Limapuluh Kota, Singgalang Nasib petani gambir Kabupaten Limapuluh Kota, sebagai pengekspor komoditi gambir terbesar di Sumbar terus dicekam kesengsaraan. Sudahlah harga gambir tak berketentuan, tanpa disengaja setiap tahunnya, tengkulak gambir diduga juga menyedot hak mereka sebesar Rp131,4 miliar.
Angka tersebut terbilang sangat tinggi. Andai saja petani sadar mereka dijajah oleh para tengkulak dan tidak terjerat penjualan gambir praktis melalui mafia gambir, mungkin tak akan terdengar jeritan petani gambir setiap harinya. "Tapi sayang, petani gambir kita sangat gampang dijajah oleh tengkulak. Ini harus diperangi dan dicarikan solusinya," aku mantan petinggi Bank Indonesia, Iramadi Irdja menjawab Sing galang Sabtu (5/2). Putra asli Luhak Limopuluah itu juga menukuk, berdasarkan data yang ada di Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Lima puluh Kota 2010, terbukti kalau Limapuluh Kota memproduksi 14.601 ton gambir tiap tahun. Dalam dua kilogram gambir mempunyai 1 kilogram kandungan Katechin. Harga katechin per kilo di luar negeri, mencapai Rp1,8 juta. Jika diakumulasikan dengan produksi gambir, data tersebut menunjukkan petani kehilangan hak mereka Rp 131,4 miliar tiap tahun. Kerugian senilai Rp131,4 miliar itu, baru dialami oleh petani Gambir Limapuluh Kota saja. Jika dihitung kerugian yang dialami petani gambir se-Sumbar, tidak akan kurang dari Rp150 miliar tiap tahun. "Saat harga gambir anjlok 2010 silam, saya langsung ikut memantau ke perkebunan milik warga. Belakangan hari ini, saya dan Romeo Rissal Pandji Alam (Pimpinan BI Padang), sibuk mengurus jaringan pemasaran gambir," ulas putra kandung wartawan Ikrar Djalul tersebut. Untuk menggenjot perekonomian petani gambir, saat ini pihaknya juga tengah mencari cara memfungsikan dua mesin pabrik gambir yang terkesan mubazir di Limapuluh Kota. Kedua mesin pabrik gambir itu selama ini tidak bisa beroperasi karena menelan bahan bakar yang sangat banyak. Dia dan beberapa teman mencoba merekayasa ulang sehingga bisa dioperasikan. Kendati begitu, ia sangat meyakini kalau Payakumbuh dan Limapuluh Kota, sebagai daerah beradik-kakak. Memiliki kekayaan alam tumpah ruah dan tidak ternilai harganya. Sayang, itu semua jelas tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah khususnya di pemasaran. "Jujur saja, saya sudah berjalan di banyak daerah di Indonesia, namun soal kekayaan alam, Payakumbuh-Limapuluh Kota tidak ketinggalan. Saat ini tergantung kepada pemerintahnya saja," demikian Iramadi. Ketua DPRD Limapuluh Kota Darman Sahladi juga menuturkan hal yang sama. Nasib petani gambir, tidak pernah lepas dari jeratan tengkulak. Segala macam cara, juga sudah pernah dilakukannya. Kepada bupati dan seluruh jajaran Pemkab Limapuluh Kota, diharapkan membuat semacam lembaga petani gambir nagari di setiap wilayah produksi komoditi gambir. "Lembaga itu akan diberikan suntikan dana oleh Pemkab. Bisa jadi satu lembaga diberi dana Rp1 miliar. Dana itu nantinya akan berputar di lembaga itu sendiri. Pengurusnya juga langsung mengelola dan mendrop gambir. Kita carikan pula pemasarannya yang terbaik. Bisa jadi dengan pihak swasta," ujar Darman. (bayu) Kamis, 10 Februari 2011 http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=3691 Wassalam Nofend/34+/M-CKRG => MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!! Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang, Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi Sumatera Barat. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
