Ide itu seperti lampu, ketila bercahaya akan menerangi dunsanak lainnya.
Assalamualaikum wr wb
Angku, mamak, bundo sarato adi dunsanak sapalanta RN nan ambo hormati,
Selasa 1 Februari 2011 yang lalu saya diundang pak Abraham Ilyas dari lembaga
Datuk Soda Surau Suku Malayu Mandailiang kanagarian Tanjuan Sungayang kab.
Tanah
Datar. Setelah berunding dengan wali nagari Tanjuang pak Faze Andref & ketua
KAN
Tanjuang angku Suherman Dt Paduko Kayo serta menemui sekretaris Nagari
Minangkabau & sekretaris Nagari Sugayang, insya Allah pendampingan website
Nagari di cluster Sungayang tinggal menunggu waktu saja.
Apabila kata mufakat sudah didapat antara ke 3 nagari ini mengenai waktu
pendampiangan, insya Allah akan ada + 30 pemuda nagari yang dilatih mulai
dengan
(1) teknik perakitan komputer (hardware), (2) installasi progran (software)
Insya Allah saya akan bermukim di nagari Tanjuang selama 3 minggu untuk melatih
pemuda-pemuda sehingga bisa lebih maksimal dalam menggunakan media internet
yang
bisa menjadi jembatan penghubung antara nagari dengan perantaunya, nagari
dengan
nagari yang lain serta dengan pemerintah daerah & seluruh stake holdernya.
Pelatihan ini akan diikuti oleh pemuda yang berada di kelas 1-2 SMA serta
pemuda
yang sudah menamatkan pendidikan SMA (untuk kelas 3 SMA tidak akan dilakukan
pelatihan sebab sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian nasional).
Selain itu, karena saya tidak ada kesibukan di pagi hari, tentunya akan
mengunjungi masyarakat nagari untuk mencoba membangkitkan semangat gotong
rotong
& kebersamaan sehingga peternak-peternak di nagari-nagari ini bisa meningkatkan
kebersamaan seperti pengandangan sapi bersama-sama yang jauh lebih
menguntungkan
dari efesiensi waktu & biaya serta hasil sampingan seperti limbah kotoran sapi.
Begitu pula dengan niniak mamak pangulu kaum yang kita harapkan bisa mulai
menulis sedikit demi sedikit tentang adat & budaya serta tambo di nagari
sehingga bisa diketahui secara luas oleh anak kemanakan yang berada
diperantauan.
Selain itu, sosialisasi pelatihan website nagari ini juga perlu dipahami secara
jelas oleh kelompok tani, dimana bisa dicari banyak artikel-artikel yang sangat
bermanfaat untuk meningkatkan teknologi budidaya pertanian yang bisa
meningkatkan kesejateraan petani seperti pembuatan pakan ternak, pengolahan
pupuk organik, teknologi budidaya dll.
Bundo Kanduang nagari bisa pula memanfaatkan teknologi informasi media internet
ini untuk mempromosikan usaha rumah tangga (UKM) dengan biaya Rp. 0,- dibantu
oleh pemuda nagari yang sudah dilakukan pelatihan website nagari. Begitu pula
dengan anak kemanakan yang ada dimana saja, insya Allah akan bisa berkomunkasi
dengan seluruh dunsanaknya dengan memanfaatkan teknologi informasi ini baik
berupa situs jejaring sosial facebook, mailing list dan lain sebagainya.
Yang menarik pada kunjungan nagari kali ini, saya bertemu pak Zurhan Mukhri.
Beliau dahulu bekerja di Badan Tenaga Atom (Batan) Bandung, alumni SMA
Batusangkar & FMIPA Unand 1963. Saat ini beliau sudah hampir 11 tahun bermukim
di nagari Tanjuang Sungayang setelah lama tinggal diperantauan. Dari hasil
perbincangan dengan beliau, ada sebuah ide menarik untuk mengembangankan usaha
tani kopi luwak (kopi musang) di nagari Tanjuang. Hal ini lebih kepada
tingginya
jumlah musang liar yang ada di rimba-rimba Tanjuang yang sering mengganggu
tanaman masyarakat seperti kopi, coklat, pepaya & ternak ayam.
Hama musang di Sumatera Barat memang sangat banyak, bahkan di kota Padang saja
saya sering melihat hewan ini berkeliaran di rumah-rumah penduduk seperti
kawasan Jati (perintis kemerdekaan) bahkan di sekitar rumah saya di Asratek
Ulak
Karang.
Harga kopi luwak saat ini di pasaran antara 1 - 3.5 juta per kilonya. Dimana
sangat jauh dengan selisih harga penjualan biji kopi biasa yang berada pada
kisaran Rp. 10 rb - Rp. 16 rb. Untuk memproduksi kopi luwak pun sebenarnya
tidak
sulit, sebab hewan ini berasal dari habitat asli di Sumbar, yang banyak
terdapat
di nagari-nagari & selalu menyebabkan ayam-ayam kampuang "tapakiak" setiap
malamnya.
Cukup membuat sebuah kandang berukuran 1 x 2 meter yang semi permanen dan
menggunakan atap serta diding kawat, dengan pakan utama adalah biji kopi yang
sudah masak serta diselingi dengan sampelo (pepaya) bahkan tikus (mancik) yang
memang menjadi hama padi di kec. Sungayang kab. Tanah Datar. Kotoran musang ini
yang tidak sempurna mencerna biji kopi nantinya dicuci/dibersihkan kembali,
lalu
dilakukan penjemuran sehingga bisa dijual ke pasaran dengan harga yang cukup
tinggi.
Semoga tulisan ini bisa memberikan ide bagi angku, mamak, bundo sarato dunsanak
sapalanta RN nan ambo muliakan. Sebab ada banyak cara meningkatkan perekonomian
masyarakat nagari di Sumbar. Semoga bermanfaat amin ya Rabbal alamin.
wasalam
AZ - 32 th
Padang
catatan : Kunjungan ke nagari Tanjuang 1 Februari 2011 yang lalu saya menerima
sumbangan dana operasional untuk transportasi dari Lembaga Datuak Soda yang di
wakili pak Abraham Ilyas sebesar Rp. 100.000,-. Sumbangan ini saya gunakan
untuk
biaya transportasi sebagai berikut :
1. Transportasi tarvel Padang - Tanjuang
..................................................................................Rp.
18.000,-
2. Transportasi ojek Tanjung - Sugayang
...................................................................................Rp.
4.000,-
3. Transportasi ojek Sugayang - Minangkabau
............................................................................Rp.
3.000,-
4. Transportasi ojek Minangkabau - Sugayang
............................................................................Rp.
3.000,-
5. Transportasi ojek Sugayang - Cubadak
..................................................................................Rp.
10.000,-
6. Transportasi Batusangkar - Padangpanjang (gratis, sebab menumpang
truk batu
bara Bukit Tui)
7. Transportasi ojek Bukit Tui -
Padangpanjang...........................................................................Rp.
5.000,-
8. Transportasi tarvel Padangpanjang - Padang
..........................................................................Rp.
15.000,-
9. Internet di nagari Tanjuang 1 jam
...............................................................'.........................Rp.
3.000,-
10. Perbanyakan dokumen contoh website nagari Sungai Pua, Koto Gadang &
Kubang...........................Rp. 36.000,-
11. Biaya makan siang ampera di Minangkabau
..........................................................................Rp.
12.000,-
12. Biaya makan malam ampera di Padangpanjang
..........................................................................Rp.
16.000,-
TotalRp. 125.000,-
Keterangan : segala kekurangan biaya sudah ditutupi oleh saya sendiri. Karena
saya menerima sumbangan dari lembaga Datuak Soda, perlu dilewakan perincian
penggunaan dana tersebut untuk menghindari syakwasangka dikemudian hari.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/