Sanak Palanta

Untuak malapeh malam

Laporan Rafles Kutiko berkunjung ke Pedalaman Minangkabau, mulai bajalan
dari Padang 14 Juli 1818

..................Saat memasuki desa ini, kami terkejut melihat pakaian
penduduknya yang sangat berbeda dengan pakaian khas Melayu. Mereka
berpakaian sesuai dengan adat orang putih, atau Kaum Padri, yaitu pakaian
berwarna putih atau biru, mengenakan sorban, dan membiarkan jenggot mereka
tumbuh, sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Tuangku Pasaman,
seorang pembaharu agama. Karena tidak terbiasa mengenakan sorban dan pada
dasarnya memang tidak berjenggot lebat, orang-orang malang itu kelihatan
aneh dengan pakaian baru mereka. Para perempuan juga mengenakan pakaian
putih atau birupun tidak tampak menarik................

Sumber : Anthony Reid : Sumatera Tempo Doeloe, Dari Marcopolo Sampai Tan
Malaka

Salam

andiko

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke