Angku Abraham sarato Sanak sa Palanta; Memang selalu menarik memperbandingkan Bali dengan Sumbar karena kedua daerah mempunyai pemandangan alam dan budaya yang eksotik, dan pembangunan dengan semangat kapitalistik di Bali ternyata tidak saja mengacam keseimbangan ekosistem tetapi juga menyebabkan terjadinya proses dehumanisasi.
Seperti yang tersirat dalam tulisan Angku Abraham, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) provinsi Bali yang parawisatanya sangat gemerlapan itu memang di bawah Sumbar, yaitu 70,98 banding 72,96 (angka 2008). IPM Bali bahkan di bawah nilai IPM Indonesia secara keseluruhan di tahun yang sama yakni 71,17, sedangkan Sumbar di atasnya. Seperti kita ketahui, indikator-indikator IPM mengalami penyempurnaan setiap tahunnya. Sampai dengan tahun 2009, indikator-indikator pengukurnya adalah angka harapan hidup, persentase melek aksara orang dewasa dikombinasikan dengan angka partisipasi (kotor) sekolah bagi anak, serta PDB (untuk negara) dan PDRB (untuk provinsi/kab/kota) per kapita dalam dollar AS Setelah 'kaget' mengetahui bahwa IPM Sumbar lebih tinggi daripada Bali, kekagetan saya bertambah setelah mengetahui PDRB perkapita Sumatra Barat (juga data 2008) lebih tinggi dari pada Bali, yaitu Rp14,96 juta (setara dengan US$1.662) berbanding Rp10,99 juta (setara dengan US$1.221. Menarik untuk dicatat, bahwa penerimaan transfer seperti 'subsidi perantau' tidak diperhitungkan (tidak menambah) dalam PDRB. Memang, seperti saya singgung sebelum ini, PDRB Sumbar juga agak bermasalah karena cukup berperannya subsektor perkebunan (kelapa sawit), tetap distorsi yang ditimbulkannya belum separah distorsi peranan industri parawisata yang padat modal di Bali. Saya sebenarnya masih ingin menelaah sedikit struktur PDRB Sumbar guna memperoleh gambaran besar di mana kekuatan perekonomian Sumbar, tetapi karena sudah mulai kehabisan napas :), saya akhiri dulu sampai di sini. Wallahualam bissawab Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67+) . <http://groups.yahoo.com/group/RantauNet/message/137661;_ylc=X3oDMTJzM2dscjl yBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzExMjAxMjcEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MzI5NzI5BG1zZ0lkAzEzNzY 2MQRzZWMDZG1zZwRzbGsDdm1zZwRzdGltZQMxMjk4NjkzODE5> Re: [R@ntau-Net] Hai Oya Hayo, Kembalikan Bali Ku Padaku Posted by: "Abraham Ilyas" <mailto:[email protected]?Subject=%20Re%3A%20%5BR%40ntau-Net%5D%20Hai%2 0Oya%20Hayo%2C%20Kembalikan%20Bali%20Ku%20Padaku> [email protected] Fri Feb 25, 2011 5:50 pm (PST) Pak Darwin Bahar sarato Dunsanak di palanta nan ambo hormati. Walaupun data lamo, namun bilo diliek dari HDI = *Human Development Index = nan Ampek tolak ukur keberhasilan pembangunan manusia *(UNDP) yang meliputi: *1. Derajad kesehatan 2. Status gizi 3. Lamanya menerima pendidikan 4. Jumlah pendapatan (miskin/kaya) * tampaknyo mako ado pertanyaan, Bali iko tanahnyo untuak kasanangan siapo ? Sekadar perbandingan bisa diliek HDI dari 3 provinsi yaitu *Bali *(DTW) *Yogyakarta* (termasuk provinsi DTW tapi lebih mengutamakan industri pendidikan) dan *Sumatera Barat* (subsidi perantau).* * Salam Abraham Ilyas lk 65 <http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=104> http://nagari.or.id/?moda=palanta&no=104 -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
