Memang betul pak, dalam kejadian kemaren banyak sekali timbul analisa dan 
dugaan antara lain (setelah kita ikuti perkembangan media)
 
Antara lain:
 
1) Ada faktor politik. Ada yang ingin mengalihkan isu nasional. Ada dugaan 
diselundupkan orang ke dalam kelompok Ahmadiah, dan orang ini kemudian mengaku 
di luar bahwa di dirayu untuk masuk Ahmadiah. Sehingga timbulah kesan bahwa 
Ahmadiah memang tetap berdakwah dan mencari pengikut, sehingga kriteria 
melanggar SKB 3 Menteri memang terbukti.
 
2) Memang betul-betul Ahmadiah meningkatkan kegiatan dakwah di Cikesiuk, 
terbukti dengan datangnya 3 orang dari Jakarta, dan dua hari sebelumnya ada 
peningkatan kegiatan di rumah yang dijadikan tempat amuk masa.
 
3) Dan memang kegiatan Ahmadiah di Banten in telah meresahkan masyarakat 
sekitar, sehingga masyarakat spontan untuk menghabisinya/amuk masa (kejadian 
kemaren).
 
Masing-masing argumen masih harus dicarikan buktinya, berukut alat bukti dan 
saksi-saksi yang benar. Biarlah POLRI bekerja untuk itu.
 
Tapi walau bagaimanapun tidak boleh membunuh sesama dengan alasan berbeda 
aliran dan agama, alasan beda pendapat. Mereka juga rakyat Indonesia yang 
berhak hidup di negara ini. Dan mereka juga makhluk Allah yang harus kita 
hormati.
 
Jangan sampai orang yang tidak sembahyang dan kerjanya berjudi seharian, nanti 
halal dibunuh dengan alasan menghina agama Islam.
 
Setahu saya (terlepas Ahmadiah mengakui Gulam Ahmad sebagai Nabi) mereka juga 
shakat lima waktu, dan puasa di bulan Ramadhan.
Kalaulah mengakui Gulan Ahmad sebagai nabi itu, berarti keluar dari Agama Islam 
secara syar'i, itu pun dosanya juga akan dipikul oleh mereka sendiri.
 
Sama saja dengan pengikut Lia Eden di Galur Jakarta Pusat, yang kita anggap 
aliran sesat, mereka tidak boleh dibunuh dan tidak boleh dihakimi ramai-ramai. 
Mereka boleh kita dakwahi dan ajak agar mereka sadar kembali. kalau mereka 
tidak sadar juga yah biarkan sajalah, toh mereka melakukan ritual itu hanya 
sebatas kelompok mereka saja.
 
kalau mereka menghina agama Islam, barulah kita boleh bertindak sesuai aturan 
agama dan negara dimana kita hidup.
 
Itu pendapat saya pribadi, bertitik tolak dari philosophis Agama Islam, yaitu 
agama kasih sayang yang dirahmati Allah SWT.
 
Tidak usah sependapat dengan saya,
 
 
wass,
DAN

--- Pada Rab, 9/2/11, Arman Bahar <[email protected]> menulis:


Dari: Arman Bahar <[email protected]>
Judul: Bls: [R@ntau-Net] Fatwa Liga Muslim Dunia - Ahmadiyah Sesat----BUYA
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 9 Februari, 2011, 2:16 AM






Kok sakadar manjalankan ibadah masing2 kuati'e je lah tu, masalahnyo kan sampai 
maraiah penganut lain pindah ka agamonyo, kan samo sajo jo caro2 kritenisasi, 
anak kamanakan awak nan alah jaleh2 Islam tau2 bisa lah pindah agamo ka kristen 
atau ahmadiyah, lai indak kabaa dek awak

Dek awak mungkin iyo indak baa, baa lo dek nan lain, tantu indak, jadi kok 
tajadi anarkisme dan kalau lah massa nan berang kan indak salah awak lai tu 
doh, sadangkan polisi sajo lai lari ta-birit2, pado bocor lo ubun2 kanai 
pungkang batu nan indak ba mato nan tabang2 sa-gadang2 tenju tu, baa lo tu gak 
ati?





Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rab, 9 Februari, 2011 06:20:39
Judul: Re: [R@ntau-Net] Fatwa Liga Muslim Dunia - Ahmadiyah Sesat----BUYA

Allah menyuruh kita memilih salah satu diantara 2 jalan: Syurga atau Neraka (Al 
Quran)

Biarkanlah mereka memilih jalan sendiri2, karena konsekwensinya akan ditanggung 
oleh masing2 ( bi nafs) dan bukan oleh grup (jamaah)

Sesungguhnya agama Islam diturunkan untuk kemakmuran di bumi-Nya dengan 
ajaran-Nya kasih-sayang (rahmanurrahiim) dan bukan untuk saling berbunuhan dan 
bukan pula saling menghancurkan

Ada Ustadz yang ingin bantah? Atau akan melengkapi?

Wass,

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "ZulTan" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 8 Feb 2011 14:35:23 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Fatwa Liga Muslim Dunia - Ahmadiyah Sesat----BUYA


Iyo Engku TR NAH,

Pascakerusuhan Cikasiak ikolah tokoh nan acok mancogok:

AA, Buya, KH
.
Salam,
ZulTan, L, 50, Bogor
"It's not whether you get knocked down, it's whether you get up!"

-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Tue, 8 Feb 2011 11:40:38 
To: Fashridjal M. Noor<[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Fatwa Liga Muslim Dunia - Ahmadiyah Sesat----BUYA


Tarimokasih pak Fashridjal ...

Semoga semua Umat Islam mempunyai filter yang pas, indak langsuang mambebek 
maikuik-i Buya kito itu

Karano Buya nan Orientalist iko tampaknyo memang lebih berpihak kapado musuh2 
Islam 

---TR 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "Fashridjal M. Noor" <[email protected]>
Date: Tue, 8 Feb 2011 19:22:42 
To: <[email protected]>
Cc: <[email protected]>
Subject: Re: [R@ntau-Net] Fatwa Liga Muslim Dunia - Ahmadiyah Sesat----BUYA

Pak TR ysh.,
Soal itu alah lamo jadi pertanyaan ambo juo. A nan dicari seorang Muslim, 
apalagi seorang tokoh umat Islam: keredhaan Allah SWT. atau disanjung banyak 
orang di dunia ini sebagai Bapak Pluralisme atau Guru Bangsa?
Salam,
FMN

--- Pada Sel, 8/2/11, [email protected] <[email protected]> 
menulis:

> Dari: [email protected] <[email protected]>
> Judul: Re: [R@ntau-Net] Fatwa Liga Muslim Dunia - Ahmadiyah Sesat----BUYA
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Selasa, 8 Februari, 2011, 6:00 PM
> 
> Ado nan agak tarumik dek ambo...
> 
> Masih pantaskah seseorang dipanggil Buya ?
> 
> 
> Karena Buya ini  kenyataannya  lebih berfihak ke
> Ahmadyah dari pada memperjuangkan Islam
> 
> Sabab kalau dikampuang ambo indak sembarang urang nan
> dipanggil Buya itu
> 
> Kalau memang dia bukan seorang Ulama yang kesehariannya
> memang berjuang untuk kecemerlangan  Islam
> 
> 
> Wass
> TR



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke