Assalamualaikum ww

Senior ambo Pak Darwin Bahar sarato mamak dan dunsanak nan dirahmati Allah

Sepertinya kita2 ini tidak bosan2nya berada dalam lingkaran mengeluh, prihatin, 
priphati dan prihatin terus tanpa akhir entah sampai kapan

Ada kok pak yang telah lama menawarkan solusi untuk semua persoalan tersebut, 
kalau saya gak salah mereka menyebutnya TARBIYYAH lho pak

Saya rasa tidak ada ruginya kalau kita coba2 pula agak sakali lalu ma tau kok 
sasuai ubek jo panyakik

wasalam
arman bahar 




________________________________
Dari: Darwin Bahar <[email protected]>
Kepada: Palanta Rantaunet <[email protected]>
Terkirim: Sel, 11 Januari, 2011 22:48:13
Judul: [...@ntau-net] OOT: Negeri Lelucon


Editorial Media Indonesia , Senin, 10 Januari 2011 00:00 WIB
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/01/194306/70/13/Negeri-Lelucon
DI manakah negeri tempat terdakwa penggelapan pajak leluasa keluyuran ke 
mancanegara? Di manakah pula tersangka atau terdakwa bisa menjadi kepala daerah?
Jawabnya, di negeri lelucon bernama Indonesia, tempat hukum bisa dipermainkan 
semaunya. Inilah negeri tempat penyelenggaraan negara berlangsung suka-suka, 
seperti main-main.
Lelucon paling mutakhir adalah pelantikan Jefferson Rumajar, terdakwa kasus 
korupsi yang tengah mendekam di penjara Cipinang, sebagai Wali Kota Tomohon, 
Sulawesi Utara.
Jefferson didudukkan ke kursi pesakitan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi 
(KPK). 
Jika seseorang dijadikan tersangka oleh KPK, bisa dipastikan dia akan menjadi 
terdakwa dan kemudian terpidana. Sebab, bukankah KPK tak punya wewenang 
menghentikan penyidikan perkara korupsi sebagaimana kepolisian atau kejaksaan?
Akan tetapi, pemerintah tetap melantiknya karena statusnya masih terdakwa, 
alias 
belum berkekuatan hukum tetap sebagai terpidana. Ditilik dari prinsip asas 
praduga tak bersalah, ia berhak menjadi kepala daerah.
Begitulah, Jefferson tetap dilantik menjadi kepala daerah atas dasar 
akal-akalan 
terhadap hukum positif.
Maka, bertambahlah jajaran kepala daerah yang menyelenggarakan pemerintahan 
daerah dari balik jeruji penjara. Bahkan, Jefferson dengan gagah perkasa 
melantik sejumlah pejabat Kota Tomohon di LP Cipinang. Celakanya negaralah yang 
memfasilitasi berlangsungnya lelucon itu.
Hukum positif rupanya tidak mengenal rasa malu. Menjadi pejabat pun rupanya 
tidak memerlukan rasa malu. Buktinya, pejabat Kota Tomohon tidak malu dilantik 
oleh seorang terdakwa, dan tidak malu dilantik di dalam penjara.
Pelantikan Jefferson jelas merupakan ironi demokrasi. Demokrasi ternyata gagal 
menghasilkan kepala daerah yang jujur, bersih, dan tahu malu.
Partai politik menyumbang andil yang besar. Sebab, alih-alih melakukan 
pendidikan politik agar rakyat memilih kepala daerah yang jujur, parpol lebih 
berkonsentrasi merebut kekuasaan untuk memenangkan calonnya, termasuk dengan 
cara menghalalkan politik uang.
Bukannya melakukan pendidikan politik, partai politik plus kandidat kepala 
daerah yang diusungnya, malah melakukan pembodohan politik kepada rakyat.
Itulah sebabnya banyak tersangka terpilih sebagai kepala daerah atau kepala 
daerah terpilih yang kemudian menjadi tersangka. Sepanjang tahun 2010 tercatat 
148 dari 244 kepala daerah menjadi tersangka.
Jika tetap berpegang pada teks hukum positif, bakal bertambah tersangka atau 
terdakwa yang dilantik sebagai kepala daerah.
Itu artinya negeri ini masih akan menjadi negeri lelucon, entah sampai kapan. 
Dan, dunia pun tertawa.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke