Mentimun bungkuk Oleh K Suheimi Bak ketimun bungkuk. Masuk karung, tapi tak masuk hitungan. Tidak bernilai tak berharga dan tak dihargai. Tak dihargai dan tak dipandang, karena tak ada yang bisa diharap dari dia. Dia tidak dihitung karena dia tak bernilai, sebab dia tak produktif lagi.
Maka pada orang Seperti ini dengan sangat tajam di sindir. Dari pada hidup bercermin bangkai lebih baik mati berkalang tanah. Hanya bangkai yang tak menghasilkan dan tak produktif dan tak masuk hitungan lagi Semua ini karena mereka tidak sehat lagi. Seperti kita sadari bahwa, definisi sehat, Sehat jasmani rohani, sosial dan produktif. Parameter sehat diukur dari produktifitas seseorang. Orang yang tak produktif , adanya sama dengan tidaknya, masuk di menggenapkan, keluar tidak menganjilkan. Allah berfirman "Bukankah aku telah sehatkan kamu, Kesehatan yang telah diberikan Allah begitupun waktu lapang, semua diminta Allah pertanggung jawabnya. Berapa yang telah kau gunakan untuk kemanfaatan dirimu dan untuk kemanfaatan orang banyak. Orang beriman, semua gerak dan niat bernilai ibadah Manfaat untuk kita dan orang lain ”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari) Intinya, dunia adalah ladang beramal untuk menuai hasil di akhirat kelak. Dunia adalah tempat kita menjajakan barang dagangan, sedangkan keuntungannya akan diraih di akhirat nanti. Barangsiapa yang memanfaatkan waktu luang dan nikmat sehat dalam rangka melakukan ketaatan, maka dialah yang akan berbahagia. Sebaliknya, barangsiapa memanfaatkan keduanya dalam maksiat, dialah yang betul-betul tertipu. Sesudah waktu luang akan datang waktu yang penuh kesibukan. Begitu pula sesudah sehat akan datang kondisi sakit yang tidak menyenangkan. ‘Umar bin Khottob mengatakan, “Aku tidak suka melihat seseorang yang berjalan seenaknya tanpa mengindahkan ini dan itu, yaitu tidak peduli penghidupan dunianya dan tidak pula sibuk dengan urusan akhiratnya.” Ibnu Mas’ud mengatakan, “Aku sangat membenci orang yang menganggur, yaitu tidak punya amalan untuk penghidupan dunianya ataupun akhiratnya.”[2] Semoga Allah selalu memberi kita taufik dan hidayah-Nya untuk memanfaatkan dua nikmat ini dalam ketaatan. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang tertipu dan terperdaya. Perlu juga kkita simak "Laa yukminu ahadukum, hatta yuhibbulliakhi, kama yuhibbul linafsih" Belumlah beriman seseorang sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai diri sendiri" Akan memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukan Pekanbaru 21 Januari 2011 Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
