Semakin Jelas TEMPO Bela Ahmadiyah
Kamis, 17/02/2011 10:36 WIB |
email<http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/send/semakin-jelas-tempo-bela-ahmadiyah>
 | 
print<http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/cetak/semakin-jelas-tempo-bela-ahmadiyah>

*“SEMAKIN lama semakin jelas terlihat, negara meninggalkan Jemaah
Ahmadiyah,”* demikian bunyi Tajuk Rencana Majalah Mingguan TEMPO, edisi
terbaru, 14-20 Februari 2011. Mungkin, TEMPO hanya ingin menyampaikan
pendapat/sikap dan dukungannya pada Ahmadiyah dengan mengatakan, bahwa
dilarang sebuah Negara “memusuhi” Ahmadiyah dan/atau haram jika Negara
(dalam prinsip demokrasi) terlalu membela mayoritas atau kaum Muslim.

Dalam sikapnya, TEMPO menuduh pemerintah tak berpijak pada konstitusi dan
menjamin hak Ahmadiyah. Namun tak satupun tulisan media nasional itu
mengatakan juga menjamin hak konstusi mayoritas (kaum Muslim), sungguh tak
ada, bahkan satu dua katapun. Bahkan, majalah ini juga agak sinis terhadap
Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Sangat disesalkan, pemerintah tidak berpijak pada konstitusi, yang
menjadmin hak Ahmadiyah memililih dan menjalankan keyakinannya. Bahkan Surat
Keputusan Bersama Tiga Menteri –Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Jaksa
Agung—tentang Ahmadiyah pada tahun 2008 isinya segendang sepenarian dengan
Fatwa MUI, “ tulisnya.

Lebih jauh, TEMPO mengatakan, pemerintah akan terseret terhadap pelanggaran
keyakinan orang lain. TEMPO juga mengatakan, pihak manapun tak memiliki
otoritas menentukan label Islam atau bukan.

“Pemerintah, MUI, atau lembaga manapun tak memiliki otoritas menentukan
label Islam atau bukan Islam bagi Ahmadiyah,” tulisanya.

Dua hal yang bisa saya simpulkan, bahwa, media yang katanya sangat kredibel,
dan dianggap media bermutu, rupanya juga bisa tidak adil dan bersikap picik.

Sungguh saya sangat kecewa, mengapa semenjak SMU langganan majalah ini –saya
langgakan ketika media ini sempat ditutup ketika menulis kapal bekas dari
Jerman—hingga sekarang. Akhir-akhirnya, ini, bahkan saya rasakan, media ini
sangat membela paham liberal.

Dengan mengatakan pemerintah bisa terseret pelanggaran (dalam kasus
Ahmadiyah) dan mengatakan siapapun tak berhak menentukan label Islam,
menunjukkan, bahwa media – sekali lagi, yang katanya sangat sangat sangat
kridible ini—telah menyesatkan masyarakat dan menafikkan umat Islam.

Alih-alih melindungi kaum minoritas dan liberal, ia justru mengabaikan
hak-hak dan perlindungan kaum mayoritas. Dengan kata lain, TEMPO bahkan
menganggap kaum Muslim ini tidak ada sama sekali dan tak perlu ada hak dan
pembelaan. Menurut saya, ini media besar macam apa?

Bahkan saya tak melihat kasus seperti ini di negeri-negeri di mana mayoritas
Kristen sangat besar, sebagaimana di Amerika atau Eropa, di mana .

Perasaan saya, TEMPO, rupanya ingin semua orang melakukan dan berbuat apa
saja, bahkan tak masalah jika seandainya itu “menyakiti” perasaan atau
melukai keyakinan mayoritas. Pokoknya, asal jangan minoritas diganggu.

Bahkan dalam kasus penghinaan agama (blasphemy), dalam hukum positif
diberlakukan di negeri-negeri Eropa dan Amerika.

Dugaan saya, TEMPO menyarankan kasus-kasus penghinaan agama (blasphemy)
seperti ini diselesaikan secara bebas dan langsung oleh masyarakat.

Saya khawatir pendapat TEMPO --yang setengah dipaksakan untuk semua orang
ini—meniru cara berfikir orang Barat. Di mana dalam banyak kasus, melarang
adanya rasisme tapi di sisi lain ketika yang “dihina” adalah Islam mereka
hanya menyebutnya "freedom to speak”. Sangat jelas masalah ini dalam kasus
pelecehan Nabi dalam bentuk kartun di Koran Denmark.

Nah, kini sudah jelas bagi semua masyarakat dan kaum Muslim untuk melihat,
siapa sesungguhnya TEMPO ini.

Saya juga berpesan kepasa kaum Muslim mulai berfikir-fikir dan
menimbang-nimbang, dalam berlangganan media.

Jangan sampai kita keliru, seolah meminum obat kuat setiap saat, tapi
lama-lama, yang kita anggap obat itu justru “racun” yang semakin lama jsutru
melemahkan organ-organ dalam tubuh kita.

*salam
Umiyati
(Dikutip dari www.eramuslim.com)*
*Copy Paste dari Milis Tetangga oleh Darwin Chalidi, Tangerang Selatan*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke