Da Nofrin, mantap, cah lai ambo cigok,
Salam,
Elthaf

2011/1/9 Y. Napilus <[email protected]>

>   Dear All,
>
> FYI. Hartati, asal Solok Selatan. Lulusan STSI Padang Panjang dan IKJ.
>
> Ini kutipan status di Facebook saya Jumat 7 Jan 2010 pagi 07.40 lalu:
> "Contoh sukses utk Industri Prwsta, mari belajar dr Belitung...! Stlh film
> LASKAR PELANGI, jumlah wistwn naik 700% kesana. Penulisnya dpt penghargaan
> dimana-mana. Para Produser Film dan Sinetron difasilitasi habis oleh
> Pemdanya jk shooting disana. Skrg, stlh MUSIKAL Laskar Pelangi meledak dan
> tiket habis terus tiap hari, ampe SBY & Boed pun ikut nonton, bayangkan
> hasilnya nanti utk Belitung...!!". Hingga pagi ini sudah ada 40 comments
> dan 26 org yang menyukai pernyataan di Facebook saya ini. Silahkan diikuti
> atau ditambahkan bagi yg tertarik. Tks
>
> Mohon maaf sebelumnya, semoga ada sisi positif utk Pariwisata Sumbar dan
> Visit Indonesia Years, Wonderful Indonesia...! Terima kasih...
>
> Salam,
> Nofrins Napilus
> <http://www.faceofindonesia.com/>www.faceofindonesia.com
>
>
> Sumber:
> http://cetak.kompas.com/read/2011/01/09/03254185/hartati.membuka.jendela.kehidupan
>
> Hartati Membuka Jendela Kehidupan
> Minggu, 9 Januari 2011 | 03:25 WIB
>
>  KOMPAS/ PRIYOMBODO
> Hartati, koreografer.
>
> *Ilham khoiri*
>
>
> Salah satu buah dari proses itu dapat disaksikan dalam pentas ”Musikal
> Laskar Pelangi” di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, yang
> digelar hingga 9 Januari ini. Dalam pertunjukan yang berangkat dari novel
> dan film terkenal Laskar Pelangi itu, Hartati dipercaya sebagai
> koreografernya. Dia menata gerak berbagai adegan yang berdurasi hampir tiga
> jam.
>
>
> Bentuk koreografi Hartati memperlihatkan paduan perilaku manusia
> sehari-hari dengan khazanah tarian zapin Melayu, silat Minangkabau, balet
> modern, dan gaya bebas. Semuanya diramu sebagai bagian dari narasi pentas
> musikal yang mengisahkan perjuangan 10 anak dalam memperoleh pendidikan di
> Kampung Ganthong, Pulau Belitong.
>
> Pentas dibuka dengan tarian para kuli timah. Dengan mengadaptasi
> langkah-langkah tari zapin Melayu, gerakan mereka tampak dinamis dengan
> loncatan, gerak maju-mundur, atau berayun ke kiri-kanan. Iramanya
> rancak-serempak.
>
>
> Mereka menari sambil bernyanyi tentang Belitong sebagai pulau penghasil
> timah. Tergambar, bagaimana mereka bosan dengan rutinitas kerja, tetapi
> harus tetap melakoninya demi memperoleh penghidupan.
>
>
> Tiba pada penampilan anak-anak, bahasa geraknya berubah. Tariannya
> turun-naik mengikuti pergulatan mereka di sekolah yang hampir roboh itu.
> Saat sedih, tarian mereka lamban dan murung. Ketika bersemangat, gerak
> menjadi trengginas. Saat adegan romantis, tariannya menjadi puitis.
>
>
> Lihat saja tarian Aling, gadis China yang dipuja Ikal. Ketika Ikal
> menyenandungkan kerinduan kepada pujaannya, gadis itu tiba-tiba muncul dalam
> gerak tarian balet yang anggun di tengah kupu-kupu yang beterbangan.
>
>
> Tak pelak lagi, koreografi karya Hartati menjadi salah satu unsur yang
> menghidupkan pentas ”Musikal Laskar Pelangi”. Tarian para pemain menyatu
> dengan kekuatan tata panggung semirealis, musik yang dinamis, lagu, serta
> keseluruhan narasi pertunjukan yang bersahaja tetapi menghibur itu.
>
>
> ”Koreografi di sini lebih fungsional karena menjadi bagian dari seluruh
> cerita, musik, dan aspek-aspek pemanggungan. Saya berusaha membuat gerak
> tari yang nyaman bagi anak-anak yang mesti menyanyi sambil menari di
> panggung,” kata Hartati di sebuah kafe di TIM, Kamis (6/1) sore.
>
> *
> *
>
> *Perempuan*
>
> Kiprah Hartati dalam pertunjukan garapan sutradara Riri Riza ini menandai
> salah satu pencapaian perempuan ini dalam dunia koreografi. Sebelumnya, dia
> lebih sebagai koreografer yang memadukan tradisi silat Minangkabau dengan
> tari kontemporer. Dia termasuk generasi penerus koreografer Sumatera yang
> berkiprah di kancah tari modern Indonesia, seperti Huriah Adam, Gusmiati
> Suid, kemudian Tom Ibnur dan Boi G Sakti.
>
> Hanya saja, Hartati kemudian memanfaatkan corak tarian itu untuk secara
> khusus menggarap tema perempuan. Hasilnya memperlihatkan keluwesan khazanah
> tradisi dalam bahasa gerak kontemporer yang ditopang gagasan aktual.
> Karyanya itu lebih menggigit karena berangkat dari pengalaman pribadi,
> kehidupan masa kecil, pergulatan di rumah tangga, penelitian, atau bacaannya
> terhadap kenyataan dan berbagai referensi lain.
>
> ”Sayap yang Patah” (tahun 2001), termasuk koreografi awal karya Hartati
> yang secara jelas memperlihatkan karakteristik itu. Dia menggambarkan
> perempuan yang terpenjara oleh berbagai pekerjaan rumah tangga sehingga
> kehabisan waktu untuk diri sendiri.
>
> Tahun berikutnya, lewat karya ”Membaca Meja”, dia menggugat superioritas
> laki-laki terhadap perempuan. Begitu pula ”Ritus Diri” (2004) yang
> mempertanyakan sistem matrilineal (garis keturunan pada perempuan) di
> Minangkabau yang terdesak kekuasaan laki-laki.
>
>
> Pada tahun-tahun berikutnya, Hartati tak lagi sekadar mengeluhkan keadaan.
> Dia mencoba membuat karya yang menggugah perempuan untuk bangkit dan
> memberdayakan diri. Lahirlah karya seperti ”Hari Ini” dan ”In(side) Sarong
> In(sight) Sarong” (2007), serta ”Cinta Kita” (2008).
>
>
> Dengan gagasan dan bentuk karya semacam itulah, Hartati kemudian
> diapresiasi di banyak panggung nasional dan internasional. Dia pernah tampil
> di Singapura, China, Kolombia, Amerika, dan Australia. Lewat program
> Empowering Women Artist dari Yayasan Kelola yang diperolehnya, dia berkarya
> selama tiga tahun terakhir.
>
> *
> *
>
> *Tradisi*
>
> Pencapaian Hartati berproses lewat perjalanan panjang. Tumbuh di desa kecil
> di Muaralabuh, Solok Selatan, Sumatera Barat, dia akrab dengan budaya
> Minangkabau. Dia mempelajari berbagai jurus silat, seperti silek tuwo,
> tumango, harimau, atau silek luwambek. Pengetahuan dan keterampilan seni
> Melayu diperoleh saat belajar di SMKI Padang Jurusan Tari (lulus tahun
> 1986).
>
>
> Hijrah ke Jakarta, dia kuliah tari di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun
> 1986-1985, yang memperkenalkannya pada tarian Nusantara dan modern. Saat
> bersamaan, dia bergabung dengan kelompok Gumarang Sakti pimpinan Gusmiati
> Suid, koreografer yang memadukan silat Minangkabau dengan tari modern.
>
>
> Hartati pertama kali membuat karya koreografi tahun 1987. Sejak itu sampai
> kini, atau selama 24 tahun, dia tak henti berkarya. Karya-karyanya
> merefleksikan perjalanan seorang manusia dengan problematik sebagai
> perempuan, penghargaan pada tradisi Minangkabau, dan kegamangan identitas
> Indonesia di tengah perubahan zaman.
>
> ”Dengan terus berkarya, saya semakin menemukan diri sendiri sekaligus
> membuka jendela untuk melihat kehidupan lebih luas,” katanya.
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke