Sanak Zulkarnain Kahar, pak Darul, dan para sanak sapalanta,
Ambo manyimak elok-elok 'sindrom Sikuai' ko, nan panah disabuik surang sanak 
sebagai :' harago bintang limo, palayanan kaki limo'.
Ambo picayo indak akan ado perubahan kalau nan panah pai ka sinan hanyo 
mangaluah sajo di RN ko. Paralu ado aksi.
Baa kok warga KBRN dan MAPPAS manulih komplain resmi ka Walikota Padang dan 
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, disaratoi tuntutan pencabutan izin 
kalau kualitas pelayanan indak dipeloki. Akan labiah efektif lai kalau komplain 
tu disampaikan juo ka media massa.
Wassalam,


-------Original Email-------
Subject :Re: [R@ntau-Net] Layanan/Service yang Lemah di Sukai Resort 
yangdirasakan KB RN
>From  :mailto:[email protected]
Date  :Thu Feb 17 04:46:25 Asia/Bangkok 2011


Ambo sepakat jo Pak Darul, 
"Pelayanan, faktor manusia, penghormatan, dan memandang yang datang adalah 
customer. Customer adalah raja. Ingat tanpa customer maka tidak ada artinya 
objek tsb." 
  
"yang membuat anda di phk bukan bukan manager atau sang pemilik  tapi customer  
yang membelanjakan uangnya ketempat lain" 
  
Ambo pun pernah mambao keluarga ka P Sikuai ko. Seluruh anggota keluarga 
sepakat akan keindahan alamnya termasuk yang sering bolak balik  ke bali. 
  
but .. yang kurang menyenangkan pada waktu itu: 
Tidak menerima kartu kredit,debit , zaman kiniko sia lo urang nan manenteng 
nenteng pitih banyak. Nah siap siaplah jo dompet taba kalau mau menginap 
seminggu dengan keluarga besar. 
  
Sarapan nasi goreng pagi asal jadi termasuk kopi pagi yang disediakan dalam 
tabung plastik tembus pandang. Mungkin lebih baik kopi dalam cerek/thermos atau 
silahkan buat sendiri dengan air panas yang mungkin telah disediakan. 
  
Listrik yang baru hidup jam lima sore. Tong sampah yang kurang apalagi tempat 
membuang puntung rokok. beberapa rombongan seenaknya saja membentang tikar 
(yang datang pagi pulang sore) mungkin perlu dilokalisasi tempat makan bareng 
ini agar tidak mengganggu pengunjung yang bermalam. yang meng inginkan 
kenyamanan dan ketenangan. 
  
Tempat berayun ayun pun seperti tak terawat. Tidak ada bangku bangku untuk 
membaca atau menikmati malam hari ditepi pantai yang tenang itu. 
  
Makan malam dengan menu yang ala kadar (minang tidak western pun tidak) tak ada 
pula sambal lado, atau boto tabasco sejenisnya. Sempat pula bermasalah 
karena harus membayar tunai ditempat untuk tiap makan. tak mau dia di akumulasi 
dengan tagihan akhir nanti walau sudah membayar deposito duluan sebelum naik 
boat yang juga ala kadar. walaupun akhirnya mereka bisa menerima setelah saya 
katakan "Kami ini tekurung disini, Mobil kami beserta kuncinya kami titipkan di 
gudang anda, dan telah membayar deposito pula tak mungkin kami lari." 
  
Karena awak urang Minang tantu nan kalua dari mulut : " Ah kita kan kemari mau 
melihat alam bukan mau menikmati palayanan" walau sebenarnya  kita akan sepakat 
"Alam yang biasa biasa sajapun kalau service kelas wahid akan banyak dikujungi 
orang" 
  
Kembali ke laptop mungkin kita akan setuju "kalau pekerja dibidang parawisata 
didatangkan saja dari tanah seberang". Kan beberapa karyawan sikuai yang rajin 
memunguti sampah sampah yang dibawa air laut ke pantai toh bukan urang awak. 
(dek ambo batanyo pado beliau)  
  
Urang awak jadi manager  atau pengamat sajolah bantuak urang arab. 
  
Zulkarnain Kahar 

 

 
 
----------------
 From: St Parapatiah <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wed, February 16, 2011 3:45:48 AM
Subject: [R@ntau-Net] Layanan/Service yang Lemah di Sukai Resort yang dirasakan 
KB RN

 
 
Sanak Pengiat Parawisata Sumbar 
  
Saya membenarkan saja berita yang diangkat oleh berita dan cerita terakhir dari 
Ajo Duta, sanak Jepe dan yang ke tiga yang dari Yeyen ini. Kebetulan saya 
pernah berkunjung satu hari ke kedua pulau object wisata ini. 
  
Yang dipertayakan, kenapa kedua object wisata pulau ini di lokasi berdekatan 
tapi bebrbeda jauh menyenangkan? Menurut pendapat saya yang buakan orang 
pariwisata ini, sebetulnya adalah disebabkan oleh “man behind the gun”. Tempat 
wisata harus dikelola oleh orang yang betul2 menjiwai wisata. 
  
Dua saja yang paling penting, yaitu: 
  
1.       Kesan pertama, kesan pertama saat kedatangan dan tiba di objek wisata 
tsb, perlu diperhatikan faktor kemunusiaan parawisatawan, yang datang untuk 
plesir, bukan datang untuk berjuang. 
2.       Pelayanan, faktor manusia, penghormatan, dan memandang yang datang 
adalah customer. Customer adalah raja. Ingat tanpa customer maka tidak ada 
artinya objek tsb. 
  
Salam 
St Parapatiah 
Cilegon 
  
  
 
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf 
Of Ephi Lintau
Sent: Wednesday, February 16, 2011 8:49 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Layanan/Service yang Lemah di Sukai Resort yang 
dirasakan KB RN 
  
da JEPE...mungkin sebaiknyo..kalau nio ka SIKUAI juo...pai pagi pulang 
sore......, ndak pakai acara manginap............. mudah2an MAPPAS bisa 
menyikapi hal iko......, mungkin dgn mengirim surat resmi ke pengelolanya 
terkait testimoni....KB RantauNet....

salam
Ephi 
 
2011/2/15 jupardi andi <[email protected]&gt;


Apa yang dibilang dan dirasakan oleh&nbsp; Om Duta juga dirasakan oleh 
kami-kami rombongan Keluarga Besar RantauNet (KB RN)Sesuatu yang diluar 
perkiraan saya (kami) atas layanan dari manajemen "The New Sikuai Island 
Resort" (disingkat Sikuai)Melihat segala foto-foto, pamphlet dan brosur 
&nbsp;tentang Sikuai di Internet dan hasil jepretan Nofrins dan rekan 
photographer di dunia saiber dalam bayangan saya ini bukanlah sebuah beach 
resort “kelas kambing”, Jika kami harus membayar mahal sesuatu yang sudah 
diperhitungkan sebelumnya, kami tentu siap dari segi financial dan sedikit 
merogoh kocek yang agak dalam dengan harapan disamping dimanjakan oleh 
keindahan alam pantai dengan segala isinya (lingkungan) tentunya dimanjakan 
juga dengan layanan yang prima dari pengelola Sikuai. Tapi kenyataannnya Sikuai 
Resort yang mempunyai kekuatan dari segi keindahan bentangan pantai yang 
mengelilingi pulau
 tersebut&nbsp; menjadi &nbsp;“lemah” ketika pelayanan tidak memuaskan 
pengunjungnya.I
&nbsp;
-- .* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~* Isi email, menjadi tanggung jawab 
pengirim email.===========================================================UNTUK 
DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:- DILARANG:1. E-mail besar dari 
200KB;2. E-mail attachment, tawarkan di sini &amp; kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat 
di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet- Tulis 
Nama, Umur &amp; Lokasi disetiap posting- Hapus footer &amp; seluruh bagian tdk 
perlu dlm melakukan reply- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply 
email lama &amp; mengganti 
subjeknya.===========================================================Berhenti, 
bergabung kembali, mengubah
 konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
-- .* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~* Isi email, menjadi tanggung jawab 
pengirim email.===========================================================UNTUK 
DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:- DILARANG:1. E-mail besar dari 
200KB;2. E-mail attachment, tawarkan di sini &amp; kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat 
di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet- Tulis 
Nama, Umur &amp; Lokasi disetiap posting- Hapus footer &amp; seluruh bagian tdk 
perlu dlm melakukan reply- Untuk topik/subjek
 baru buat email baru, tdk mereply email lama &amp; mengganti 
subjeknya.===========================================================Berhenti, 
bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/




-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~ <mailto:[email protected]> 
 * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
 ===========================================================
 UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
 - DILARANG:
 1. E-mail besar dari 200KB;
 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
 3. One Liner.
 - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
 - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
 - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
 ===========================================================
 Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
 
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke