Balada Simpang Malalak untuk Papi .. Napak Tilas PRRI Simpang Malalak Simpang Balingka kini, dinaungi rumpun tebu melilit lereng rapi, di sana berkumpul kompi mawar melati, mahasiswa dan pelajar saling menyatu diri dan bila teringat lagi, tak terasa jauh jarak lurah dalam dan bukit nan tinggi, juga untuk Rusli Marzuki Saria yang kini dipanggil papi ...
tapi telah terjadi di tepi sungai kecil, di selingkar lilitan sikabu nan mungil, terkurung Munthe dan Syahril ketika regunya terkucil, disela sela cadas air mengalir menjadikan jari jari menggigil, walau diatas tebing panser menderu memecah kandil, di bukit kepanasan teman bersorak cemas memanggil manggil, hanya tentara pusat yang menyahuti dengan muntahan peluru bedil ... Itulah Simpang Malalak dengan bukit bukit indah mungil Padang, 1 Maret 2011... Wassalam On Feb 27, 8:39 pm, "Nofendri T. Lare" <[email protected]> wrote: > Rusli Marzuki Saria > > mendaki jalan ke simpang malalak > > awan berarak di kaki singgalang > > rumahmerah disimpang balingka > > korogadang lurus jalannya > > jalan berkelok-kelok ke paritpanjang > > sungailindia di lembah-lembah > > sembun di ketiak-ketiak batangtebu > > "kita dalam perang," katanya > > "ya, ya.. kita dalam perang saudara," ganasnya > > oi, adik sirambun gadiang > > dalam nagari di ampek koto > > manurun jalan ka sungai tanang > > mesin listrik menggebu-gebu > > duo roket bazooka meliuk-liuk menghantam > > listrik padam di bukittinggi > > teringat adik nan seorang, > > entah pabila akan ketemu, > > perang saudara sangat ganasnya, > > rindu merimbun daun lada." > > angin bersiul di lembah-lembah > > kampung pisang dan sianok di tebingnya > > bukit kepanasan di puncak-puncak > > jenjangbetung menuju ngarai > > ahai, di simpang malalak kami bertahan > > dingin malam subuh menggigil > > puncak-puncak bukit bagai gergajai > > leter "w" maninjau di bawahnya > > bazooka, bazooka kaku menyalaklah! > > ada tank waja di kelok itu > > bidik! > > operasi semut: tentara soekarno membebaskan matur > > lawang kemudian maninjau > > danau birunya airmu > > tengah hari beriak > > kami sedang perang gerilya > > inyiak junus ditembak tentara soekarno > > di simpang malalak > > kami bergerak di jalanan setapak > > salam, adiak: kita dalam perang saudara > > 14/1/2011, pk 06.30 pagi > > Koran Padang Ekspres, 27 Februari 2011 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
