*Ciek li Mamak, Baa mangko kebanyakan kisah PRRI ko dibuek dalam bentuk sastra yang terkadang banyak sejarah ttg dima atau sianyo disamarkan. Bukankah itu sejarah (fakta).
----------------- * Manuruik ambo kisah nan ditulih berbentuk sejarah masalahnya. 1. Penulisnya terbatas, tidak semua orang bisa menjadi penulis buku sejarah, keliru sedikit menyebutkan datanya bisa dicap sebagai "manipulator sejarah". Sebaliknya tulisan berbentuk sastra bisa dibuat oleh semua orang yang berkeinginan menulis. Tak ada orang yang berhak menyalahkan tulisan sastra apalagi hasil karya tsb. disukai orang banyak. 2. Para aktor sejarah dipihak yang disalahkan memiliki anak cucu, dan oleh masyarakat sering diberi beban dosa pula. 2. Adanya kalimat "dendam sejarah" ---> dendam itu kan tidak baik dalam ber *hablum min an nas*. Ingat sejarah perang Bubat salah satu contohnya ! Salam AI -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
