Assalamualaikum ww

Tersentuh ambo mambaco tulisan pak dotor ko, "Kini aku memilih untuk mengerti 
dan memaknai artinya dengan menggunakan akalku, dengan mengaktifkan qolbuku dan 
mengamalkannya dalam keseharianku, maka pencerahan itu baru bisa aku dapatkan"

Tidak semua orang (awam) memang yang bisa mencapai ketingkat ini, tentu hal 
membuat kita cemburu dan sekaligus mentriger agar bisa pula menuju ke jenjang 
tertinggi ini

Sejujurnyo layak bana rasonyo kok kito ucapkan SELAMAT kapado pak dotor yang 
telah mencapai Tingkek Lanjut (Advanced) dalam berinteraksi dengan Alquran 
firman2 Allah ko

Baa ka indak pulo, sajak kaciak kito alah baraja mangaji (pemula/beginers), 
mengenal aksara Alquran hinggo bisa marangkai huruf demi huruf menjadi kato dan 
marangkai kato manjadi kalimat sahinggo bisa pulo kito mambaco surek2 pendek 
(juz Amma sajak dari surek An Naas hinggo surek Amma yaa tasa aluun atau An 
Naba') hinggo khatam salasai mangaji ciek Alquran

Indak pulo sado urang nan bisa khatam atau salasai tingkek pemula/beginers ko 
doh, maklumlah berbagai kendala tantu banyak nan manghadang sahinggo indak 
heran 
banyak tasuo dek kito urang awak nan ter-bata2 mambaco dan buto aksara Alquran 
walau rambuik lah baragi

Bagi mereka2 yang telah lulus tingkek pemula dan lanjut ketingkat intermediate 
memang ba-usaho khatam Alquran acok2 bahkan ado juo nan manjadikan patokan 
mangaji sa juz sahari atau khatam tiok bulan dan bukan itu sajo mereka pun 
ba-usaho murajaah (menghapal) Alquran, ado nan alah mampu hapal sa juz tarutamo 
juz amma atau juz 30 bahkan ado nan labiah misal hapal juz 29 dan 28 atau lebih 
dari itu

Di akhir2 kini banyak yang menjadikan persyaratan bacaan yang bagus dan hapalan 
yang banyak dikuasai menjadi persyaratan untuk memasuki jabatan atau pendidikan 
tertentu, misal salah satu syarat jadi bakal calon kepala 
daerah/instansi/lembaga, bacaleg dll bahkan sejak dulu2 lagi bagi mereka yang 
bacaan dan hapalan bagus mendapat beasiswa gratis belajar ke perguruan tinggi 
di 
Timur Tengah bahkan didalam negeripun untuk bisa diterima menjadi staf pengajar 
di sekolah2 Islam (terpadu), persyaratan ini adalah mutlak, seperti baru2 ini 
salah seorang kemenekan saya melamar menjadi guru pisika di SMU SIT Mutiara 
Duri, terpaksa gigit jari tidak lulus walau kemampuan mengajar mata pelajaran 
pisikanya dinilai baik sekali

Mengaji atau membaca Alquran itu memang ada proses atau jenjang yang mesti 
dilalui, bagi mereka2 yang telah berada ditingkat intermediate ini tentu sudah 
tidak canggung lagi bila mendadak didaulat menjadi ustad/penceramah dadakan 
atau 
Imam sholat berjamaah dadakan karena sudah hapal beberapa surat2 Alquran karena 
rutin membaca Alquran hingga tidak heran kefasihan minimal sudah tidak 
diragukan 
lagi, bak kato pak dotor Suheimi "Dulu aku yakin, dgn hanya khatam Al Qur'an 
berkali kali maka jiwaku akan tercerahkan" tantu bagi mereka2 yang udah 
ditingkat ini merasa belum puas dan ingin lebih lagi dari itu sebagaimana 
hadist 
Rasulullah "Se-baik2 kita adalah mempelajari (Alquran) dan mengajarkannya"

Alhamdulillah pak dotor senior kita ini telah memasuki tahap lanjut (advanced) 
dengan melakukan Tadabur Alquran sebagaiman kata beliau dalam thread ini "Kini 
aku memilih untuk mengerti dan memaknai artinya dengan menggunakan akalku, 
dengan mengaktifkan qolbuku dan mengamalkannya dalam keseharianku, maka 
pencerahan itu baru bisa aku dapatkan"

Wasalam dan mohon maaf kalau kurang berkenan
abp58


________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: Sma <[email protected]>; Rantau <[email protected]>; 
Unand Dosen <[email protected]>; herlinamet <[email protected]>; Dara 
Haluan <[email protected]>
Terkirim: Jum, 4 Februari, 2011 03:56:42
Judul: [R@ntau-Net] Aku memilih


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ  
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Suatu renungan yang dikirim sahabt saya dr Judi bagus sekali
Aku pernah berfikir, bahwa setiap manusia pasti ingin memiliki seorang kekasih. 
Kekasih yang akan terus bersamanya, sehidup semati, dalam suka maupun duka tak 
akan terpisahkan. Sekarang, aku memilih amal sholeh sebagai kekasihku. Karena 
ternyata hanya amal sholeh-lah yang akan terus menemaniku, bersamaku, bahkan 
menemaniku dalam kuburku, kemudian amal sholehku pula lah yang menemaniku 
menghadap Allah.

Aku pernah berfikir, setiap manusia pastilah punya goresan masalah dengan 
manusia lain, sehingga wajar jika manusia memiliki musuh masing-masing.  Kini 
aku memilih menjadikan setan sebagai musuh utamaku, sehingga aku lebih  memilih 
melepaskan kebencian, dendam, rasa sakit hati,  dan permusuhanku dengan manusia 
lain.

Aku pernah selalu kagum pada manusia yang cerdas, dan manusia yang berhasil 
dalam karir, atau kehidupan duniawinya. Sekarang aku mengganti kriteria 
kekagumanku  ketika aku menyadari bahwa manusia hebat dimata Allah, adalah 
hanya 
manusia yg bertaqwa. Manusia yg sanggup taat kpd aturan main Allah dlm 
menjalankan hidup n kehidupannya. 


Dulu aku akan marah dan merasa harga diriku dijatuhkan, ketika orang lain 
berlaku zhalim padaku, menggunjingkan aku, menyakiti aku dengan kalimat kalimat 
sindiran yg disengaja untuk menyakitiku. Sekarang aku memilih utk bersyukur dan 
berterima kasih, ketika meyakini bahwa akan ada transfer pahala dr mereka 
untukku jika aku mampu bersabar... Dan aku memilih tidak lagi harus khawatir, 
karena harga diri manusia hanyalah akan jatuh dimataNya, ketika dia rela 
menggadaikan dirinya untuk mengikuti hasutan setan.

Dulu aku yakin, dgn hanya khatam Al Qur'an berkali kali maka jiwaku akan 
tercerahkan. Kini aku memilih untuk mengerti dan memaknai artinya dengan 
menggunakan akalku, dengan mengaktifkan qolbuku dan mengamalkannya dalam 
keseharianku, maka pencerahan itu baru bisa aku dapatkan.

Ketika aku harus memilih...bantu aku Yaa Allah, utk selalu memilih yg benar 
dimata Mu...

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 
Salam teriring do'a
K Suheimi 
Pekanbaru 4 Februari 2011
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke