Pak ZA Terima kasih berbagi ceritanya..tentu sangat membanggakan sekali ketika Pak ZA bisa menjelaskan kepada YM PM China tersebut seputar cita rasa masakan ranah minang yang sangat populer dan digemari masyarakat nusantara yaitu Rendang, Cina di dunia tentu tak perlu dipertanyakan lagi keahlian mereka dalam seni kuliner dengan keaneka ragaman masakannya mereka sangat ahli sekali seperti yang Pak ZA ungkapkan dalam mengolah ikan, daging dsb lebih "ngaldu" dan nikmat tidak bersantan ala urang awak
Wass-Jepe ________________________________ Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Ming, 23 Januari, 2011 15:22:19 Judul: Re: [R@ntau-Net] "Baa kok masakan urang awak lamak-lamak ? Dan PM China pun memuji". Sanak Jupardi Andi n sanak palanta terutamo peminat masakan Minang. Bicaro soal masakan Minang or masakan urang awak,manggalitiak kenangan JB ka tahun 1991 tatkalo sadang bertugas di KBRI Beijing sebagai Kabid.Politik dengan gelar diplomatik, Minister Counsellor. Pada suatu saat tahun itu, Dubes RI,pak Yuwaana n beberapa staf KBRI, diundang makan malam oleh PM China Li Peng bertempat di satu Restoran yang sering diguna-kan oleh pejabat2 teras China kalau mengundang tamu2 VIP mereka. JB ikut mendampingi pak Dubes pada acara makan malam itu ala China dengan 17 macam masakan China nn dihidangkan silih berganti dalam cangkir n piring kecil nn aneka ragam. Sudah menjadi kebiasaan nn lumrah dalam jamuaan dika langan diplomatik seperti jamuan makan malam oleh PM China ini,diselingi dengan basa basi pembicaraan ringan,pada umumnya kebiasaan se-hari2 tata cara kehidupan masyarakat kedua negara termasuk urusan masak memasak. Karena PM Li Peng ini baru kembali dari kunjungan kenegaraannya di Indonesia, pada waktu acara makan malam itu,beliau memuji masakan Indonesia nn sangat lezat n nikmat terutama satu jenis masakan dari daging,warna kecoklatan nn diihidangkan oleh jurumasak Istana Negara. Sewaktu hal ini ditanyakan kepada pak Dubes yang duduk disamping PM,pak Dubes ragu2 untuk menjawab. Melihat keraguan ini,JB mem bantu menjelaskan bahwa nn dimakan PM itu adalah rendang Minang n itu adalah 'trade mark' masakan Minang. Tidak mau kalah dengan pujian PM China ini atas masakan Indonesia,JB atas izin pak Dubes bereaksi n berkata :YM,sebetulnya masakan yang paling enak n beragam adalah masakan China,karena dibuat oleh ahli2 masak nn piawai n jempolan'. PM China ini manggut2 n berkata "how come"? JB dengan cepat dalam batas2 kesopanan diplomatik menukas:YM,hampir semua dedaunan dimuka bumi ini dapat dimasak oleh koki China,kacuali daun Pintu.Geer, ketawa para tamu. Itu belum apa2 YM,hampir semua nn terbang diudara,bermacam-macam burung,dapat dimasak oleh koki China,kecuali kapal terbang.Geer lagi tamu jamuan itu. Terakhir JB sampai,YM,koki China dapat mengolah semua jenis ikan n hewan2 nn hidup diair tawar n laut dengan segala cita rasanya,kecauli kapa selam. Tampaknya PM China ini n staf China nn mendampingnya sangat gembira mendengar ciloteh JB nn memuji kepiawaian koki China.Tanpa terasa acara makan malam itu selesai n kami dari KBRI dilepas dengan gembira oleh PM diteras Resto itu n ini jarang terjadi. Jadi memang masakan Minang dapat ditarimo lidah sagalo bangso n sudah menem bus panca benua.JB sudah membuktikannya. ZA,Tuanku Magek Jabang Sutan Riayat Syah,71thn,sk Mandahilang,Padusunan,Piaman,kini di Bonjer,Jakbar. Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone ________________________________ From: jupardi andi <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 23 Jan 2011 15:01:17 +0800 (SGT) To: rantaunet rantaunet<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [R@ntau-Net] "Baa kok masakan urang awak lamak-lamak ? dan ini adalah masalah SENI" Uni Dewi, Pak Saaf dan Dunsanak Palanta RN yang berbahagia Ni Dew, terima kasih berbagi ceritanya tentang masakan urang awak nan lamak yang ditanyakan Pak Saaf Betul sekali racikan bumbu-bumbu masakan kita tidak menyengat dan terasa pas ini dapat kita buktikan dalam kehidupan sehari-hari terutama dikampung kita , ketika sanak saudara kita misalnya menggulai sesuatu dengan sentuhan tradisional yang dalam dan serba manual maka gulai yang sedang terjerang dikuali asapnya kemana-mana dengan aroma yang khas serta akan membidik pusat rasa kita dampaknya sepersekian detik berubah kepada dan atau merespon kepada alat perasa kita yang peka yaitu lidah serta rongga mulut dan berujung pada "titiak aia liau dek aroma gulai yang harum itu" :-) Masakan ibu atau bundo-bundo kita yang beranjak usia uzur memang disetiap keluarga (klan) tak ada bandingannya dari segi cita rasa menurut saya cara memasak mereka adalah bagian dari sebuah SENI (karya Agung). Jika sudah masuk pada SENI (ART) maka itu adalah olah pikiran, hati dan perasaan yang halus lalu diterjemahkan dalam gerakan fisik seperti tangan yang cekatan dalam mengola bumbu, mata yang awas melihat sesuatu yang rasa-rasanya akan mengurangi cita rasa, pencium yang sangat peka dalam memilih bahan, bumbu masak yang terbaik, itulah kunci ibu-ibu, mande-mande, tetuo dan bundo-bundo kita menghadirkan sebuah cita rasa masakan yang bernilai seni, enak, menggugah dan mengguguh selera seseorang ketika menikmatinya Ini adalah masalah “lakek tangan” seseorang, ini masalah rahasia seseorang yang terkadang sangat sulit ditiru bahkan oleh anak kandungnya sendiri, sentuhan cita rasa yang tinggi ini dalam membuat masakan yang "lamak" itu bukan sehari dua hari , seminggu dua minggu , sebulan dua bulan mendapatkannya tapi waktu serta pengalaman yang panjang dalam memasak. Sebagai contoh Mak Tuo saya dikampung terutama di klan saya (satu rumah gadang) boleh dikatakan seorang Master dalam membuat rendang belut yang dahsyat rasanya, sebuah pusaka kuliner turun temurun dikampung kami dengan berbagai bahan dan bumbuh yang banyak dan "heboh" serta prosesnya yang rumit yang dibuat serba sentuhan manual. Salah satu dari berbagai kunci atau rahasia Mak tuo saya ini membuat rendang itu kelihatannya seperti "main-main" atau bukan bagian yang penting saya amati yaitu ketika saya mempertanyakan "Kok disiram segala Mak Tuo dengan air panas sejenak (minang :salayang) cabe keritingnya yang sudah mak tuo pilih dan segar-segar,apa salahnya digiling lansung saja dengan batu lado toh sudah bersih" Apa jawaban Mak Tuo pada saya "Begini ananda, tujuan mak tuo menyiram atau membilas lado bulek (cabe keriting) ini untuk menghilangkan "mauang lado" atau rasa yang tidak kita inginkan" Saya hanya bisa tertegun dan meangguk-angguk lalu saya coba berpikir dan menganalisa, ya apa yang dilakukan Mak Tuo saya ini ada benarnya kenapa dia menyiram cabe keriting yang sudah terpilih ini dengan air panas, bisa jadi di cabe keriting ini masih tersisa zat kimia dari pestisida tapi dengan menyiram cabe ini dengan air panas (hangat) maka paling tidak akan menggelontorkan sisa-sisa (residu) pestisida yang masih ada pada permukaan cabe keriting yang kelihatan segar ini sebelum Mak Tuo saya menggilingnya dengan batu lado bersama bumbu yang lain. Mak Tuo saya tentu tidak sejauh itu cara berpikirnya dibandingkan saya tapi secara instingtif dan intuitif dari pengalamannya yang panjang dia telah mendapatkan sentuhan jika cabe keriting yang telah disiapkannya buat membuat rending belut atau bahkan samba ladonyo yang enak maka perlu kiranya disiram sejenak dengan air hangat. Itulah rahasia dapur Mak Tuo saya dari berbagai rahasia lainnya yang sekiranya hanya dia yang tahu. Kepiawaian Mak Tuo saya ini menurun pada anaknya atau sepupu saya akrab saya panggil Ni Wati saat ini mengabdi sebagai guru SMA 1 Batu Sangkar. Rendang Belut dan beberapa masakan khas lainnya dari Uni Wati ini bagi saya rasanya boleh dikatakan “high class” atau diatas rata-rata enak (lamak) tapi ketika saya memujinya Ni Wati saya menjawab seperti ini “Dinda masakan Rendang Belut Uni belum ada apa-apanya jika dibandingkan apa yang dimasak Mak Tuo, tetap yang paling lamak itu masakan Mak Tuo” Dari pernyataan kakak saya ini bisalah kita tarik kesimpulan dan bisa menjawab pertanyaan Pak Saaf kenapa masakan uran awak lamak, itu tidak lain tidak bukan karena cara memasak urang awak sudah masuk kewilayah seni dan itu didapat dari tradisi dan sejarah memasak yang panjang dengan pemilihan aneka bahan, bumbu, rempah yang tersedia dialam ranah minang yang dikarunia oleh Allah SWT yang subur dengan tanah vulkanik yang kaya unsur hara dan mineral. Urang awak bisa memenejnya menjadi sebuah masakan yang enak, bumbu dan bahan boleh sama dengan suku yang lain di nusantara tapi cara memasak serta sentuhan ini yang berbeda , inilah yang membuat cita rasa berselera masakan urang awak menjadi enak dan lezat (lamak) serta bisa diterima oleh semua lidah suku-suku lain di Nusantara bahkan suku lain di luar negeri, bahkan secara hiperbolis banyak orang mengibaratkan saking enak dan lezatnya masakan urang awak “ jika ada kehidupan di bulan maka masakan minang akan mendapat tempat bagi penduduk bulan, serta dipastikan orang minang merantau kesana untuk membuka kapling usaha rumah makan” Satu hal lagi jika cara memasak urang awak sudah masuk kewilayah Seni sehingga tercipta sebuah cita rasa masakan yang berselera maka didalamnya juga ada unsur keihklasan serta hati yang tulus dalam melakukan aktivitas memasak ini, jika anda hobi memasak atau seorang yang ahli di seni kuliner jangan coba-coba memasak sesuatu ketika anda tidak ikhlas dan hati anda tidak tulus dalam mengerjakannya perjayalah masakan yang anda buat atau anda hadirkan buat seseorang rasanya akan “lari” pasti ada saja kurangnya. Terakhir (joke kuliner) Saya bukan seorang ahli atau pakar memasak tapi saya menyenangi seni kuliner ranah minang dan mencoba menjadi pengamat serta komentator. Tapi ketika Ninik-ninik, mande, bundo-bundo, tetuo kita meninggal sebuah warisan dalam seni memasak ini kepada generasinya dan sudah merupakan bagian dari adat serta budaya Minangkabau sungguh keterlaluan jika saya dan anda anak jati diri Minangkabau jika memasak (merebus) airpun sampai gosong (anguih) *shake my head* Happy Week End Dunsanak Salam-Jepe 46 Thn, L, PKU PS : Pak Saaf masalah paten mematen kuliner ranah minang sangat menarik juga dibahas dan didiskusikan saya punya beberapa pandangan dalam hal ini tapi sabar dulu sepertinya perlu saya membuat secangkir kopi luwak yang mantap, nikmat dan manyipak :-) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
