Assalamualaikum wr wb
pak Z Chaniago, pak AI, sanak Andiko Sutan Mancayo sarato angku, mamak, bundo jo adi dunsanak sapalanta RN nan ambo hormati, Saketek nan bisa ambo tukuak, bahasonyo nagari sebagai satu kesatuan masayarakat adat sebenarnya sudah memiliki sistem & lembaga yang tersusun dari warih niniak moyang kito dari daulunyo. Lembaga nan ambo mukasuik adolah Kerapatan Adat Nagari (KAN) nan merupakan wadah bersama seluruh niniak mamak pangulu kaum yang merupakan pemimpin dari kaum-kaum yang ada di nagari-nagari. Tantunyo azas mambasuik dari bumi berlaku disini. Sehingga permasalahan-permasalahan yang ada bisa dimusyawarahkan bersama. Sedang struktur nan ambo mukasuik adolah Kamanakan barajo ka mamak mamak barajo ka tungganai tungganai barajo ka pangulu pangulu barajo ka mupakaik mupakaik barajo ka alua jo patuik alua jo patuik barajo ka nan bana nan bana badiri sandiri Karena azas mambasuik dari bumi nan dipakai, tentu hal ini bermula dari anak kemanakan sehingga struktur ini bisa berjalan dengan baik. Yang dimaksud dengan anak kemanakan ini adalah diri kita masing-masing sebagai anggota kaum & anak nagari. Tentunya dari 543 nagari adat & 629 pemerintahan nagari memiliki potensi alam, budaya & perantau yang beraneka ragam. Sangat diperlukan komunikasi & kebersamaan untuk itu, sehingga pembangunan nagari bisa dilakukan perlahan-lahan. Yang menjadi perhatian saya adalah, mengapa hingga saat ini KAN yang ada di 543 nagari adat ini tidak begitu diperhatikan secara seksama, baik oleh pemerintahan daerah maupun stake holder minangkabau, begitu pula oleh anak nagari di kampung halaman maupun perantau minang sebagai pemiliki & anggota kaum sendiri. Sebab orang minang pasti basako & bapusako, dua hal ini pulalah yang merekatkan rasa kebersamaan tersebut. Sedangkan pangulu di minangkabau adalah sebagai pemimpin kaum yang lebih merupakan sebagai faktor penyatu/perekat antara seluruh anggota kaum yang memilihnya. Yang jelas berbeda dengan konsep sistem kepemimpinan adat di daerah lain yang cenderung aristokrat, berdasarkan pada galur darah kebangsawanan. Apabila mufakat seluruh anak kemanakan, dapat ditagakan pangulu kaum. Apabila mufakat niniak mamak pangulu kaum, bisa dimusyawarahkan kepentingan nagari. Sedangkan pemerintahan nagari saat ini sifatnya lebih kepada lembaga administrasi yang sangat berbeda dengan KAN sebagai lembaga persekutuan kaum yang memiliki sako, ulayat kaum, ulayat suku maupun ulayat nagari. Yang menarik, kemajuan teknologi & pendidikan saat ini menyebabkan orang minangkabau lebih individualis dari pada meningkatkan rasa kebersamaan kaum & nagari. Salah satu faktor yang mmpengaruhi adalah hasil panen dari pusako tinggi tidak lagi menyokong pembiayaan pendidikan anak kemanakan dalam menempuh pendidikan di sekolah & perguruan tinggi. Sebab saat ini lebih dominan urang awak menjadi orang gajian dari pada berwiraswasta (employer) sehingga sangat sulit untuk berbagi antara seayah/seibu, saparuik, sekaum, sesuku bahkan sanagari. Namun dari 543 nagari adat yang ada (atau 629 pemerintahan nagari) masih ada beberapa nagari yang bisa saiyo sakato, sebab komunikasi antar niniak mamak pangulu kaum maupun anak nagari di kampung & di rantau masih berjalan dengan baik. Konflik & sengketa masih bisa dirundingkan, sebab mekanisme adat & agama masih berlaku & dipedomani. Sehingga di beberapa nagari tersebut jumlah angka sapi kurbannya setiap tahun cukup tinggi, sarana ibadah seperti masjid & surau terawat dengan baik, balai adat & kantor pemerintahan nagarinya sangat terawat, bahkan punya website nagari & radio online pula. Seperti kata pepatah... Kita bisa memberi tanpa harus menyayangi Namun kita tidak bisa menyayangi tanpa memberi Jadi, mencintai nagari tentunya bisa pula memberi, baik berupa tenaga, waktu, pemikiran, harta dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat, amin ya Rabbal alamin. wasalam AZ - 32 th Padang Satinggi-tinggi malantiang, Mambubuang ka awang-awang, Suruiknyo ka tanah juo. Sahabih dahan jo rantiang, Dikubak dikulik batang, Tareh pangubak barunyo nyato. Dari ribuan pepatah petitih minang, esensinya tetap bertujuan pada nan bana jo nan basamo. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
