Suatu artikel yang menarik saya baca di Republika, agaknya bagus jadi renungan 
kita bersama, selamat membaca

Agar Allah tak Membuka Aib Kita 
 REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--

Suatu hari Rasulullah SAW naik ke atas mimbar dan menyeru dengan suara yang 
tinggi, "Janganlah kalian menyakiti kaum Muslim, janganlah menjelekkan mereka, 
janganlah mencari-cari aurat mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aurat 
saudara sesama Muslim, Allah akan mencari-cari auratnya. Dan, siapa yang 
dicari-cari auratnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walaupun ia 
berada di tengah tempat tinggalnya." (dari Abdullah bin 'Umar)

Syekh Mahmud al-Mishri dalam kitabnya Mausu'ah min Akhlaqir-Rasul  
mengungkapkan, di zaman sekarang ini sulit untuk menemukan orang yang dapat 
dipercaya dalam menjaga rahasia. Kebanyakan manusia-kecuali manusia yang 
mendapat pertolongan Allah-tak dapat menjaga rahasia orang lain. Padahal, 
membuka aib orang lain termasuk bagian dari khianat.
   
Dalam hadis di atas, Rasulullah menegaskan bahwa menutupi aib dan menjaga 
rahasia termasuk keutamaan. Nabi SAW menganjurkan agar umatnya senantiasa 
saling memelihara rahasia dan menutupi aib saudaranya agar dapat hidup 
bermasyarakat dalam ketenangan, kedamaian, juah dari keresahan, kedengkian, 
serta balas dendam.

Namun, kita sering melalaikan peringatan ini. Kita kerap kali bermain-main 
dengan aib. Kita lupa kalau suatu saat Allah SWT pun akan membukakan aib kita 
tanpa bisa ditolak. Sesungguhnya, ketika membuka aib orang lain, sama dengan 
memberitahukan aib kita sendiri.

Padahal, dengan menutup aib orang lain, Allah akan menutup aib kita, baik di 
dunia maupun akhirat. Rasulullah bersabda, "Tidaklah Allah menutup aib seorang 
hamba di dunia, melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya".

Aib merupakan sesuatu yang diasosiasikan buruk, tidak terpuji, dan negatif. 
Manusia tidak bisa lari dengan menutup diri terhadap kekurangannya. Manusia 
harus berintrospeksi dan menghisab diri sendiri untuk memperbaikinya. Umar bin 
Khattab berpesan, "Hisablah dirimu sebelum diri kamu sendiri dihisab, dan 
timbanglah amal perbuatanmu sebelum perbuatanmu ditimbang."

Dalam hidup, kita terkadang terlupakan dengan aib-aib sendiri yang begitu 
menggunung karena begitu seringnya memikirkan  aib orang lain. Kita juga sering 
lupa untuk bersyukur bahwa Allah telah menjaga aib-aib kita. Sesungguhnya, 
manusia bukanlah apa-apa jika semua aibnya dibukakan di depan mata orang lain.

Red: Budi Raharjo
Rep: Oleh Encep Dulwahab

Salam teriring do'a
K Suheimi 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke