Iffah ...

Ada masanya cerita itu masih dibalik kisi kisi,
karena terlalu indah untuk berbagi,
atau karena sedih masih membekas di hati,
atau karena terasa risau di satu sisi,
entah kapan ini bisa disadari,

hentakan kesalahan dan kekurangan yang disadari,
semata tersebab kebenaran yang diyakini,
mungkinkah ini akan satu satu dibawa mati,
oleh yang hayat yang masih ada tak tersigi...
walau keraguan telah lama pergi ..
ketika dendam juga sudah punah tak ada lagi ...
tapi ada satu rasa terendap sampai kini ...

kenapa negeri ini ...
masih lebih buruk dari sebelum prri ...
inilah menjadikan sanubari bening menyimak hati hati ...
moga ada yang menjawab dengan berani,
bukan dengan gerakan yang menngalirkan air mata lagi,
tapi dengan kesadaran berbangsa yang tinggi,
didasari sikap keyakinan kepada Ilahi,
yang mendorong berbakti
dengan rela dan niat yang suci ...

Insyaallah tidak lama kita mesti menanti lagi ..
yang diperjuangkan sejak lama tidak pernah berhenti ..
tentu akan dirasakan umat dari generasi ke generasi ...



Terimakasih Iffah,
Wassalam
Dari Tepi deburan ombak Mentawai, Akhir Pebruari 2011


On Feb 26, 9:06 pm, Hanifah Damanhuri <[email protected]> wrote:
> NAPAK TILAS MANTAN PEJUANG PRRI
>
> Aku mengenalnya di dunia maya
> Dengan tiga nama panggilan
> Mak Ngah, Nyiak Sunguik, dan Nyit Sungut
> Masing-masing nama di pakai
> Untuk situasi yang berbeda
> Beliau bermukim di California USA
>
> Bisa bercengkerama dengan saudara
> Se Tanah Air yang bersuku Minang
> Melalui milis Rantaunet
> Membuat rindu  beliau pada kampung halaman terobati
>
> Mak Ngah suka menulis
> Diantara tulisannya
> Bercerita tentang petualangan
> Termasuk ketika
> Menyelamatkan diri
> Dari kejaran Tentara Pusat
> Di jaman bergolak PRRI
> Aku tidak tau persis
> Peranan Mak Ngah ketika bergolak tersebut
>
> Beberapa waktu yang lalu
> Mak Ngah pulang ke Bukittinggi
> Ketika dapat kabar Mak Ngah kurang sehat
> Aku dan keluarga mengunjungi Mak Ngah ke Bukittinggi
>
> Waktu bertemu itu
> Mak Ngah banyak bercerita
> Tentang perjalannannya
> Menemui teman-teman lamanya
> Yang masih tersisa
> Raut wajah Mak Ngah berubah-ubah selama bercerita
> Sesuai dengan kondisi teman yang diceritakannya
>
> Cerita yang paling seru
> Ketika Mak Ngah dan papa si Rina
> Mencari kuburan Dahlan Jambek (?)
> Ke daerah Pasaman
> Mak Ngahpun memperlihatkan foto-foto
> Perjalanan napak tilasnya itu
>
> Setelah pulang dari rumah Mak Ngah
> Aku merenung sendiri dan menyimpulkan
> Bukan kecapaian karena napak tilas
> Yang membuat Mak Ngah yang biasa merenangi lautan
> Jatuh sakitdan terpaksa membatalkan beberapa acaranya
> Tetapi kenangan-demi kenangan di masa perjuangan
> Yang melelahkan batinnya
>
> Andai Mak Ngah mau bercerita
> Tentang kisah PRRI
> Aku yakin
> Banyak pelajaran yang dapat diambil
> Oleh generasi muda penerus bangsa
>
> Padang, 26 Februari 2011
>
> Hanifah Damanhuri

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke