Pak Saaf, Kand Zultan  dan dunsanak palanta RN

Mambaco OTT seputar email ka Presiden dugaan suap di Timnas kito di piala AFF 
ambo yo binguang, heran dan babagai tando tanyo baputa2 diateh kapalo ambo

Antaro pijayo dan tidak, tapi hati dan keyakinan ambo labiah kapado indak 
pijayo kalau ado suap di timnas awak

Disurek elektronik ka Presiden ko disabuikan bandar judi menyuap 2 orang 
petinggi PSSI sehingga meraup keuntungan miliran rupiah

Nah manjadi pertanyaan dek ambo (kito) apokah duo urang petinggi PSSI nan 
disinyalir manarimo suok bisa mengendalikan permainan (tantunyo untuak kalah 
dan atau mengalah) tanpa melibatkan terutama pemain ?

Kalau via duo petinggi PSSI sebagai jaringan penting untuak masuak ka pemain 
memang bisa bandar suap masuak, nah kini duo petinggi tu tantu harus 
dikondisikannya (paling tidak)

1. Pelatih nan maatur taktik dan strategi bukan untuak manang tapi taktik dan 
strategi untuak mangalah 

2. Pemain inti  Timnas, babarapo kasus atau skandal suap bola dalam 
pertandingan level tinggi sudah dipastikan beberapa pemain akan terlibat, sabab 
baa ka baa bola diarak dan dimainkan tantu dikendalikan dek pemain nan 
diturunkan pelatih rato2 dalam sebuah turnamen para pemain inti (kalau tidak 
cedera) atau starting XI lah bisa  ditebak oleh bandar judi sia nan katurun 
main dan pemain2 kunci mano sajo nan paralu disuap

Manuruik ambo paliang tidak 4 pemain kunci tantu harus "dikendalikan" dek duo 
petinggi ko atau mambagi2 pitih suap tu, pemain diposisi kunci itu adalah

Kiper, seorang  pemain belakang, seorang gelandang bertahan dan serang, kapten 
tim dan seorang striker

Labiah sempurna karajo bandar judi dan duo oknum petinggi ko bisa pulo 
mengendalikan wasit nan mamimpin pertandingan

Kalau nan dimaksud pertandingan nan diatur bandar suap tim kito kalah di 
Malaysia tu ?

antahlah ambo yo binguang dan heran2 kok co iko bana nagari awak ko yo digoyang 
isu2 nan takadang bisa mambuek bangsa awak ko samakin lamo samakin rapuh 
disagalo bidang

Samantaro kito tunggu sajolah kisah salanjuiknyo tantu bia iko ndak firtnah dan 
sangaik kejam ambo raso paralu dituntaskan dan diselidiki kebenarannya sesuai 
fakta2 yang bisa dibuktikan

Kalau dek ambo iko yo labiah cendrung "hoax" ataupun kok ado gunonyo berita ko 
bisa jadi untuak labiah manakan si nurdin supayo mundur jaan jadi ketua PSSI 
juo lai untuak ka 3 kalinyo

Baa gak ati Pak Saaf ..kiro2, atau kito tunggu sajolah yo apo nan tajadi 
selanjuiknyo terhadap email nan mangaku banamo Eli Cohen ka Presiden SBY

Wass-Jepe



Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Wempi Satria <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 31 Jan 2011 17:08:29 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] OOT: Email untuk Presiden

salam OOT,

eli cohen ko bukan pegawai pajak, tapi agen intelijen israel, dan alah
dipancuang dek pemerintah syria satalah kedoknyo tabongka dek ahli sadap
dari unisovyet nan disewa dinas intelijen syria.
sampai kini syria manulak mantah-mantah untuak mamulangkan jenazahnyo ka
israel.

eli cohen ko dianugerahi sebagai pahlawan nasional dek israel karano
jaso-jasonyo maagiah info, manjadi spion, mato-mato. mambuek israel manang
telak di Parang Anam Hari tahun 1967.

-- 
http://wempi.nokspi.com

2011/1/31 ZulTan <[email protected]>

>
> http://bola.kompas.com/read/2011/01/31/13164626/Inilah.Email.Eli.Cohen
>
> 31 Januari 2011 | 13.16 WIB
>
> Inilah Email Eli Cohen
>
> JAKARTA, KOMPAS.com - Surat elektronik yang dikirimkan Eli Cohen cukup
> mengejutkan publik. Sekretaris Umum PSSI, Nugraha Besoes, menyebutnya
> tudingan yang kejam. Bagaimana surat itu? Inilah surat tersebut.
>
> From: eli cohen
>
> Date: Sun, 30 Jan 2011 14:36:16 +0700
>
> To: <[email protected]>; <[email protected]>; <[email protected]>
>
> Subject: Mohon Penyelidikan Skandal Suap saat Piala AFF di Malaysia
>
> Kepada Yth. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia
>
> Di Jakarta
>
> Dengan Hormat, Perkenalkan nama saya Eli Cohen, pegawai pajak dilingkungan
> kementrian Keuangan Republik Indonesia. Semoga Bapak Presiden dalam keadaan
> sehat selalu.
>
> Minggu ini saya membaca majalah tempo, yang mengangkat tema khusus soal
> PSSI. Saya ingin menyampaikan informasi terkait dengan apa yang saya dengar
> dari salah satu wajib pajak yang saya periksa dan kebetulan adalah pengurus
> PSSI (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya) . Dari testimony yang
> disampaikan ternyata sangat mengejutkan yaitu adanya dugaan skandal suap
> yang terjadi dalam Final Piala AFF yang dilangsungkan di Malaysia.
>
> Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah
> Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal
> ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh
> Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu XX dan XXX (ia
> menulis inisial dua nama, Red).
>
> Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI
> ini meraup untung puluhan miliar rupiah.
>
> Informasi dari kawan saya, saat dikamar ganti dua orang oknum PSSI ini
> masuk ke ruang ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini
> dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden “laser”
> dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat
> bertanding.
>
> Keuntungan yang diperoleh oleh dua oknum ini dari Bandar judi ini digunakan
> untuk kepentingan kongres PSSI yang dilangsungkan pada tahun ini. Uang
> tersebut untuk menyuap peserta kongres agar memilih XX kembali sebagai Ketua
> Umum PSSI pada periode berikutnya.
>
> Saya bukan penggemar sepak bola, namun sebagai seorang nasionalis dan cinta
> tanah air saya sangat marah atas informasi ini. Nasionalisme kita seakan
> sudah dijual kepada bandar judi untuk kepentingan pribadi oleh oknum PSSI
> yang tidak bertanggung jawab.
>
> Oleh karenanya saya meminta Bapak Presiden untuk melakukan penyelidikan
> atas skandal suap yang sangat memalukan ini.
>
> Semoga Tuhan memberkati Negara ini.
>
> Hormat Kami, Eli Cohen Pegawai Pajak
>
> Tembusan 1. Menteri Olah Raga 2. Ketua KPK 3. Ketua DPR 4. Ketua KONI
>
> Penulis: Hery Prasetyo  Editor: Hery Prasetyo
>
>
>
> "It's not whether you get knocked down, it's whether you get up!"
>
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E>
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
>  3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke