Alun bisa ambo bukak lai, bung IJP, tapi mangarati mukasuiknyo. Kalau baitu, 
posisi lado ko dalam hiduik urang Minang adolah saketek di bawah ABS SBK, he 
he. 
 
[Jan dianggap serius bana, iko bagarah komah.]


Wassalam,
Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo
(Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) 
Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.



--- On Thu, 1/6/11, Indra J Piliang <[email protected]> wrote:


From: Indra J Piliang <[email protected]>
Subject: Re: [...@ntau-net] AYO TANAM CABAI RAMAI-RAMAI !
To: "RantauNet" <[email protected]>
Date: Thursday, January 6, 2011, 3:12 PM


http://www.indrapiliang.com/2011/01/06/tak-pedas-maka-tak-minang/


~~."IJP".~~


From: "Dr. Saafroedin BAHAR" <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Thu, 6 Jan 2011 00:11:17 -0800 (PST)
To: rantaunet rantaunet rantaunet<[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Cc: gebuminang pusat<[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] AYO TANAM CABAI RAMAI-RAMAI !






Assalamualaikum ww para sanak sa palanta. Ado kaba elok ko ha:
 
Dorong Masyarakat Tanam Cabai, Pemerintah Beri Benih Gratis  
Luhur Hertanto - detikFinance 


Detik.com. 6 Januari 2010. Jakarta - Pemerintah akan memberikan benih cabai 
gratis untuk para keluarga dalam rangka mendorong gerakan tanam cabai. Ini 
diharapkan bisa mengatasi masalah kenaikan harga cabai yang terjadi.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Suswono ketika ditemui di kantor 
Presiden, Jakarta, Kamis (6/1/2011).

"Kita berikan nanti benih secara gratis ke rumah tangga untuk tanam. Ini 
langkah buat jangka pendeknya," jelas Suswono.

Suswono mengatakan, untuk mendorong gerakan tanam cabai nasional ini, 
pemerintah akan mendorong lembaga-lembaga di masyarakat seperti lembaga ibu-ibu 
PKK.

"Nanti akan ada beberapa provinsi yang kita coba, salah satunya di Lampung," 
imbuh Suswono.

Hal serupa juga disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu juga 
mengatakan pemerintah akan menyebar benih cabai kepada setiap rumah tangga. Ini 
sebagai bentuk antisipasi menunggu panen yang terjadi 2 atau 3 bulan lagi.

Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berharap masyarakat bisa 
menerapkan ketahanan pangan dari tingkat yang paling kecil, mulai dari 
ketahanan pangan keluarga. Caranya bisa dilakukan dengan cara menanam 
bahan-bahan pangan di halaman rumah.

Menurut SBY, dengan menanam bahan-bahan pangan di pekarangan rumah, makan 
keluarga tersebut sudah bisa membangun semacam ketahanan pangan warga. Dengan 
demikian, rumah tangganya tidak akan terpenaruh oleh gejolak kenaikan harga 
bahan-bahan pokok seperti yang terjadi akhir-akhir ini.
(dnl/qom) 

Wassalam,
Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo
(Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta) 
Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.



-- 



      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke