Sanak Palanta

Atas permintaan penulis yang juga pelaku sejarah, maka satu tulisan berbentuk 
sya'ir yang indah iko ambo lapeh ka palanta tampa nama penulis. Ada alasan 
tertentu yang menyebabkan beliau belum bersedia mencantumkan nama beliau 
sebagai pengarang sya'ir ini. Pesan beliau, yang ini baru pertama dan bukan 
yang terakhir. Setiap bait-bait dari kumpulan baris iko berisikan kenangan 
hidup yang telah menjadikan beliau tegar dalam kehidupan dan telah sukses 
meniti ombak kehidupan.

Ambo berdo'a, si penulis syair di bawah iko, akan terus berproduksi di 
sela-sela waktu senggang baliau menikmati hari-hari.

Salam

andiko

_____________________________________________________________

PRRI - Sepenggal kenangan

Bismilahirrahmanir Rahim diawal kata
Kami bersyukur kepada Allah Yang Maha Esa
Walaupun kami nyawa yang yang tersisa
Masih dapat menceritakan kissah nyata
Selama empat tahun mengembara
Dibawah dentuman mortir dan bazooka
 
Kisah bermula di Bukittinggi
Cita-cita kami demikian tinggi
Jalur pendidikan kami geluti
Ingin memajukan negeri tercinta ini
Menjadi guru kami mengabdi
Mendidik putra putri negeri ini
 
Bukittinggi yang indah kami nikmati
Asrama putra dan asrama putri
Jalan Panorama dan Jalan Nawawi
Panorama-Birugo setiap hari
Pulang pergi berjalan kaki
Pecal Sikai kami nikmati
 
Penuh canda dan ketawa
Anak-anak muda dari berbagai agama
Di aula bekas Sekolah Raja
Kami memanfaatkan segala sarana
Menggunakan alat peraga yang masih langka
Berkat bantuan negara adikuasa
 
Ada bisokop Rex dan Erie
Malam Minggu hiburan kami
Panorama Baru, Benteng, dan Ngarai
Kota Gadang kami kunjungi
Menutup Hari Raya pemuda pemudi
Seolah-olah dunia ini milik kami
 
Bagaikan petir ditengah hari
Jarum jam tiba-tiba berhendti
Pesawat APRI menembaki Bukittinggi
Sasaran utama adalah RRI
Tanggal yang tak terlupakan dibulan Pebuari
Semuanya pontang panting pada berlari
 
Hanya dengan kain yang lekat dibadan
Aku menuju kampung halaman
Selamat tinggal kota kenangan
Tempat yang tak pernah kulupakan
Tempat bermula merajut harapan
Merencanakan kebahagiaan masa depan
 
Mimpiku buyar untuk selamanya
Gagallah semua yang telah direncana
Keadaan tak kan pernah seperti sediakala
4 tahun aku mengembara 
Menjelajahi hutan pulau Sumatra
Kuperoleh pengalaman tiada tara
 
Kumenyaksikan nyawa yang tak berharga
Banyak yang mati tersia-sia
Kusaksikan juga kekejaman manusia
Pengalaman hidup didalam penjara
Kalau diingat pengalaman lama
Membuat sesak rasanya dada
 
Untuk pertama cukuplah sebegini
Kususun sepuluh jari
Kalau ada yang tak berkenan dihati
Mohon maafkan badan hamba ini
Supaya tak memberatkan diakhirat nanti
Dengan salam aku sudahi
 
Jakarta awal Maret 2010

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke