Ambo cubo menggambarkan kondisi kami di Kiktenggi pada era APRI "membebaskan" Kiktenggi dulu
Mungkin agak melebar ke aspek lain untuk menggambarkan pula kondisi urang awak waktu itu ---------------------------------- "Minang jo Minang disalasaikan dek Rang Batak" Azan Magrib barusan menggema, beberapa orang dirumah kami masih ada yang sedang mengambil wuduk. Sementara yang lain sudah ada yang sholat sendiri2 di ruang tengah. Karena tidak tersedia ruangan yang cukup luas dirumah kami, hanya Apak dan Umi yang selalu shalat berjamaah dikamar Rumah kami terletak dikompleks Kantor Sosial Bukittinggi yang berada antara Kantor Pos dan Gereja Katholik Bukittinggi. Sisi kiri rumah berada dipinggir jalan/pagar Komplek Sekolah Xaverius, sementara dibelakang rumah yang ditanami terong, labu siam,kambas, kunyit, lengkuas, sipedas, bawang prei, seledri, serai dan bumbu dapur lain... berakhir pada pagar pembatas dengan asrama susteran. Dibagian depan komplek ini terdapat pula Kantor Agama Antara rumah dengan Kantor Agama ada bangunan yg dihuni pengungsi dan anak sekolah yang merupakan korban perang PRRI Walau rumah kami tidak begitu besar, tapi senantiasa menjadi tempat singgah orang dari kampung yang berurusan ke Bukittinggi Ada mereka yang mengurus berbagai surat karena mau merantau maupun kembali ke Kolang- Malaya atau Riau Kepulauan, ada yang mau sekolah ke Jawa, tapi yang paling banyak sedang menjalani skrening Skrening ini diikutinya, supaya dapat kembali bekerja sebagai Pegawai Negeri atau Guru setelah mereka istirahat bekerja karena ada peristiwa PRRI. Ada mereka yang terlibat PRRI langsung, banyak pula yang istirahat saja dikampung Untuk yang ingin merantau, selain yang bekerja informal dan melanjutkan pelajaran, ada famili Bapak yang kemudian masuk AURI di Bandung dan AAL di Surabaya Sayang yang masuk AAL ini tidak dapat menyelesaikan pendidikannya. Karena mentalnya tidak cukup kuat , sebab tiap hari dihujat sebagai Pemberontak Akhirnya dia drop-out dari Morok Rembangan dan pulang kampung jadi petani Tapi perantau di Malaya dan Riau Kepulauan yang waktu itu dikenal sebagai daerah Dollar banyak yang sukses Walau banyak dari mereka hanya sebagai pedagang kaki lima Kiriman mereka selalu datang untuk sanak-keluarga di kampung semuanya via alamat Apak Apalagi kalau mereka jadi pelaku smokel, penyelundup berbagai barang dari Luar Negeri, umumnya melalui Sungai Siak dan Pelabuhan Pekanbaru Sebelumnya yang cukup terkenal via Sungai Rokan dan Pelabuhan Kecil Sungai Rangau Walau Sungai Rangau ini cuma negeri kecil, tapi waktu itu sudah ada beberapa trayek bus langsung dari Sumbar/Bukittinggi kesana Mungkin karena pendangkalan di Muaranya - Bagan Siapi-api, sehingga tidak ada lagi kapal besar yang bisa masuk. Sekarang daerah itu kembali menjadi kampung yang sepi, tidak ada tanda2 disitu merupakan pelabuhan yang sibuk tahun 50an sampai awal 60an Beberapa waktu yang lewat, penyelundupan sungai Siak dikenal dengan cangkuak. Artinya perahu penyelundup dicangkokkan ke kapal yang sedang melaju kencang menuju Pekanbaru. Ditengah malam itu berbagai barang electronic , textil halus dll berpindah dari kapal ke perahu. Beberapa jam menjelang Pekanbaru, cangkok dilepas. Kapal dan Perahu berlayar terpisah. Kapal menuju pelabuhan, sementara perahu biasanya bertambat dekat perumahan penduduk Skrening ini bisa berlangsung selama beberapa hari sampai seminggu. Tergantung petugas di KMK yang mengurusnya Ada yang datang pagi hari dan kembali ke kampung disore hari Kalau mereka sudah kerumah sebelum jam 8 pagi berarti waktu Lohor mereka akan kerumah lagi untuk shalat dan makan siang bersama. Karena biasanya meletakkan beberapa barangnya dirumah, sebagai tanda mau datang lagi...he..he Tapi lebih banyak yang datang sehari sebelumnya, supaya pagi2 bisa melapor Sehingga acara makan dirumah yang diikuti oleh 15-20 orang bahkan sering lebih, sudah menjadi pemandangan biasa waktu itu Beberapa famili lain seperti anak mamak Apak, bako Umi atau orang kampung lain ada yang menginap sampai dua-tingga minggu bahkan sampai berbulan-bulan karena mereka masih ada urusan di Bukittinggi terutama urusan wajib lapor serta mengurus kembali besleit dan penempatan kerja mereka Lucunya lagi, yang datang itu, selain mereka yang sudah dikenal dikampung, sering pula mereka membawa kawannya orang Nagari tetangga untuk ikut nimbrung makan dan tidur dirumah Saya yang waktu itu sudah sekolah TK, karena melihat teman sekolah punya album photo Saya jadi ketularan juga dan lagi rajin2nya mengisi album foto tsb Walau yang terbanyak isinya pas-photo utk screening dari para famili yang datang, tapi banyak juga yang memberikan photo mereka diperantauan atau tempat kerja maupun sekolahnya Sebetulnya untuk urusan makan dan tempat tinggal tidak begitu memberatkan waktu itu Sejumlah famili yang tinggal beberapa waktu banyak juga yang membawa bahan makanan mentah Disamping rumah kami, Departemen Sosial menyiapkan semacam Panti yang menampung pengungsi non Minang termasuk sejumlah anak sekolah yang putus hubungan dengan orang tuanya dikampung karena ada peristiwa PRRI Kalau pengungsi dewasa umumnya orang Jawa, sedang anak sekolah berasal dari sekitar Ranah Minang. Paling banyak dari Tapanuli , beberapa yang lain dari Jambi, Bengkulu dan Riau Untuk anak sekolah yang masih tingkat SMP banyak yang dimasukkan ke Panti Asuhan Aisyiah di Simpang Limau Bukittinggi, tapi yang sudah besar2 ada yang sudah waktunya tamat PGA di Jirek dan umurnya sudah lebih dari dua puluh tahun, ditampung bersama pengungsi tsb Selain itu Departemen Sosial juga sering membagikan beras dan sembako lain untuk warga miskin disekitar Bukittinggi Beberapa pengungsi dan anak sekolah itu ada yang cukup akrab dengan kami. Diran yang tambun, penggembira, suka menolong. Tapi temannya Pardi yang kurus kering, sakit2an, pendiam- suka menyendiri dan kuat merokok. Wajah dinginnya dan perilakunya yang asing itu sering membuat anak2 ketakutan Pardi sering berjemur dipagi hari dengan menggunakan selimut putih bergaris biru Saya yang masih kecil menolak menggunakan jenis selimut Pardi itu, walau selimutnya masih baru. Soalnya agak ngeri, membayangkan dia berjemur dipagi hari dengan senyum dan seringainya yang misterius itu Dari beberapa anak-anak sekolah ini Nasution dan Simamora cukup akrab bergaul dengan kami. Mereka suka membacakan majalah Si Kuncung atau membuat berbagai mainan untuk ku Tiba2.....pintu diketok lumayan keras Setelah Ni Baya kakak perempuanku yang masih kelas 6 SR no 7 Bukittinngi membuka pintu, tampak tiga orang lelaki berperawakan kekar dan kepala plontos memasuki rumah Tan Azwar orang kampung kami yang sedang ada urusan di Bukittinggi dan telah selesai shalat menyilakan mereka duduk dikursi tamu Mereka memperkenalkan diri , menyatakan dari KMK dan mau menjemput Hamzah kakak lelaki tertuaku Apak yang masih dikamar, buru2 keluar dan membaca surat penahanan itu dengan menggigil Setelah semua agak berangsur tenang, uda Hamzah telah selesai shalat dan makan malam sedikit. Sambil menjinjing tas kecil berisi pakaian, dia berangkat diiringi ketiga petugas itu menggunakan Jeep Gaz-Rusia Sebetulnya dia baru dua minggu didalam. Setelah sebelumnya dia ikut keluar Dulu..setamat SMA di Bukittinggi, dia kuliah di FEKON-Unand Padang. Tapi karena pemberontakan PRRI pecah dia bersama teman2nya ikut latihan militer yang diadakan untuk Mahasiswa dan Pelajar, bahkan dia ikut menerima dan mengumpulkan berbagai bantuan senjata dan peralatan perang yang didaratkan di Pangkalan Udara Tabing Padang Sesudah pendaratan APRI dan minimnya perlawanan PRRI, mereka menyingkir ke hutan Bukit Barisan. Mereka turun-naik bukit beberapa hari , akhirnya sampai di Solok. Disini dilakukan konsolidasi pasukan, terbukti nanti kompi Mahasiswa dan Pelajar termasuk pasukan yang memberikan perlawanan yang lumayan merepotkan APRI. Pada beberapa pertempuran mereka lebih militan dari pasukan reguler PRRI Apak cukup terpukul karena penahanan ini, apalagi kalau sudah dijemput ke KMK ini jarang yang bisa pulang kembali Sebetulnya tempat tinggal kami tidak begitu jauh dari pemusatan pasukan APRI Diseberang jalan- dimuka kantor pos ada Markas Batalion A-Diponegoro. Gedung ini nanti menjadi Toserba milik Tentara. Sementara di seberang jalan kantor Agama terdapat Balai Prajurit. Sehari-hari terutama sore hari cukup banyak para perwira yang bercengkerama disekitar jalan tsb Saya sendiri sekolah TK dekat Kantor KMK , yang juga disponsori APRI lewat Persit nya Sehingga mereka kenal juga dengan warga yang tinggal disekitar itu Kami anak2 sering diajak naik Jeep Gas dengan bak terbuka yg lagi parkir, tapi sedang berhubungan dengan tempat lain melalui radio. Waktu itu radio penghubung dua arah ini disebut Marconi Banyak juga jeep terbuka ini yang dipasang senapan mesin yg populer waktu itu adalah dari jenis 12,7 Untuk pengangkut pasukan umumnya digunakan truk berat "Reo" buatan USA. Truk yang lebih tua banyak berhidung penyet. Karena mesinnya tidak didepan tapi dibawah tempat duduk pengemudi Truk Rusia mulai banyak digunakan militer di Pekanbaru pada masa "Ganyang Malaysia" Kalau Batalyon B dan kantor KMK berada disekitar Lapangan Kantin Dengan penangkapan Uda Hamzah, ada juga beberapa mereka dari militer yang cukup simpati kepada kami. Tapi belum ada yang bisa membantu untuk membebaskannya Sore hari besoknya diperoleh kabar pimpinan team pemeriksa seorang bermarga Aritonang. Beberapa anak sekolah asal Tapanuli yang tinggal dirumah pengungsi, berusaha menemuinya melalui pengurus gereja Kristen-Protestan yang terletak dekat jalan antara Stasiun Kereta Api- Lapangan Kantin Entah bagaimana usaha mereka, pada hari ketiga Apak menghadap ke KMK ditemani Nasution dan teman2nya Menjelang tengah malam Uda Hamzah dibebaskan dan boleh pulang Padahal sejak pemeriksaan siang hari, dia tidak dikembalikan lagi ke selnya semula yang berisi beberapa orang. Dia sudah diisolasi, biasanya kondisi seperti ini berujung dengan hukuman tembak mati didepan regu tembak Selanjutnya statusnya berobah menjadi tahanan kota yg tiap hari harus melapor ke KMK Setelah Uda dua hari dirumah , Apak-Umi dan saya mendatangi pak Aritonang di rumahnya. Sebagai tanda terimakasih kami, kalung Ni Baya yang baru dibeli bulan yang lewat, berpindah keleher boru Aritonang yang juga masih kelas 6 SR Tidak lama sesudah itu, terbetik kabar penahanan Uda adalah karena laporan tukang tunjuk Walau bukan se Nagari dengan kami, tapi dia cukup sering datang dan menginap dirumah sewaktu APRI baru masuk dulu Salah satu tempat berkumpulnya kelompok ini adalah disamping gudang stasiun Kereta Api Bukittinggi, antara Markas Batalion A dan RM Simpang Ampek yang cukup terkenal masa lalu Dipelataran samping gudang, sebelah sisi ke jalan raya terdapat deretan tukang pangkas rambut Sambil membawa "sayak" Apak mendekatinya. Langsung bicara : "Salamo ko hubungan awak, apo salah kami. Tapi nan disitu acok karumah, muntahkan lah disiko. Indak ambo relakan nasi kami tamakan dek waang" Dia langsung ngacir, tanpa menjawab apa2 Sejak saat itu dia tidak nampak lagi di Bukittinggi, kabarnya sudah pergi merantau ke Medan. Begitulah kuasa Ilahi, belum tentu semua perbuatan baik kita langsung berbuah baik. Tapi dalam kondisi kritis bantuan bisa datang, dari tempat yg tidak kita sangka2 Sesuai janji Allah, yang tidak akan memberikan cobaan kepada manusia melebihi kemampuannya. Cuma kita yang sering salah mengartikannya.--- ------ Rumbai , 26 February 2011 Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
