Pak Marindo

UU Perkebunan iko sedang di Judicial review di MK, kasusnyo sadang jalan,
doakan keberatan kita atas UU itu dikabulkan hakim MK.

Salam

andiko

Pada 8 Februari 2011 17:32, Marindo Palar <[email protected]> menulis:

> Assalamu'alaikum Wr Wb.
>
> Kasihan...., itu komentar pertama yg muncul dalam kapalo ambo.
> Biadab......, itu komentar kaduo bergema dalam kapalo ambo
> Kurang ajar..., itu komentar ketiga terlontar dari bibir ambo.
>
> Rasanya cukup sering kito mendengar masalah ke tidak adilan seperti ini.
> Ambo indak mangarati bana jo masalah hukum dan permainan hukum yg di
> terbitkan di Republik ini.
>
> Tapi, ambo ingin batanyo kepada dunsanak yg mengerti hukum dan
> persoalannya, di palanta ko :
>
> Bisakah kito minta dilakukan Judicial review mengenai UU yg terbit di
> negeri ini ?. Apa saja persyaratan yg harus dipenuhi agar UU bisa di review
> kembali ?.
> Kalau bisa, adakah yg mau turun tangan menjadi konsultan atau apalah
> namanya, agar Undang-Undang No. 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan, dan UU
> (entah nomor berapa tahun berapa) mengenai Kehutanan, bisa di minta di
> tinjau ulang.
>
> Kedua :
> Kalau memang dalam setiap sengketa, polisi turun tangan, dan sampai
> menembakkan senjata kepada masyarakat, tidakkah itu bisa di laporkan ke
> Kapolri atau ke Presiden ?.
>
> Terima kasih kalau ada dunsanak yg menanggapi,
>
> *Salam,
> **Marindo Palar - 087771160237*
> ** 
> <http://phalestina.blogspot.com/>*FB-MARROSLESTARI<http://www.facebook.com/home.php#%21/pages/MARROS-LESTARI/129268143763595>
> *
>
> --- Pada *Sab, 29/1/11, Sepriadi <[email protected]>* menulis:
>
>
> Dari: Sepriadi <[email protected]>
> Judul: [R@ntau-Net] FW: [lumbung_derma] Release : Konflik Petani dengan
> PT. Anam Koto Pasaman Barat [1 Attachment]
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Sabtu, 29 Januari, 2011, 5:45 PM
>
>
>  Adakah yang bisa berkomentar terhadap kasus ini…?
>
>
>
> *From:* [email protected] [mailto:
> [email protected]] *On Behalf Of *ie-richk Coubut
> *Sent:* Wednesday, January 26, 2011 12:32 PM
> *To:* Khalid Saifullah
> *Cc:* [email protected]; [email protected];
> [email protected]; [email protected]; [email protected]; adat
> milis; carlo agustinus; Tika; [email protected]; [email protected];
> Bang Ujang; [email protected]; [email protected]; cumakita;
> [email protected]; [email protected]; Desi; lumbung derma;
> [email protected]; jawa pos; [email protected];
> [email protected]; [email protected]; harno walhi;
> humas tv7; Koran Haluan; [email protected]; [email protected];
> jalie Info Sawit; [email protected]; jejaringham; Jum; khalil
> syafullah; Koran Singgalang; Koran Haluan; Koran Padek; Koran Posmetro;
> [email protected]; [email protected]; [email protected];
> lativi; adat milis; mukri; [email protected];
> [email protected]; lativi; nego sawit; Ni Wat; SCTV nunung; walhi
> news; [email protected]; [email protected];
> [email protected]; [email protected]; [email protected];
> [email protected]; [email protected]; [email protected]
> *Subject:* [lumbung_derma] Release : Konflik Petani dengan PT. Anam Koto
> Pasaman Barat [1 Attachment]
>
>
>
>
>
> *[Attachment(s)<http://id.mc769.mail.yahoo.com/mc/welcome?.gx=1&.tm=1297144983&.rand=daon7ict3muhn#TopText>from
>  ie-richk Coubut included below]
> *
>
> *SULITNYA KEADILAN UNTUK PETANI*
>
> Finalnya Putusan Pengadilan Negeri Pasaman Barat
>
>
>
>
>
> *Foto : ierichkcoubut*
>
> Senin (24/1) menjadi tanggal yang bersejarah bagi Petani yang tergabung
> dalam Kelompok Tani Anak Nagari Rantau Pasaman bahwa mereka menyaksikan
> ketidakberpihakan Pengadilan Negeri Pasaman Barat yang tidak bisa berlaku
> adil pada mereka untuk kedua kalinya. Setelah gagal memperjuangkan keadilan
> dalam pada saat penangkapan yang tidak besertakan Surat Perintah Penangkapan
> dan sempat diPraperadilan akan tetapi Hakim tetap saja membenarkan perilaku
> Polisi yang menangkap para Petani dengan tidak memakai Surat Perintah
> Penangkapan, walalupun Suhartono seorang Polisi yang bertugas menangkap
> Petani ini mengaku dihadapan Sidang melakukan penangkapan tidak mengantongi
> Surat Perintah Penangkapan. Kemudian keadaan ini diperparah lagi bahwa
> perkara ini layak untuk (di P21 kan) diserahkan ke Pengadilan Negeri Pasaman
> Barat. Lengkap sudah penderitaan Yunasril, Erpan dan Bulkhaini selaku Petani
> yang mencoba mengantungkan hidup ditanah ulayat mereka sendiri. Mereka
> dianggap Bersalah oleh pengadilan, Hakim yang mengadili perkara ini
> memenangkan PT. Anam Koto yang jelas-jelas sudah merebut ulayat mereka,
> sekarang mesti mendekap di Jeruji Besi Rumah Tahanan Cabang Talu Kabupaten
> Pasaman Barat. Yunasril, Erpan dan Bulkhaini merupakan Petani yang dituduh
> telah menyerobot lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Anam Koto.
>
> PT. Anam Koto sebuah perusahaan yang memiliki Hak Guna Usaha seluas 4.740
> hektare untuk usaha perkebunan sawit dan memiliki Hak Guna Bangunan seluas
> 37,40 hektare yang keluar pada tahun 1999. Mengantongi Izin Usaha Perkebunan
> (IUP) pada Tahun 2008 dengan luas 2.285,1 hektare sementara kelebihan Hak
> Guna Usaha seluas 2.454,9 hektare ditelantarkan berdasarkan hasil Survey
> Lapangan yang dilakukan Tim yang pimpin oleh Dinas Perkebunan Sawit Pasaman
> Barat dan hasilnya survey tersebut menyebutkan bahwa lahan Hak Guna Usaha
> PT. Anam Koto yang dipergunakan sesuai dengan peruntukannya seluas 2.285.1
> hektare kemudian kelebihannya seluas 2.454,9 hektare terlantar dan telah
> diusulkan Bupati Pasaman Barat kepada Badan Pertanahan Nasional untuk
> direvisi. Kawasan perkebunan PT. Anam Koto berbatasan *sebelah Utara*dengan 
> PT. Inkut
> *sebelah Selatan* berbatas dengan PT. Gresindo Minang Plantation (Wilmar
> Group) *sebelah Barat* berbatas dengan PT. Agro dan *sebelah Timur*berbatas 
> dengan
> *Anak Aie Batang Takua*, kemudian kawasan ini dapat diakses dengan jelas
> melalui Fasilitas Software Google Earth. Secara Posisi kawasan PT. Anam Koto
> memiliki luas ± 9.756 hektare. 4.978,6 hektare merupakan lahan yang tidak
> memiliki izin, baik berupa Izin Usaha Perkebunan dan diluar dari Hak Guna
> Usaha serta Hak Guna Bangunan.
>
> Pada Tahun 1990 Niniak Mamak Aie Gadang dan Niniak Mamak Muaro Kiawai
> sebagai pemilik ulayat membuat kesepakatan dengan PT. Anam Koto bahwa PT.
> Anam Koto akan memberikan Plasma sekurang-kurangnya 10% dari lahan yang
> diserahkan. Hingga saat ini sudah 21 tahun lamanya kesepakatan itu tidak
> pernah direalisasikan kepada masyarakat. Tahun 2000 kesepakatan itu pernah
> ditagih oleh masyarakat, akan tetapi mereka dihadapkan dengan gas air mata
> dan ditembaki dengan membabi buta oleh Kepolisian, sehingga banyak korban
> berjatuhan. Diperlakukan seperti itu membuat masyarakat ini lemah hingga
> surut dengan perjuangan mereka, kemudian semangat itu kembali muncul pada
> tahun 2006 berbentuk kelompok kecil hingga menjadi besar di tahun 2010 yang
> terangkum dalam satu wadah Kelompok Tani Anak Nagari Rantau Pasaman.
>
> Hadirnya Undang-Undang No. 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan ternyata
> menjadi senjata ampuh bagi perusahaan perkebunan untuk mendiskriminasikan
> hak-hak masyarakat adat. Setiap masyarakat yang akan memperjuangkan
> hak-haknya akan dihadapkan dengan Pasal 47 dalam undang-undang ini.
> Akibatnya mereka hanya bisa menjadi buruh harian lepas (BHL) ditanah mereka
> sendiri, yang digaji Rp.100,-/Kg dari hasil TBS perkebunan  perusahaan yang
> berhasil mereka panen, tanpa adanya jaminan kesehatan, asuransi, keselamatan
> kerja dan lain sebagainya, ironisnya lagi mereka harus membayar denda kepada
> perusahaan sebesar Rp.5.000,-/Biji apabila pada saat melakukan Panen TBS
> Buruh tidak memungut dan meninggalkan Brondol (pecahan buah sawit) disekitar
> batang sawit.
>
> Harus rela menjadi buruh ditanah ulayat sendiri. Buruh Harian Lepas, hanya
> itu yang bisa diberikan perusahaan kepada masyarakata disekeliling kawasan
> perkebunan. Walaupun ada yang diberikan dalam bentuk Plasma, akan tetapi
> semua itu juga menjadi jaminan kemakmuran bagi masyarakata. Kebun Plasma
> biasaya dikelola oleh Perusahaan, masyarakat hanya menerima hasil berupa
> uang yang dikirim perusahaan yang berasal dari penjualan TBS Plasma
> masyarakat. Transparansi pengelolaan tidak pernah diinformasikan kepada
> masyarakat. Apakah mereka layak menerima uang sebesar Rp.300.000,-/bln bagi
> mereka yang memiliki kebun plasma seluas 2 hektare, sementara ditempat lain
> jika memiliki kebun seluas 2 hektare akan menghasilkan TBS ± 4-5 ton/bln
> yang jika uangkan Rp.4.600.000, jika harga TBS Rp.1.200,-/Kg. Setidaknya 3
> hal yang mesti ditanggung bagi masyarakat yang berada disekeliling kawasan
> perkebunan : 1) masyarakat harus siap untuk menjadi buruh ditanah sendiri
> karena tidak adanya jaminan kesejahteraan dari perusahaan bagi masyarakat
> disekeliling kawasan perkebunan, 2) masyarakat harus siap dipenjara,
> dikriminalisasi apabila mencoba melawan dengan kebijakan perusahaan, 3)
> masyarakat harus siap berkonflik yang berkepanjangan yang tak pernah
> terselesaikan oleh pemerintah. Perkebunan Sawit menjanjikan kenikmatan pada
> semua orang, akan tetapi ulah
> nikmat itu, pelanggaran HAM dan penghancuran lingkungan terjadi.
>
>
>
>
>
> Tim Advokasi
>
> *WALHI, PBHI, Wahanaliar*
>
> *ierichkcoubut*
>
> Koordinator Lapangan
>
>
>
> __._,_.___
>
> *Attachment(s) from ie-richk Coubut*
>
> *1 of 1 File(s) *
>
> Konflik Petani dengan PT. Anam 
> Koto.doc<http://xa.yimg.com/kq/groups/20509893/461338525/name/Konflik%20Petani%20dengan%20PT.%20Anam%20Koto.doc>
>
> Reply to 
> *sender*<http://id.mc769.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Re%3A%20Release%20%3A%20Konflik%20Petani%20dengan%20PT%2E%20Anam%20Koto%20Pasaman%20Barat>|
>  Reply
> to 
> *group*<http://id.mc769.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Re%3A%20Release%20%3A%20Konflik%20Petani%20dengan%20PT%2E%20Anam%20Koto%20Pasaman%20Barat>|
>  Reply
> *via web 
> post*<http://groups.yahoo.com/group/lumbung_derma/post;_ylc=X3oDMTJxdXRhcjFzBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIwNTA5ODkzBGdycHNwSWQDMTcwNTA2NDA4NQRtc2dJZAMxMzU1BHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTI5NjAxOTk1MA--?act=reply&messageNum=1355>|
> *Start a New 
> Topic*<http://groups.yahoo.com/group/lumbung_derma/post;_ylc=X3oDMTJmajVyc25jBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIwNTA5ODkzBGdycHNwSWQDMTcwNTA2NDA4NQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEyOTYwMTk5NTA->
>
> Messages in this 
> topic<http://groups.yahoo.com/group/lumbung_derma/message/1355;_ylc=X3oDMTM1bGxtZmp0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIwNTA5ODkzBGdycHNwSWQDMTcwNTA2NDA4NQRtc2dJZAMxMzU1BHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTI5NjAxOTk1MAR0cGNJZAMxMzU1>(
> *1*)
>
> *Recent Activity:*
>
> ·         *New 
> Members<http://groups.yahoo.com/group/lumbung_derma/members;_ylc=X3oDMTJnZnJ2Y3A1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIwNTA5ODkzBGdycHNwSWQDMTcwNTA2NDA4NQRzZWMDdnRsBHNsawN2bWJycwRzdGltZQMxMjk2MDE5OTQ5?o=6>
> ** 1 *
>
> Visit Your 
> Group<http://groups.yahoo.com/group/lumbung_derma;_ylc=X3oDMTJmcGlnb2YwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzIwNTA5ODkzBGdycHNwSWQDMTcwNTA2NDA4NQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzEyOTYwMTk5NDk->
>
> [image: Yahoo! 
> Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlbmlucm04BF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzIwNTA5ODkzBGdycHNwSWQDMTcwNTA2NDA4NQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTI5NjAxOTk1MA-->
>
> Switch to: 
> Text-Only<http://id.mc769.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Change%20Delivery%20Format:%20Traditional>,
> Daily 
> Digest<http://id.mc769.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Email%20Delivery:%20Digest>•
> Unsubscribe<http://id.mc769.mail.yahoo.com/mc/[email protected]&subject=Unsubscribe>•
>  Terms
> of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
>
> .
>
>  __,_._,___
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>  --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke