Betul Sekali Sanak Ahmad Ridha,

 

Harga Rp.1,5 juta /kamar untuk 1 malam itu bukanlah harga yang
murah.Seharusnya harga semahal itu harus lah dibayarkan kembali ke
pengunjung dengan pelayanan yang terbaik.

 

Tapi ibarat sebuah mobil mewah yang disopiri oleh sopir sekelas
metromini,tentunya perasaan naik mobil mewah tadi serasa naik metro mini
saja.Disinilah timbul kecurigaan saya,jangan2 Sikuai yang mewah
ini,sebetulnya hanya memperkerjakan orang2 biasa saja, yang tidak punya
"sense pariwisata",sehingga pelayanan disana serasa pelayanan Hotel Melati
saja,walaupun pengunjung sudah membayar mahal.Tentunya dengan memperkerjakan
orang2 yang biasa saja2,tentu bayaran gajinya pun biasa2 saja.Sehingga
keuntungan pemilik/pengelola akan semakin besar.

 

Pertanyaannya sekarang?

 

Siapakah seharusnya yang harus mengoreksi atau memberikan sanksi peringatan
kapada pelayanan pariwisata di Sikuai yang lemah ini,karena ini tentunya
akan berpotensi menimbulkan image buruk bagi pariwisata Ranah
Minang,khususnya Kota Padang?

 

Dinas Pariwisata kota Padang kah,Dinas Pariwisata Provinsi kah,atau
pengunjung sendiri dengan membuat complain letter misalnya?

 

Kalau tidak ada koreksi atau pemberian sanksi, tentu saja pelayanannya ke
depan tidak akan pernah  ada perbaikan.

 

Wasalam,

Kurnia

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Ahmad Ridha
Sent: Wednesday, February 16, 2011 11:34 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [R@ntau-Net] Layanan/Service yang Lemah di Sukai Resort yang
dirasakan KB RN

 

 

2011/2/16 Kurnia Chalik <[email protected]>

3.      Hampir di semua sector ekonomi seperti itu,kita terkadang
mengharapkan pelayanan yang baik dari orang2 yang digaji dengan buruk,Buruh
Pabrik,Petani,Nelayan, Polisi,Satpam,Sopir,Masinis,Pramuniaga,Pembantu rumah
tangga,Pramuwisata,Tukang2 bangunan,kuli2 bangunan,dengan hanya berpatokan
pada UMR yang sangat rendah sebetulnya.

4.      Karena system penggajian yang rendah,akhirnya yang tersaring bekerja
adalah orang2 yang lemah dan boleh jadi tidak bersekolah.Tentu saja akhirnya
pelayanan di sector apa pun akhirnya hanya apa adanya saja.


Pak Kurnia, kalau yang saya baca dari ulasan Pak Jepe, biaya yang
dikeluarkan tidak bisa dibilang murah (Rp. 1,5 juta per kamar per malam;
tarif lazim untuk kamar biasa bintang lima).  Tentu kita tidak tahu berapa
yang sampai ke para petugas itu, namun hal itu merupakan tugas manajemen.


-- 
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

-- 
. 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke