Anoreksia
Oleh K Suheimi 

Takut kegemukan, nina memperketat dietnya, dia dihantui takut gemuk. Sekartang 
musimnya langsing.
Sehingga semua usaha di kerahkan untuk langsing ceking malah jadi kurus kering

Terbiasa diet ketat, kini justru nafsu makannya berkurang! Bukan hanya 
berkurang. Malah hilang. Kehilangan nafsu makan dan badan kurus kering dengan 
mata cekung yang menghantarkan Nina ke tempat praktek.

"Saya keliru dokter" keluhnya menyesali untungnya. Pingin cantik dan molig, eh 
jadinya begini. "Saya tak mengira akan begini jadinya" katanya sambil terpekur
"Tolonglah saya dokter" pintanya.

"Sudah lama haid saya tak datang lagi" katanya cemas. "Apakah saya akan 
mandul?" Jerit Nina dengan pandangan hampa, tatapan kosong jauh kedepan.

Hatinya risau, perasaanya kacau, dalam fikirannya berkecamuk, antara penyesalan 
dan kenyataan, dia terpekur syahdu, nafsu makannya lenyap sudah.


Saya sigi di internet dapat penjelasan sebagai berikut  Sekitar 95 persen 
penderita anoreksia adalah perempuan berstatus sosial ekonomi menengah ke atas. 
Kelainan ini mulai muncul di masa remaja dan kadang di masa dewasa. Anoreksia 
bisa bersifat ringan, hanya sementara atau berat dan berlangsung lama.

Penyebab dari anoreksia hingga kini belum diketahui. Tetapi para ahli kesehatan 
berpendapat bahwa faktor sosial memegang peranan penting dari anoreksia. 
Biasanya para penderita ingin menjadi kurus karena merasa kegemukan.

Penderita menganggap dirinya tidak menarik, tidak sehat dan juga tidak 
diinginkan. Penderita anoreksia bisa mengalami dehidrasi dan cenderung sering 
pingsan. Kelainan ini juga memicu kematian mendadak karena irama jantung yang 
tidak normal.

Gejala Anoreksia biasanya terjadi karena meningkatnya perhatian secara 
berlebihan pada makanan dan berat badan. Meskipun sudah kurus tapi tetap merasa 
gemuk, selalu menyangkal kalau dirinya sudah kurus, melakukan olahraga 
berlebihan untuk mengendalikan berat badan, tidak mengeluh meski nafsu makan 
dan berat badan berkurang.

Untuk pengobatannya adalah mengembalikan berat badan normal. Jika berat badan 
turun sangat cepat atau banyak (sampai 25 persen dibawah berat badan normal) 
maka sangat disarankan untuk mengembalikan bobot tubuh ke berat normal. 
Pengobatan awal biasanya dilakukan di rumah sakit, kadang diberikan makanan 
berupa infus atau selang nasogastrik.

Cara kedua adalah dengan melakukan terapi psikis yang disertai pemberian obat. 
Apabila status gizinya sudah baik maka terapi akan dimulai oleh psikolog. 
Terapi ini bisa berupa psikoterapi individual, kelompok atau keluarga. Jadi 
alangkah lebih baik jika anda tidak terlalu memikirkan performance yang 
sempurna, apabila hal itu hanya akan merugikan diri sendiri. Yang terpenting 
adalah kecantikan dalam diri anda yang akan tetap bersinar indah.

perempuan.com

Saya utik-utik catatan saya tentang 
Anoreksia

Kebanyakan terjadi pada wanita usia < 25 tahun
Terjadi penurunan berat badan sebanyak 25% atau memiliki berat badan 15% di 
bawah normal
Pasien dengan anoreksia memiliki kadar gonadotropin yang rendah (sama dengan 
masa pra pubertas) karena tingginya nilai neuropeptida Y yang dapat menekan 
sekresi gonadotropin
Hipotiroid
Tidak ada penyebab khusus
Dapat disebabkan oleh proses autoimun misalnya pada tiroiditis Hashimoto
Gejala utama: 
Gangguan haid. Haid tak datang
Dapat terjadi amenorea karena prolaktin yang tinggi akibat stimulasi oleh TRH 
(termasuk prolactin releasing factor)
Gejala lain: fatigue, lemah tak berdaya somnolen, laju metabolik basal yang 
rendah
Diagnosis
Nilai TSH tinggi dan T4 rendah
Pengobatan:  hormon tiroksin sintetik

Seperti diketahui, hormon yang mengatur kehidupan bahan dasarna adalah, 
cholesterol dan lemak. Makanya diet yang sangat ketat bahkan sampai memerangi 
lemak juga akan berpengaruh jelek pada kehidupan

Agaknya perlu kita renungkan kembali pesan rasul

"Kami adalah satu kaum yang makan diwaktu lapar dan berhenti sebelum kenyang.

Pekanbaru 2 maret 2011


Tulisan ini bisa dibaca pada
http://hospital-pmc.com/Ksuheimi.blogspot.com 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke