Wa'alaykumussalam warahmatullaahi wabarakaatuhu Uda Darwin Chalidi nan sadang rusuah dan sanak palanta NAH,
Memang sabana NGERI wak kalau batua nan ditunjuak'an di seminar tu. Iyo paralu wak hati-hati manjago anak kamanakan jo cucu-cucu. Mari awak jan putuih-putuih badoa supayo anak katurunan kito dan umat muslim pada umumnyo tajago dari hal-hal buruak ko. Tapi ada tanyo diambo, "baa awak mabuktikan baso sms co itu memang ado? Bukan sakadar palamak carito, sabalun seminar dimulai agar urang tagak lihianyo." Apo batua ML nan dimukasuik di situ memang "Making Love"? Jan-jan iko asosiasi urang dewasa sajo. Karano ambo caliak kepanjangannyo dibuek dek si penulis. Cubo baco carito ko nan ambo puluang dari pekarangan urang sabalah. Ceritanya ane lagi ngerjain tugas matematika... Eh ada SMS dateng, tau2 tmen ane (cewek) sms... Dh prnaH "ML" blm_ Enk bgt Tw_ Ap lG Kl paz maTi Lmpu_ ROMANTIS_ Mank cY Klo brsntuhan panaZ_ Tp cairannya jgN smpE ntEs_ Bhya_ Aq suka Bgt_ Apo respons awak? Mauruik dado? Lah rusak banak anak-anak ko kini? Jawabannyo: ML = Main Lilin Carito lain! Sebuah iklan Keluarga Berencana pertengahan 90-an (mungkin Uda ingek) bacarito tantang suami yang ingin "mendekati" istrinya dengan kode tertentu (agar tidak diketahui oleh anak-anak) lalu diikuti kata-kata "Ya...ya...ya" sehingga sang istri mengerti apa yang dimaui suaminya sambil masuk bilik. Kata "Ya...ya...ya" ini sangat populer saat itu dan berkonotasi negatif karena mengarah keurusan bawah (maaf) pusek. Iklan ini banyak dikritik karena key word "Ya...ya...ya" sangat populer dikalangan anak-anak. Mirip seperti iklan pemilu yang dibuat Garin Nugroho melalui Visi Anak Bangsa "Inga...inga..." Dalam suatu pertemuan terbuka CEO perusahaan iklan yang membuat iklan itu didakwa atas iklan tersebut karena dinilai anak-anak jadi tau apa makna "Ya...ya...ya" tersebut. Beberapa wartawan juga hadir saat itu. CEO ini adalah salah satu undangan bukan pembicara dalam acara itu. Intinya banyak pihak meminta agar iklan itu dicabut dari peredaran karena dapat merusak anak-anak. Inilah jawabannya ketika di panggung: "Siapa yang tahu maksud "Ya...ya...ya" yang dipahami anak-anak sama dengan pemahaman orang dewasa? Bisa jadi malah berbeda," katanya Saya berikan ilustrasi: Hari itu Dina, seorang anak TK, sesampainya di rumah menghampiri ibunya? "Ma, aku ini asalnya dari mana?" Mamanya terngangak! "Kenapa sayang, kok tiba-tiba nanya itu.." "Ga... Pokoknya Dina pengen tau!" Mamanya berpikir sejenak. "Sama kayak pohon pisang kalo udah gede ntar ada anaknya tumbuh di sebelah... Yuk sayang ganti baju dulu terus makan," ibu mencoba mengalihkan. "Masak sih ma? Ga percaya ah..." "Iya nak... Kucing juga begitu ntar kan ada anaknya yang lahir." Dina tetap tidak puas. "Ntar kalo papa dah pulang kita tanyain ya..." Dina mengangguk loyo. Malam hari usai makan malam saat di depan TV si istri menyampaikan kejadian tadi siang. "Kenapa mama ga cari jawabannya di buku 'Apa Ini Apa Itu'?" kata suaminya santai. Dina tetap tidak puas setelah dijelaskan secara agak ilmiah versi buku pintar tadi. "Terus Dina pengen jawabannya apa?" kata papanya mulai tidak sabar. "Soalnya Pa... Merry temen Dina asalnya dari Semarang. Nah aku belum tau asalku dari mana Pa?" "Oo gitu... Asal Dina dari Dangung-Dangung, sayang..." Jadi moral cerita ini bisa jadi pemahaman kata "Ya...ya...ya" bisa berbeda antara orang dewasa dengan anak kecil. Begitu juga kata seperti ML di atas: Making Love atau Main Lilin atau kayak lagu Mau Lagi. Banyak maaf Salam, ZulTan, L, 50, Bogor "Without change, we will not survive. Welcome 2011" -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
