Ambo sapandapek jo sanak Taufik.

Dengan catatan, agamo ambo io masih dangkal pulo.

Kalau indak salah Ugamo Islam nan diturunkan oleh-Nya kepada Muhammad yang 
kemudian diangkat-Nya menjadi Rasul-Nya,(bukan muncul dengan sendirinya melalui 
pikiran para pakar bangsa Arab), adalah untuk menghancurkan budaya paganisme 
bangsa Arab waktu itu yang disebut Budaya Jahiliyah (liar, biadab, tidak ada 
etika).

Jadi dari semula memang Agama harus merubah budaya. Jangan pikiran kita 
terbalik, bahwa Agama harus mengikuti Budaya.

Etika Agama Islam ditentukan sendiri Oleh-Nya, yang disampaikan melalui Lisan 
seorang Nabi-Nya yang diangkat-Nya dari kalangan manusia (yang akan dirubah 
budayanya).

Artinya tidak boleh Budaya merubah Etika yang telah dibakukan-Nya tersebut.
Itu kalau Tuan mau ber-agama dengan baik. Terserah kepada Tuan tentunya, karena 
Tuan sendiri yang akan menanggung akibatnya nanti. Bukan orang lain.

Karena yang kita pedomani dan contoh adalah Aturan Islam, bukan Kebiasaan Orang 
Arab yang disebut juga Budaya Arabia.

Nah, border limitnya sudah jelas, bagi yang kurang jelas, mohon di dalami lagi 
melalui kitab-kitab yang membahas masalah ini.

Tidak perlu diperdebatkan lagi.

Itu pendapat saya pribadi yang awam agama, menguatkan pendapat sanak saya 
Taufik.

Artinya pendapat ini bukan untuk di debat pula.

Wassalam,


--- Pada Sel, 15/2/11, [email protected] <[email protected]> 
menulis:

> Dari: [email protected] <[email protected]>
> Judul: [R@ntau-Net] Agama mempengaruhi Budaya atau Agama tergerus oleh Budaya
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Selasa, 15 Februari, 2011, 7:57 PM
> 
> Dari diskusi duo pakar kito, nan ciek ahli sosial nan lain
> ahli agama
> 
> Ado saketek nan jadi perhatian ambo, sesuai judul diatas
> 
> Dari Forum nan diikuik-i pak Saaf ( mudah2an ambo indak
> salah tangkok)  tasabuik :
> 
>  "mereka ingin agar agama yang diadaptasi mengikuti budaya
> setempat"
> 
>  Sedang pak Saaf manyabuik alun ado Shalat versi Minang
> atau Zakat versi Mataram
> 
> Memang kalau langsung masalah ritual itu alun ado
> 
> Tapi kalau misi/keinginannyo macam itu, bisa sajo nanti
> mereka akan menyuburkan berbagai acara yang seakan acara
> agama tapi dalam prakteknya menyalahi agama
> 
> Misalnyo (maaf iko dari pandangan sampik ambo sebagai urang
> Islam nan awam)
> 
> 1. Sekaten di Jogja, acaranyo ado hubungannyo dengan
> peringatan dalam Islam lengkap dengan doa2 dari Ulama
> Istana, tapi nan labiah ditunggu dan semarak adolah rebutan
> Gunungan yang diyakini memiliki berkah dalam kehidupan
> 
> 2. Balimau. Sehari sebelum puasa banyak dilaksanakan
> diberbagai tempat. Apalagi dengan dalih wisata. Tapi dalam
> prakteknya banyak yang kurang pas dengan tuntunan Islam tsb
> 
> 3. Selain itu masih ada berbagai acara peringatan Agama
> tapi disusupi  Budaya Lokal yang dengan alasan
> memancing Wisatawan. Kadang dari sisi Agama Islam telah
> menimbulkan syirik
> 
> Sekali lagi maaf, ini bukan maksud menyalahkan orang lain
> sehingga bisa pula menimbulkan SARA, ini hanya dari perasaan
> orang awam yg melihat hal ini mungkin kurang selaras dengan
> tuntunan agama Islam
> 
> Nan penting manuruik ambo jan sampai agamo maikuik budaya.
> Hendaknyo budaya itu nan diselaraskan jo Agamo
> 
> Wass dan banyak orang lain.-
> 
> TR
> 
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan
> di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta
> R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim
> melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata!
> Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan
> reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply
> email lama & mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke