Nakan Andiko sarato Sanak sa Palanta

Riau, kalaupun hutannya "habis", namun karena posisi geografisnya yang
sangat strategis, masa depannya masih "menjanjikan", artinya Riau  masih
banyak pilihan untuk pengembangan ekonominya yang akan menyediakan lapangan
kerja bagi warganya ke depan, bahkan jika deposit minyak bumi sudah tidak
ada lagi. 

Jembatan Selat Sunda, cepat atau lambat pastilah dibangun. Kerugian yang
ditimbulkannya akibat kemacetan yang mengular di pelabuhan penyeberangan
Merak-Bakauheni waktu ini, selama masa puncak bisa mencapai Rp14 miliar per
hari (Media Indonesia 27/12/12). Sementara pembangunan jembatan Selat Malaka
dengan sistem BOT yang ditawarkan investor dari Malaysia (artinya pemerintah
tidak perlu keluar dana) tinggal ketok palu pemerintah.

Tetapi terlepas dari hitung-hitungan itu, pembangunan kedua jembatan
antarpulau/negara  tersebut tidak terlepas dari kebijakan  pengembangan
koridor ekonomi nasional---yang merupakan pendekatan pembangunan
infrastruktur yang terintegrasi dalam suatu struktur ruang spasial atau
kewilayahan---yang diintegrasikan dengan koridor ekonomi ASEAN. Berkaitan
dengan hal itu Pemerintah Indonesia tengah menyelesaikan rencana induk bagi
enam koridor ekonomi di Indonesia, yang meliputi (1) koridor timur Sumatera
dan utara Jawa Barat, (2) koridor pantai utara (pantura) Jawa, (3) koridor
Kalimantan, (4) koridor Sulawesi, (5) koridor Papua, serta (6) koridor timur
Jawa-Bali-Nusa Tenggara.

Kalau jalan kereta api Trans Sumatra dibangun nanti dipastikan akan
melintasi pantai timur, bukan barat. 

Sumatra Barat? Di mana Sumatra Barat? 

Sudahkah implikasi dari kemungkinan-kemungkinan tersebut di atas
diantisipasi di dalam RPJM dan RPJP-provinsi?

Akankah hutan akan tetap dikonversikan menjadi perkebunan kelapa sawit
berskala besar agar ekonomi (baca PDRB) tetap tumbuh, mengabaikan sektor
pertanian (yang anggarannya hanya 3,47%  dari total APBD Sumbar
2011)---terutama pertanian pangan dan perkebunan rakyat---sambil bermimpi
bahwa Sumbar akan makmur kalau parawistanya  'gemerlapan' seperti parawisata
Bali?

Pembangunan berbasis nagari, apa itu? Ekonomi kerakyatan, apa itu? BMT
nagari, apa itu? LKMA, apa itu? 

Tapi apalah awak ini.

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67+)  

. 


 
<http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/137219;_ylc=X3oDMTJzNm0zOXZ
2BF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzExMjAxMjcEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MzI5NzI5BG1zZ0lkAzEzNzI
xOQRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMjk4MDkyNjcy> Re: [R@ntau-Net] "Batas"
Cerpen Pilihan KOMPAS 2003-HelenYahya-Mercu 


Posted by: "andi ko"
<mailto:[email protected]?Subject=%20Re%3A%20%5BR%40ntau-Net%5D%20%22Bata
s%22%20Cerpen%20Pilihan%20KOMPAS%202003-HelenYahya-Mercu>
[email protected] 


Fri Feb 18, 2011 8:28 pm (PST) 



Kalaulah Investor baru ko baniak mambuek kabun sawit baru dan
mengkonversi hutan nan tingga secuil di Riau ko...ondehhhh....bialah
saluang nan ka manyampaikan.

Salam

andiko

Pada tanggal 19/02/11,  <mailto:taufiqrasjid%40rantaunet.org>
[email protected]
< <mailto:taufiqrasjid%40rantaunet.org> [email protected]> menulis:
>
> Uda Das

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke