PADANG, HALUAN - Etape I Tour de Singkarak (TdS) 2011 di Kota Padang
dilakukan dalam bentuk Circuit Rate untuk jarak sekitar 60 Km. Circuit rate
(balapan bersama untuk 5 kali putaran, sangat memungkinkan masyarakat Kota
Padang menikmati atraksi para pembalap di jalan raya dalam jumlah banyak.
"Ya, kami akan bedakan dengan tahun lalu yang hanya dalam bentuk team time
trial dengan melepas lima pembalap sekali jalan. Hal itu ternyata
membosankan," kata Kasubdit Promosi Tujuan Wisata I, Raseno Arya di Padang,
kemarin, saat memulai survey hari pertama Tour de Singkarak.
Didampingi tim dari PB ISSI seperti Eva Catharina, Yosef Lomena, Tino
Latuheni, Antri Batali dan AKBP Z. Datuk Marajo dari Polda Sumbar, Raseno
menyebutkan rute Padang Circuit Rate mengambil star di depan Taman Budaya di
Pantai Padang, terus ke Jl.Hayam Wuruk, Jl. Pemuda, Jl. Damar, belok ke
kanan Jl. A. Yani, terus ke Jl. Sudirman, Jl. Rasuna Said, belok ke kiri ke
Jl. Raden Saleh, belok lagi ke kiri ke Jl. S.Parman, terus Jl.Veteran dan di
lampu merah Jl. Damar belok ke kanan ke pinggir laut dengan lajur memutar
dulu ke utara ke ujur jembatan purus yang sedang dibangun dan kemudian
langsung kembali ke depan Taman Budaya.
Yosef menambahkan, para pembalap akan menjajal etape I ini dalam lima kali
putaran, sehingga masyarakat dapat menyaksikan langsung pembalap mana yang
paling kuat dan unggul. Menurut Datuk Marajo, rute Pantai Padang, Hayam
Wuruk, Pemuda, A.Yano, Sudirman, Rasuna Said, Raden Saleh, dan Veteran ini
adalah jalur yang paling aman untuk pelaksanaan hajatan ini dan tidak begitu
rumit dari sisi pengamanan.
Menurut dia, semula ada alternatif PCR ini akan memakai jalan Padang Baypass
atau seputar kampus Unand Limau Manih. Tetapi dipastikan lajur itu akan sepi
menonton.
"PCR ini memang layak dilakukan dalam kota, meski memang sedikit mengganggu
aktivitas warga kota," kata Raseno pula.
Panjat Kelok 44
Pada TdS 2011 tetap akan memanjat Kelok 44 di Maninjau. Tetapi, starnya tak
lagi dari Muko-muko, sehingga setelah star, beberapa kilometer para pembalap
langsung menanjak kelok 44.
Tahun ini, kata Yosef, starnya langsung di Kota Pariaman dan tanpa berhenti,
para pembalap akan langsung menjajal kelok 44 tersebut dan finisnya di Embun
Pagi. "Etape ini jelas merupakan rute paling berat dan menantang," kata
Yosef.
Menurut Raseno, TdS juga akan menambah etape ke Payakumbuh dan ke Lembah
Harau di 50 Kota. Pihak Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang menjadi
penyelenggara ivent ini, tetap akan mengundang sekitar 17 tim dari luar
negeri dan 10 tim dari Indonesia. (h/sal)
Sabtu, 12 Februari 2011 01:35
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=152
1:padang-gelar-circuit-rate&catid=8:olahraga&Itemid=76
Wassalam
Nofend/34+/M-CKRG
=> MARI KITA RAMaIKAN PALANTA SESUAI DENGAN VISI-NYA!!
Forum komunikasi, diskusi dan silaturahmi menggunakan email ini sangat
dianjurkan selalu dalam koridor topik: yang berhubungan dengan Ranah Minang,
Urang Awak di ranah dan rantau, Adat dan Budaya Minangkabau serta Provinsi
Sumatera Barat.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/