Dunsanak komunitas r@ntau-net nan saakidah & sacito-cito.
Contoh nan indak lamak di nagari awak nan (kabanyo) menerapkan ABS-SBK dalam
kahidupan sahari-hari (?). Kamudian, baco pulo duo judul berita nan ado
diBerita
Serba-serbi lainnyadi bawah ko. Astaghfirullah al azim.
Salam.....................,
mm***
Lk-2; >50 th; Bks.
Lubuk Basung Kebanjiran Orang Gila
Jumat, 18 Februari 2011 | 19:46:00 WIB
Orang ini disebut kurang waras karena mengurus diri saja tidak mampu
LUBUKBASUNG, BiO---Ibukota Kabupaten Agam, Lubuk Basung kebanjiran orang gila
(orgil), akhir-akhir ini. Jumlah mereka cenderung bertambah setiap hari,
seperti
disampaikan Kadis Sosnaker Drs. Maryanis kepada wartawan di Lubuk Basung.
Diduga orang tidak waras itu datang dari luar Lubuk Basung. Kondisi demikian
sudah terlihat sejak beberapa bulan lalu. Orang gila dimaksud berkeliaran di
pusat-pusat keramaian, seperti di kawasan Padang Baru Lubuk Basung, dan Pasar
Lama (terminal Antokan) Lubuk Basung dan sekitarnya, kawasan Simpang Tigo Lubuk
Basung, dan kawasan lainnya. Namun tidak dijelaskan berapa jumlah orang gila
dimaksud.
Sejauh ini keberadaan orang gila itu belum terlihat mengganggu Kamtibmas. Walau
demikian, mereka tidak bisa dibiarkan tidak terurus seperti itu.
“Mereka juga saudara kita, dan berhap mendapat perlakuan semestinya,” ujar
Maryanis.
Mengingat dana dinas yang dipimpinnya tidak memungkinkan untuk membiayai
perawatan dan penanggulangan orang gila dimaksud, maka Maryanis mengatakan akan
melakukan koordinasi dengan pihak terkait. Seperti, Satpol PP, Dinas Kesehatan,
dan pihak terkait lainnya.
Pihak Satpol PP diharapkan bantuannya untuk “menangkapi” orang gila yang
berkeliaran tersebut. Sementara pihak Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya
diharapkan bantuannya mengirim orang gila itu ke RSJ (rumah sakit jiwa) di
Gadut, Padang, agar mereka bisa mendapat perawatan dan pengobatan.
Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Agam, Drs. Martias Wanto Dt. Maruhun, ketika
dikonfirmasi via ponselnya, membenarkan kasus itu. Menurutnya, jumlah orang
gila
di ibu Kabupaten Agam itu, semakin hari kian bertambah jumlahnya.
Ia mengaku kuatir, bila dibiarkan, pada suatu saat akan mengganggu Kamtibmas di
ibukota kabupaten itu. Ia menghimbau pihak keluarga orang gila tersebut
mengurus
saudara mereka yang kurang beruntung itu sesuai kemampuan mereka. Bila memang
tidak mampu, laporkan kepada pihak berwenang. Dengan demikian mereka tidak
hidup
terlunta-lunta, menggelandang dari suatu tempat ke tempat yang lain.
“Mereka saudara kita juga, yang tidak semestinya hidup terlunta-terlunta, tidak
terurus, dan menderita. Kan kasihan,” ujar Dt. Maruhun dengan nada sendu.
Pen/Yuska
Share on:
Berita Serba-serbi lainnya
* Ada Kok Striptease di Padang, Tapi Tarifnya Mahal!
* Ada Striptease di Kota Padang?
* Pemko Padang Serahkan Bonus Pejuang Porprov Rp3,1 M
* Wako Fauzi Bahar Kesal & Marah Gara-gara PNS Terlambat
* MNCTV Kirim Kuali-Periuk ke Mentawai
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/