Iko curito kaduo ambo dengan background PRRI Word- Soft file akan dikirim ka Andiko jo pak Abraham Ilyas sekalian nanti kalau curito katigo tantang mantan tantara PRRI nan tapaso lari ka rantau alah salasai
Wass TR ------------------------------------- Sejak APRI menduduki Bukittinggi, urang Kampung kami selain menjadikan Apak tempat bertanya untuk berbagai urusan di Bukittinggi. Juga sering minta tolong beliau untuk berbagai urusan ke Padang Sudah dua hari ini, ada orang dari kampung yang membawa anaknya berobat ke RSU Bukittinggi. Siang tadi diberi tahu supaya dia cepat dioperasi ke Padang Ibunya yang toke pisang di Pasar Baso, sambil menangis minta tolong Apak untuk mengantar dan membantu pengurusan di Rumah Sakit Jati di Padang Secara materi kelihatan tidak ada masalah dengan mereka, cuma mereka takut bepergian disuasana negeri yang tidak aman. Sebab kalau ada sikap dan bicara kita yg kurang disenangi APRI dan kelompoknya, mudah sekali senapan mereka bicara. Akhirnya nyawa akan melayang tanpa ada yang bisa membela Setelah Apak meninggalkan pekerjaannya pada teman dikantor, sore itu juga kami naik NPM ke Padang Saya kali ini ikut, karena setahu saya telah beberapa kali Apak pergi ke Padang. Baik untuk urusan dinas atau tidak Ada-ada saja halangannya, yang menyebabkan saya belum pernah ke Padang selama ini Lewat jam 10 malam baru kami sampai di Penginapan di Daerah Pasar Raya Besoknya, selesai sarapan pagi kami pergi ke RS Jati. Apak mengurus administrasi rujukan pasien yang akan dioperasi tersebut. Setelah dilakukan berbagai pemeriksaan lagi. Kemudian pihak RS memberi tahu, operasi akan dilaksanakan tiga hari lagi Setelah memastikan semua persyaratan untuk Operasi telah diurus dan disiapkan Keluarga pasien juga sudah ditunjukkan cara2 pengurusan di RS selesai Operasi nanti Termasuk cara untuk pulang kekampung pun telah diajarkan. Ditambah lagi dengan pesan pada orang Penginapan untuk membantu membelikan tiket bus serta mengantar mereka sampai naik bus nanti Kami siap2 untuk kembali ke Bukittinggi Besoknya selesai shalat Zuhur kami berangkat dari Penginapan menuju Terminal Bus. Tidak lama kemudian kami sudah berada diatas bus Flora menuju Bukittinggi. Bus berwarna abu2 itu melewati Lubuk Alung selepas Ashar Tidak lama sesudah melewati Sicincin, bus mengerem tiba2. Kami berpapasan dengan ambulans berkecepatan tinggi yang membunyikan sirine dan menyalakan lampu depan. Sejumlah mobil yang mengiringi juga menghidupkan lampu dan klaksonnya Pada sebagian besar mobil nampak orang yang berdarah-darah ditidurkan Kemudian terdengar teriakan dari berbagai mobil tersebut : "Tantara Lua mananti di Anai, indak bisa lalu" Ditengah kehebohan itu, kami mendengar pula suara tembakan rentetan yang berderak- derak Sopir meminta kami turun dari mobil dengan hati2 Tapi sejumlah orang berebutan turun, banyak juga yang langsung melompat kedalam bandar berlunau dipinggir jalan Apak menggendong saya turun, beliau menyuruk kebawah kolong mobil, mengembangkan kain kain sarungnya dan menidurkan saya disitu. Beliau juga ikut tiarap disamping saya Selain bunyi tembakan yang masih berlangsung, kami masih mendengar banyak mobil yang lewat dari arah Padang Panjang menuju Padang Untuk arah sebaliknya, arus kendaraan tertahan sama sekali Keadaan itu berlangsung sampai hari menjelang gelap. Karena tidak diizinkan melanjutkan perjalanan, malam itu kami menumpang menginap dirumah penduduk setempat, sekalian kami disediakan mereka makan malam Kasihan juga melihat penumpang2 bus yang meloncat ke bandar tadi. Selain basah kuyub kedinginan, pakaian kotor kena lunau, rupanya ada juga mereka yang tidak membawa pakaian ganti Terpaksa penduduk disitu meminjami kain sarung untuk mereka Besoknya, mobil belum boleh juga lewat di Anai tersebut, kami terpaksa lumayan lama menunggu kereta api di stasiun Kayu Tanam. Sebagai anak kecil, saya gembira saja, karena berbagai makanan banyak dijojokan disini. Selain berbagai buah dan lapek, yang berkesan waktu itu adalah teh yang dikemas dalam botol bening. Botolnya berukuran sebesar botol limun, tapi yang khas adalah bentuk tutupnya yang dilingkar kawat. Kalau sudah dibuka, penutup tersebut bisa dipakai lagi, jadi beda dengan tutup limun dari seng plat Kereta api diberangkatkan dengan pengawalan lumayan ketat dimuka dibelakang serta di tangga-tangga deresi kereta penuh tentara bersenjata lengkap Sorenya kereta sampai di Padang Panjang. Perjalanan tertahan lagi, rupanya di jalur Padang Panjang - Bukittinggi, baik kereta api dan bus tidak diizinkan lewat. Tampaknya ada perang lagi disitu Apak membawa saya kerumah orang kampung kami di Padang Panjang. Setelah tanya sana-sini, sampailah kami dirumah yang dituju. Sebuah rumah panggung yang dikelilingi kolam. Kelihatan banyak itik berenang pada kolam yang berpagar. Kolam yang tidak berpagar rupanya kolam ikan. Ada kolam mujair, ikan mas dan ikan raya. Rupanya beliau sering singgah dirumah kami kalau dalam perjalanan pulang-pergi ke kampung. Saya segera asyik main dengan anaknya yang sudah beberapa kali bertemu di Bukittinggi Kami terpaksa bermalam sampai empat malam disini, karena belum ada izin menempuh jalan Padang Panjang - Bukittinggi Setelah dirasa aman dan jalan dibuka kembali. Kami naik bus ke Bukittinggi. Mungkin sudah ada telpon sebelumnya ke kantor Bapak di Bukittinggi. Sebab baru saja mobil berhenti dan kami turun, Umi langsung menggendong saya sambil bercucuran air mata Besok malam ada sedikit do'a selamat dirumah yang dihadiri para tetangga dan dipimpin orang 'Alim Menu kesukaan saya waktu itu adalah gulai hati putih/ tanpa cabe, cuma diberi bumbu pemasak ketumbar, merica dll Biar banyak gulainya dicampur kentang, sedang bagian lain dicampur lasa...he...he.----- Mess Polresta Payakumbuh, 27 February 2011.. Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
