Buliah juo usul apak ko. Sebagai seorang tokoh besar, tetap ado pengikutnyo yang tidak bisa menerima kenyataan kutiko komandannyo kalah. Iko juo terjadi dalam kisah Imam Bonjol. Konon kabarnyo yang berangkat ke Manado menjalani pembuangan, bukanlah Peto Syarif (Imam Bonjol) asli, tetapi yang berangkat adolah kamanakannyo. Kutiko kapa akan balayia dari Emma Haven (Teluk Bayur), Ulando baru menyadari kalau baliau tertipu. Tetapi Ulando indak namuah mengambil resiko untuak mengumumkan bahwa yang di bao kapa iko bukan Imam Bonjol asli, karena akan membangkitkan lagi kekuatan perlawanan di Minangkabau. Akhirnyo barangkeklah kapa iko ka tanah pembuangan dengan orang yang salah. Paska itu, Imam Bonjol asli menyembunyikan diri di Tanjuang Bungo, Bonjol menghabiskan maso tuonyo sambia ma aja mangaji anak-anak. Keluarga besar Peto Syarif kemudian berusaha memproteksi semua informasi tentang inyo. Konon kabarnyo iko juga atas negosiasi ulang jo Ulando. Salah satu buku nan manulih tentang kisah iko kalau indak salah buku "Pongki Na Ngol-Ngol Sinambela....." karangan Parlindungan yang sempat membuat heboh dan sempat dilarang beredar di zaman Suharto.
Salam Andiko Pada 4 Februari 2011 12:37, Dr Saafroedin Bahar < [email protected]> menulis: > Bung Andi Ko, kalau indak salah tempohari ado foto jenazah Qahhar Mudzhakar > (atau Muzakkar?) sasudah tertembak mati. Utk kepastian, baa kok ditanyo > langsuang sajo ka bung Anhar Gonggong ? Baliau kan tingga di Jakarta, tenaga > ahli Lemhannas. > > Wassalam, > > Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita. > > -----Original Message----- > From: andi ko <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Fri, 4 Feb 2011 11:14:29 > To: <[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: Re: [R@ntau-Net] Tinjauan Buku: Sepenggal Kehidupan Qahhar > Mudzhakar > > Di Palopo-Sulsel, para pengagum Kahar Muzakkar masih menyimpan mitos > bahwa Kahar masih hidup. Pernah suatu kali ada yang memberikan kotbah > Jum,at di Palopo dan orang itu dicuriagai sebagai Kahar Muzakkar. > Setelah memberikan kotbah itu, orang ini menghilang. Setahu saya > kuburan Kahar Muzakkar ini tidak diketahui keberadaannya. Orang > percaya yang tahu kuburannya adalah Jendral M. Yusuf. Tapi sampai > beliau meninggal, beliau tidak memberikan info apapun mengenai ini, > atau bahkan mungkin, Jendral ini memeiliki rahasia lain tentang > keberadaan Kahar Muzzakkar yang katanya juga di suruh lari ke luar > negeri. Karena pada dasarnya antara Jendral M. Yusuf dengan Kahar > Muzzakkar memiliki hubungan yang sangat erat sekali. > > Ini katanya, katanya sich. > > Salam > > Andiko > > Pada tanggal 04/02/11, Darwin Bahar <[email protected]> menulis: > > Abdul Qahhar Mudzhakar, Dari Patriot Hingga Pemberontak (edisi revisi), > > Anhar Gonggong, Ombak 2004. > > > > Media Indonesia, Selasa, 15 Februari 2005 > > > > BELAJAR sejarah memang terasa membosankan bagi sebagian orang. Namun, > > mengetahui latar belakang berdirinya negara kita, atau mengetahui > > orang-orang yang berjasa dalam kemerdekaan Republik Indonesia, sangatlah > > penting. Sejak duduk di bangku sekolah dasar pun kita telah dipaksa untuk > > mengikuti mata pelajaran sejarah. Namun begitu, banyak dari kita yang > sudah > > lupa saat ditanya siapa saja pahlawan revolusi atau pada tahun berapa > > presiden pertama Indonesia Soekarno meninggal? > > > > Buku setebal 518 halaman ini adalah salah satu buku yang dapat menambah > > pengetahuan kita seputar sejarah Indonesia. Anhar Gonggong, pria yang > lahir > > di Pinrang, Sulawesi Selatan, pada tahun 1943, ini akan bercerita > bagaimana > > seorang patriot menjadi seorang pemberontak bagi bangsanya. > > > > Mengapa seorang patriot dapat menjadi pemberontak? Pertanyaan itu menjadi > > tema utama buku dengan judul Abdul Qahhar Mudzakkar, dari Patriot hingga > > Pemberontak. Seorang patriot beserta rekan-rekan seperjuangannya tidak > > segan-segan mengorbankan seluruh hidupnya untuk Tanah Air-nya. Hal itu > > ditunjukkan dengan keterlibatannya yang utuh dalam perjuangan > mempertahankan > > kemerdekaan. > > > > Ketika kemerdekaan berhasil ditegakkan timbul berbagai permasalahan > > internal. Ternyata kemajemukan masyarakat Indonesia membawa > > dinamika-dinamika yang sering mengejutkan. Dinamika itu menjadi begitu > > transparan dalam kasus "patriot dan pemberontak" ini. Di dalamnya > menyeruak > > faktor budaya siri' dan pesse (siri'-pesse), adat-istiadat, dan > frustrasi. > > Namun, ada juga faktor sosial-politik dan dalam perkembangannya, faktor > > sosial-ekonomi perdagangan menjadi unsur yang amat penting. Semua faktor > itu > > saling terkait dan berakumulasi di pentas sejarah nasional lewat > > pemberontakan Abdul Qahhar Mudzakkar. > > > > Berbeda dengan penulis-penulis lain, penulis buku ini berasal dari > > lingkungan, budaya, dan aliran darah di mana pemberontakan itu muncul. > > Bahkan, beberapa sanak saudaranya turut merasakan pahit getirnya kasus di > > Sulawesi Selatan tahun 1950-1965 itu. Namun, ia mampu mengambil jarak > dengan > > lingkungannya sehingga berhasil menyajikan uraian yang jernih, gamblang, > dan > > tajam dengan segala nuansanya. > > > > Pada 7 Agustus 1953 Komandan Tentara keamanan rakyat (TKR) di Sulawesi > > Selatan, Abdul Qahhar Mudzakkar memproklamasikan penggabungan > > pasukan-pasukan dan daerah yang dikuasainya ke dalam Negara Islam > Indonesia > > (NII) yang berada di bawah pimpinan Imam Kartosuwirjo yang berpusat di > Jawa > > Barat. Dengan demikian jangkauan pengaruh Kartosuwirjo yang telah > > memproklamasikan berdirinya NII pada 7 Agustus 1949 di Jawa Barat > bertambah > > luas. > > > > Untuk menopang NII yang didirikannya itu, Kartosuwirjo membentuk Gerakan > > Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), yang digunakan untuk > menentang > > pemerintah negara Republik Indonesia (RI) yang diproklamasikan pada > tanggal > > 17 Agustus 1945 di Jakarta. Pemberontakan gerakan DI/TII mampu > berlangsung > > lebih 15 tahun; perlawanan bersenjatanya baru dapat ditumpas pada tahun > > 1965. > > > > Gerakan DI/TII yang digerakkan oleh Kartosuwirjo bertujuan mendirikan NII > > itu hanya merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa yang pernah > > terjadi dalam periode yang sama. Sekadar sebagai contoh, telah terjadi > > peristiwa pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1948; > dari > > pelakunya jelas kelihatan latar belakang ideologi komunis. > > > > Ada juga pemberontakan yang bersifat kesukuan, yaitu gerakan Republik > Maluku > > Selatan (RMS) pada tahun 1950-1962 yang berkehendak mendirikan negara > > kesukuan di daerah Maluku Selatan. Krisis tampaknya masih tetap berlanjut > > dan salah satu puncak dari krisis itu ialah lahirnya gerakan Pemerintah > > Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatra. Gerakan ini kemudian > > bersekutu dengan gerakan Pembangunan Semesta (Permesta), dikenal dengan > > gabungan nama; Gerakan PRRI/Permesta. Gerakan ini berlangsung pada tahun > > 1958-1962. > > > > Pada 2 April 1965 Abdul Qahhar Mudzakkar tertembak mati di sebuah tempat > di > > pinggir Sungai Lasalo, Sulawesi Tenggara. Ia merupakan pemimpin tertinggi > > Gerakan DI/TII di Sulawesi Selatan yang juga menyebut dirinya sebagai > > Pejabat Chalifah dan/ atau Presiden Republik Persatuan Islam Indonesia > > (RPII). Dengan kejadian itu, sebuah tragedi manusia Indonesia telah > sampai > > kepada titik akhir. Dalam proses waktu selama berlangsungnya gerakan > DI/TII > > di Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Abdul Qahhar Mudzkkar telah > > berlangsung peristiwa yang menggambarkan tragedi manusia Indonesia di > dalam > > era kemerdekaannya. > > > > Buku yang terdiri dari delapan bab dan merupakan edisi revisi terbitan > Ombak > > ini pantas dibaca oleh kaum muda, mahasiswa, politikus, anggota TNI, > serta > > semua orang yang berminat pada perkembangan sejarah Indonesia. Nerma > Ginting > > > > > > > > -- > > . > > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat > lain > > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > > =========================================================== > > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > > - DILARANG: > > 1. E-mail besar dari 200KB; > > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > > 3. One Liner. > > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > > mengganti subjeknya. > > =========================================================== > > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
