Terima kasih Armen hanya itu ucapan tulus dari saya (kami) rombongan KB RN yang berrekreasi sambil bersilahturahhim kopi darat di Sikuai atas segala-galanya yang tekah meng EO kami semua sehingga segala sesuatu berjalan dengan lancar dan sukses, betul-betul sebuah perhatian pada kami yang sangat prima mulai dari dari sebuah wacana dulunya dari Om Duta, Persiapan , pra keberangkatan di AW Resto sampai ke Sikuai dan kembali lagi ke AW Resto, tanpa Armen kemungkinan kami akan sedikit linglung dan bingung hal ini disebabkan pelayanan manajemen Sikuai di bawah standar.
Satu hal yang paling kami ajungan jempol dan memuji banget adalah persiapan barbekiunya, wah betul-betul makan malam kami begitu nikmat dengan bumbu pacak ikan bakarnya. Selera saya tidak bohong ketika inilah bumbu ikan pacak yang enak diatas rata-rata rasanya pedasnya begitu menghentak walau harga cabe mahal saat ini. ketika saya minta pendapat kawan yang lain (second opini) seperti Om Duta, Afrijon, Da Iqbal, Bu Nur semua menyatakan enak dan pas pedasnya serta khas bumbu ikan bakar pacak ala urang pesisir. Tentunya menjadi spesial serta terima kasih pribadi saya pada Armen yang ingat saya suka akan antimun kuriak serta membawakan, wah jadi rebutan timun kuriaknya saya lansung bilang ke pelayan dapur Resto Sikua tolong dipoting saja ujung panbgkalnya tanpa dikupas kulit dan dicuci. Aromatik khas timun kurik dengan kulit selalu membuat saya bergairah he he he maksudnya selalu saya suka dan tak habisnya mulut komat kamit melumat timun tersebut begitu juga kawan yang lain ditengah terbatasnya atau malah tidak ada lapapan segar yang disediakan pihak Sikuai waktu bersantap malam, lalu jagung bakarnya juga kami oles dengan bumbu pacak yang pedas menghentak ala musik Heavy Metal dengan sentuhan Dang Dut Ringan he he he, mantab..dan nikmat kata Pak Afrijon ketika kami bakar jagung di depan cottage. Paginya saya sangat kesal dengan hidangan sarapan pagi nasi goreng ala Sikuai yang ala kadar tak ada telor dadar atau telor ceplok mata sapi, lansung saya "meradang" ke dapur resto Sikuai dan bertanya "Ikan bakar sisa semalam masih ada" "Ada Pak" "Bawa kesini" (Kesal) Satu piring sisa ikan bakar semalam menjadi menu tambahan sarapan pagi kami yang "memaksa" Om Duta tak tahan diri menambah nasi goreng dan makan dengan lahap ikan bakar sisa semalam yang telah dingin tapi dari segi rasa masih terasa pedasnya yang menghentak (jangan main-main dengan selera, dia tidak akan pernah bohong, yang enak akan tetap enak) Terakhir saya (kami) ucapkan lagi Terima kasih dan tak lupa juga terima kasih buat Reni yang membawa Rendang belut pusaka kuliner Ranah Minang sebanyak 2 Ton..oppss maksudnya 2 Kg (Terbaca : Saking banyaknya) dan itu membuat makan siang kita bertambah heboh dan nikmat ditengah menu ala Sikuai yang standar banget. Wass_Jepe -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
