Turis Manca Negara Sudah
Mulai Mengenal dan Berpetualang Kembali di Sulit Air 

Oleh : Bakroni, S.Soshttp://www.sulita.net/?p=453


Setelah kurang lebih 12 tahun setelah
terjadinya krisis moneter dan politik dalam negeri kita,  Sulit Air sudah mulai 
dikenal kembali dan dikunjungi
oleh turis Mancanegara. Hal ini mungkin adanya sudut pandang yang berbeda
antara dulu pada saat krisis domestik Indonesia pada tahun 1997/1998
dengan situasi dan kondisi saat ini, yang jauh lebih kondusif dan cenderung
lebih stabil.

Kemaren Kamis 10 Februari 2011,Nagari kita Sulit Air tercinta sudah mulai
dikunjungi oleh turis dari luar negeri. Kali ini turis yang merupakan pasangan
suami istri ini berasal dari Perancis. Mereka sebelumnya terbang dari Perancis
dengan tujuan utama mengikuti momen perayaan imlek di Singapura. Pasangan yang
bernama Mr. Dominique dan Mrs. Carol ini selanjutnya berkelana
menuju Batam, Bukit Tinggi dan Batu Sangkar. Selanjutnya dari Bukit Tinggi,
pasangan tersebut menginap di sebuah hotel di tepian Danau Singkarak (Hotel 
Palapa). Sambil mengisi hari liburan mereka,
pasangan tersebut mencoba untuk mengenal lebih jauh tentang tempat yang unik
dan menarik di Nagari Sulit Air. Pasangan yang suka berjalan kaki ini sampailah
di Sulit Air.

  Saya
yang melihat turis berjalan kaki di depan warnet saya di Koto Tuo, secara
langsung menawarkan bantuan untuk menunjukkan berbagai tempat yang menarik
untuk mereka dokumentasikan. Pertama-tama turis tersebut menolak bantuan yang
saya tawarkan, dengan berbagai cara pendekatan yang ramah dan banyak senyum 
(friendly
and smilling) akhirnya turis tersebut menerima tawaran saya untuk menunjukkan
berbagai tempat wisata menarik di Sulit Air.

Pertama mereka mendokumentasikan baik
lewat kamera digital ataupun handycam yang mereka bawa. Tempat : Medan Nan
Bapaneh Balairung Sari, Rumah Gadang V Singkek Lapan kemudian Jembatan Titi 
Bagonjong. Selesai
menyebrangi jembatan yang membagi Nagari Sulit Air menjadi dua bagian tersebut,
kami langsung menuju tempat wisata utama, yaitu : Rumah Gadang 20 Ruang (The 
Big House). Mereka terkesima baik
artistik eksterior maupun interior Rumah Gadang persukuan orang V Panjang Sulit
Air tersebut. Selanjutnya akhir petualangan kami, saya (Bakroni) dan adik saya
(Rika Zunaira) mengakhiri perjalanan kami di Jembatan Kubang Duo dengan membawa
turis asal Perancis tersebut untuk mendokumentasikan keindahan Gunung Merah dan 
Jonjang Seribu dari kejauhan. 

Demikianlah kami membagi pengalaman kami
ini kepada seluruh warga SAS baik dalam maupun luar negeri terutama para
pencinta website kebanggaan kita warga Sulit Air yaitu : http://www.sulita.net 
dan Radio Online Sulita (ROS). Pada intinya pasangan turis asal
Perancis tersebut sangat terkesan dengan sambutan dan  keramahan kita warga 
Sulit Air serta berniat untuk kembali ke Nagari kita ini tahun
depan, begitulah penuturan mereka kepada kami.  


      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke