Marah Hoesen Salim Oleh K Suheimi Tidak sulit mencari pak Marah Hoesen Salim. Lihat saja orang paling yang besar, gagah dengan kening yang lebar, itulah dia.
Saya beruntung bisa bertemu dengan beliau di Masjid KBRI Singapura. Pak Marah Hoesen Salim sangat sibuk, sekali 2 bulan beliau baru bisa ke Singapura. Tugas berat yang di emban dan dipercayakan padanya menyebabkan pak hoesen jarang di Singapura. Waktunya banyak dihabiskan di luar negeri. Semalam beliau baru datang dari India. Di India beliau di percaya membangun perumahan ditanah seluas 30 hektar. Sebelumnya membangun perumahan di Arab Saudia, Thailand dan Vietnam. Negara di dunia ini banyak yang ingin dan percaya pada Singapura dalam bangun membangun, sehingga pak hoesen sering di percaya untuk ini. Amanah yang tak ringan itu dipikulnya. Maka saya beruntung Tausiah di KBRI bertepatan dengan kedatangannya. Pak Hoesen penggagas Persatuan Minangkabau Singapura (PMS) dan mantan Presiden PMS pertama. Dulu di Jeddah sebagai Konsul Jeneral Singapur hinggo tahun 1992. Kini di Kolkata mamimpin projek Keppel Group, Singapore. Sabalun iko di Jeddah mamimpin proyek Keppel jo Sheikh Saleh BinMahfuz- acok basuo jo urang2 awak di Jeddah dan Makkah tamasuak Pak Ridwan, Ketua urang awak di Jeddah. Saya perhatikan ketekunannya mendengar Tausiah selama 2 jam. Disimaknya tiap kata yang saya sampaikan, sehingga hal-hal kecil beliau bisa mengulangnya kembali. Pak Hoesen yang menuntut keahliannya di Canada dan USA, menanyakan kembali yang saya ungkapan ketika kami dibawa makan ke rumah makan Kintamani. Kintamani yang menyajikan makanan Indonesia yang lezat di tempat yang nyaman. Seusai makan malam rombongan kami suami istri dan adik saya Ita dan Rina beserta anaknya. Kami dibawa raun ke Cina town, dan belanja di Mustafa center. Swalayan yang sangat besar dan terlengkap, dengan harga yang murah, satu-satunya tempat belanja yang buka 24 jam. Tempat berkerumunnya orang membeli barang kebutuhan di perkampungan India ini. Semua bangsa saya lihat banyak belanja kesini. Tidak sampai-sampainya waktu didalam mustafa yang terbesar di Asia Tenggara ini. Jam 12 tangah malam, saya dah letih, mata saya sudah 5 wat, saya ajak Pak Hoesen kembali ke kedutaan Saya jabat dan saya gemgam erat tangannya dengan harapan satu hari kelak kita kan ketemu. Ibuk Ros menitipkan sekotak coklat sebagai oleh-oleh Pak Hoesen dan ibuk Ros telah berbuat baik dan menanamkan kebaikan di mana-mana termasuk untuk keluarga kami dimalam itu. Terima kasih yang sedalam-dalamnya atas semua kebaikan ini Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Sucinya dalam Al_Qur'an Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. 2;110 Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
