya membeli lado tersebut dari para petani dengan harga murah
> (CMIIW).
>
> Istilah Rente Ekonomi atau *Economic Rent* sebenarnya merupakan istilah
> yang digunakan dalam kajian ekonomi politik. Kata rente atau sewa dalam
> pengertian ekonomi politik ini tidak sama dengan kata ‘*rent*’ atau sewa
> yang digunakan dalam Teori Ekonomi Umum---antara lain dalam perhitungan
> pendapatan nasional---yang berarti uang yang diperoleh dari menyewakan
> barang atau lahan kepada orang lain. Teori yang mengkaji masalah ini dikenal
> dengan sebutan ‘Teori Perburuan Rente Ekonomi’ (*Theory of Economic
> Rent-seeking*).
>
> Ekonomi Rente ini terwujud dalam bentuk kerjasama saling menguntungkan
> antara oknum pengusaha yang menyediakan modal domestik maupun asing dengan
> pejabat yang menyediakan fasilitas, insentif, dan proteksi. Pengusaha
> memperoleh keuntungan kemudahan sumber daya murah, mudahnya akses atas
> informasi dan peluang yang diperoleh melalui kebijakan yang dikeluarkan.
> Sementara pejabat memperoleh keuntungan dalam imbalan suap dan peluang untuk
> melakukan kolusi dan korupsi (Thamren Ananda, 2010).
>
> Negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia tentu saja, baik di pusat
> maupun di daerah, adalah tempat subur bagi para *economic rent-seekeers *atawa
> para pemburu rente ekonomi. Contoh yang paling anyar ialah isu-isu yang
> berkembang seputar peluncuran IPO PT Krakatau Steel beberapa waktu yang
> lalu. Sedangkan bagaimana para para pemburu rente ekonomi bekerja di daerah
> dapat diikuti dalam kasus Tarakan yang akan saya forwardkan pada posting
> berikut ini.
>
> Apakah para pemburu rente ekonomi ini ada di lingkungan BA-1? Pertanyaan
> saya itu tentu saja ‘pertanyaan bodoh’, walaupun ‘*so far*’ dari
> pemberitaan media masa, saya belum menemukan kasus yang mencuat.
>
> Eniwe, saya berdoa agar Gubernur yang muda, bersahaja, bijaksana/mau
> mendengar (seperti yang terlihat dari cara beliau dalam menyikapi pro dan
> kontra terhadap penyelenggaraan KKM 2010), serta punya visi lingkungan hidup
> yang hebat, seperti yang terlihat pada kemarahan beliau terhadap pembalakan
> liar di Lembah Anai yang dinisbatkan beliau sebagai ‘paru-paru dunia’ itu ("
> *Saya tidak akan biarkan hal ini terjadi berkepanjangan, bisa dibayangan
> kawasan hutan lindung Lembah Anai ini akan gundul dan merusak ekologi alam
> yang ada. Ini sangat membahayakan kita semua*," ucap beliau seperti
> dikutip Singgalang 20/11/10), terlindung dari para pemburu rente ekonomi di
> sekitar beliau.
>
> Ya saya hanya bisa berdoa, karena yang bisa memagari beliau tentunya
> hanyalah orang-orang dekat beliau yang benar-benar mencintai beliau dan
> ingin beliau sukses membawa Sumbar lebih baik lagi ke depan.
>
> Lagi pula, apalah awak ini.
>
>
>
> Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67+)
>
> Asal Padangpanjang, suku Panyalai, tinggal di Depok, Jawa Barat
>
>
>
>
>
>
>
> <http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/134317;_ylc=X3oDMTJzaWprYzBrBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzExMjAxMjcEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MzI5NzI5BG1zZ0lkAzEzNDMxNwRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMjkzOTQ5OTI2>
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke