Assalamualaikum wr wb.
Uda Zul.... hal sarupo tasuo di kami di RM Simpang Raya Bogor, sabtu malam 
kapatang (19Februari) sekitar jam 22.00 wib. Katiko kami lah salai makan, 
datang 2 urang suami istri mandakek ka oto di parkiran. Si istri agak kuruih, 
pakai baju muslim sarupo induak2 biasonyo, tapi dibelakang pungguangnyo ado 
ransel (yg katonyo isinyo pakaian) sedangkan si suami agak gapuak, pakai baju 
koko putiah, sarawa putiah dan kopiah putiah.  
Mereka banyanyi dan bajoget sarupo pengamen, dengan lagu minang, sambia 
mamparagoan pitih saribu rupiah (mengisyaratkan kalau mereka minta diagiah 
pitih bukan logam).  
Penampilan mereka rapi dan barasiah, indak cocok jadi pengemis atau pengamen 
sekalipun. Alasan mereka menjadi pengemis karano kehabisan pitih untuak pulang 
kampuang. Ka Jakarta karano  salah naiak bus, katonyo (antahlah kalau itu 
sekadar mancari alasan). 
Sempat kami berdialog, kiro2 spt iko dialognyo :
Kami     :    Dima kampuang uni?
Mereka :    Pariaman
Kami     :    Dima tingga di bogor ko?
Mereka :    Numpang di RM Simpang Raya
Kami     :    Lah bara lamo di Bogor
Mereka :    Lah 14 hari, dari Jakarta mulonyo, taruih ka Bogor ko.
Kami     :    Manga harus mengamen ko bana, rancaklah di kampuang lai, tanang 
iduik awak. 
                   Kalau diagiah pitih ka ongkos lai namuah pulang kampuang lai?
Mereka :    Mangumpuakan pitih untuak pulang kampuang kami kiniko mah. Ndak 
bagai ge doh yuang, lai sanang ati kami diskonyo. Tiok hari dapek pitih 200rb.  
Manga pulo ang suruah kami pulang. Ancaklah disiko lai, capek awak kayo 
jadinyo. Namuah waang se nan ba oto rancak, kami kan cingin lo ba oto rancak 
saroman waang ko.... 
Kami     :    ....????!!!!!!.....
 


--- Pada Ming, 20/2/11, ZulTan <[email protected]> menulis:

> Dari: ZulTan <[email protected]>
> Judul: [R@ntau-Net] OOT:  Pengemis Sukses!
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Minggu, 20 Februari, 2011, 11:22 PM
> 
> 
> Siang Mengemis, 14 Malam Tidur di Hotel
> 
> BIREUEN, KOMPAS.com - Sejumlah warga Kota Juang Bireuen,
> Aceh, mengaku terheran-heran dengan perilaku pria berinisial
> Abd (50), warga Desa Blang Paseh, Sigli, Pidie.
> 
> Pasalnya, pria tersebut mencari nafkah dengan mengemis di
> Bireuen. Tapi, pada malam hari ia bersama istrinya, Njh
> (41), justru menginap di hotel.
> 
> Pengemis bertubuh tambun dan berjenggot pirang, dengan
> rambut yang sudah ubanan itu, kini dilaporkan mulai
> meresahkan masyarakat Bireuen.
> 
> Hasil penelusuran Serambi Indonesia, hingga Sabtu
> (19/2/2011) lalu, si pengemis sudah dua pekan menginap di
> hotel tersebut. "Kami heran ada pengemis tidur di hotel.
> Kalau siang mengemis di desa kami, padahal ia tampak sehat
> dan segar bugar," ujar Yahya, seorang warga.
> 
> "Setiap pagi kami temukan bapak berjengot itu pakai baju
> koko, kain sarung, dan peci haji bersama istrinya sarapan
> pagi di sebuah warung dekat hotel tempat ia menginap," imbuh
> warga Geulanggang Baroe, Kota Juang, Bireuen.
> 
> Mustafa dan Amirul Mukminin dari Desa Geulanggang Baroe
> juga sependapat dengan Yahya. Mereka berharap Pemkab Bireuen
> melalui dinas terkait menertibkan pengemis yang makin banyak
> berkeliaran di kabupaten itu.
> 
> Salah satunya pengemis yang menginap di hotel tersebut.
> "Aneh tapi nyata, ada pengemis yang hidup mewah dengan
> menginap di hotel dan makan mewah pula," pungkas Amirul.
> 
> Seorang petugas Hotel Purnamaraya yang konfirmasi Serambi
> Indonesia, membenarkan Abd bersama istrinya sudah 14 hari
> menginap di kamar bernomor 118. Anehnya, kata seorang
> petugas hotel, setiap Abd keluar hotel, pintu kamarnya
> digembok dari luar, sementara istrinya ditinggal di kamar
> hotel.
> 
> "Dia biasanya pergi pagi, terkadang pulangnya siang membawa
> sebungkus nasi untuk istrinya dan terkadang juga pulang
> sore. Dia membayar sewa kamar Rp 75.000 per hari. Sikapnya
> juga aneh dan egois serta sering ribut dengan petugas hotel.
> Kadang-kadang ia hanya mau membayar sewa kamar kepada saya,"
> kata seorang resepsionis hotel yang tidak mau namanya
> ditulis.
> 
> Abd terlihat bersama istrinya sarapan pagi di sebuah warung
> sebelah barat hotel tersebut. Ia membayar dengan uang
> pecahan ribuan yang sudah tergulung rapi.
> 
> Dia mengambil dari saku kanan bajunya, yang diduga dari
> hasil mengemis. Namun, pria asal Sigli itu berbicara
> menggunakan bahasa campuran Aceh-Indonesia, baik dengan
> istri maupun warga.
> 
> Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bireuen,
> Bustami Hamid, mengatakan pihaknya akan menertibkan para
> pengemis yang berkeliaran di daerah itu yang jumlahnya
> ratusan orang.
> 
> "Para pengemis tersebut 50 persen berasal dari luar
> Kabupaten Bireuen. Kami akan minta polisi, TNI, dan Satpol
> PP atau aparat gabungan untuk menertibkan mereka,"
> pungkasnya.
> "Give me a fish and you feed me for a day; teach me to fish
> and I'll eat forever, inshaallah."
> 
> -- 
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan
> di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta
> R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
>   1. E-mail besar dari 200KB;
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim
> melalui jalur pribadi; 
>   3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata!
> Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan
> reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply
> email lama & mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting
> keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
> 


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke